Seleb

Visit Agenda: Tak Mau Damai dengan Pelaku Pencatutan Nama, Dewi Perssik: Selalu Memaafkan, Akhirnya Dimanfaatkan

Tak Mau Damai dengan Pelaku Pencatutan Nama, Dewi Perssik: Selalu Memaafkan, Akhirnya Dimanfaatkan Visit Agenda - Dalam konteks Visit Agenda , artis sekaligus

Desk Seleb
Published Mei 14, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Tak Mau Damai dengan Pelaku Pencatutan Nama, Dewi Perssik: Selalu Memaafkan, Akhirnya Dimanfaatkan

Visit Agenda – Dalam konteks Visit Agenda, artis sekaligus musisi pedangdut Dewi Perssik mengambil langkah tegas untuk tidak lagi berdamai dengan pihak yang mencatut nama beliau. Sebelumnya, ia sudah mengajukan laporan ke Polda Metro Jaya terkait penggunaan nama pribadinya untuk tujuan memperoleh keuntungan. Pada Rabu (13 Mei 2026), Dewi Perssik bersama kuasa hukumnya, Sandy Arifin, melakukan pemeriksaan di Polda Metro Jaya untuk menegakkan tindakan yang dilakukan oleh pelaku pencatutan nama.

Latar Belakang Pencatutan Nama Dewi Perssik

Sebagai salah satu artis yang memiliki nama besar di Indonesia, Dewi Perssik seringkali menjadi target pihak-pihak yang ingin memanfaatkan popularitasnya. Dalam kasus ini, berbagai akun media sosial dan penjual produk mencatut nama beliau tanpa izin, baik secara langsung maupun melalui konten yang diperjualbelikan. Visit Agenda ini menjadi salah satu dari sekian banyak upaya Dewi Perssik untuk menegakkan hak atas nama dan reputasinya.

Langkah-Langkah yang Diambil dalam Proses Hukum

Pada Visit Agenda kali ini, Dewi Perssik memastikan bahwa proses hukum berjalan lancar. Setelah selesai diperiksa di Polda Metro Jaya, ia menyatakan bahwa kelelahannya terhadap pelaku pencatutan nama telah mencapai puncaknya. “Aku sudah frustrasi, nggak ada kata damai kayaknya,” ujarnya, seperti yang dilansir dari YouTube Intens Investigasi, Kamis (14 Mei 2026). Ia menjelaskan bahwa pihak yang mencatut nama tidak hanya mengambil manfaat dari kepopulerannya, tetapi juga menipu publik yang mempercayai nama beliau.

Depe, yang sering disebut dengan sebutan akrab “Dewi Perssik”, sebelumnya telah mencoba memaafkan pelaku. Namun, pengulangan aksi pencatutan nama yang sama membuatnya kecewa. “Karena aku udah bolak-bolak gini, udah itikad baik, bicara baik-baik udah,” kata Depe. “Tapi kayaknya memang selalu memaafkan akhirnya dimanfaatkan,” tambahnya. Kebiasaan ini diperparah oleh berbagai upaya pihak pelaku untuk memperluas skala dampaknya melalui Visit Agenda yang terus berlangsung.

Impak dan Penegakan Hukum

Dewi Perssik menegaskan bahwa tindakan yang diambilnya adalah langkah wajib agar nama dan reputasinya tidak dirusak terus-menerus. “Jadi ini kayaknya solusi yang terbaik, enggak ada kata maaf,” ujarnya. Ia berharap dengan Visit Agenda ini, pelaku akan memahami konsekuensi hukumnya dan berhenti melakukan aksi yang merugikan. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk memberi efek jera kepada pihak-pihak lain yang mungkin mengikuti jejak serupa.

Dalam wawancara dengan media, Dewi Perssik mengungkapkan rasa frustrasinya. “Aku nggak mau lagi damai dengan mereka, karena sudah terlalu banyak penipuan yang dilakukan,” kata dia. Ia menilai bahwa pihak yang mencatut nama beliau merasa tidak perlu bertanggung jawab, meskipun telah berulang kali dimintai maaf. Visit Agenda ini menjadi titik balik dalam usaha Depe untuk menegakkan hak atas nama pribadinya.

“Soalnya aku udah kesal, nggak ada damai kayaknya ini,” ucap Dewi Perssik, dikutip dari YouTube Intens Investigasi.

“Karena aku udah bolak-bolak gini, udah itikad baik, bicara baik-baik udah,” kata Depe.

“Tapi kayaknya memang selalu memaafkan akhirnya dimanfaatkan,” tambah Depe.

Leave a Comment