Metropolitan

Sindikat Pembobol Kargo Bandara Soetta Dibekuk – Tas Bermerek Rp1 Miliar Hilang

Sindikat Pencuri Kargo Bandara Soetta Dibongkar Sindikat Pembobol Kargo Bandara Soetta Dibekuk - Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Wisnu Wardana

Desk Metropolitan
Published Mei 15, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Table of Contents
  1. Sindikat Pencuri Kargo Bandara Soetta Dibongkar
  2. Proses Investigasi dan Penangkapan

Sindikat Pencuri Kargo Bandara Soetta Dibongkar

Sindikat Pembobol Kargo Bandara Soetta Dibekuk – Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Wisnu Wardana, mengungkap keberhasilan penyidik dalam mengungkap kasus pencurian barang ekspor yang dilakukan oleh sindikat pembobol kargo bandara soetta. Dalam operasi tersebut, tiga tersangka ditangkap dan diduga terlibat dalam penyitaan ratusan tas merek Lululemon yang hilang dari area kargo. Kerugian yang terjadi mencapai lebih dari Rp1 miliar, dengan sejumlah barang hasil pencurian berhasil dijual ke penadah. Operasi berhasil dilakukan setelah petugas menemukan jejak para pelaku melalui rekaman kamera pengawas di RA BST serta gudang Soewarna Bandara Soekarno-Hatta.

Proses Investigasi dan Penangkapan

Kasus ini dimulai setelah PT Pungkook Indonesia One melaporkan kehilangan muatan yang akan dikirim ke luar negeri. Polresta Bandara Soetta mengirim tim investigasi untuk menyelidiki kejadian tersebut. Selama penyelidikan, petugas memanfaatkan sistem pengawasan dan pemeriksaan X-Ray di area kargo Garuda Indonesia untuk mengidentifikasi kegiatan mencurigakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa para pelaku secara sistematis memisahkan 40 karton barang dari muatan, lalu mengirimkannya ke truk boks untuk dijual.

Peran Tersangka dalam Operasi

Kasatreskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Yandri Mono, menjelaskan bahwa para pelaku membagi tugas dalam melakukan aksinya. Dalam kesempatan wawancara, Yandri mengatakan bahwa salah satu pelaku, F, bertugas memastikan 40 karton tersebut dilepas dari pemeriksaan dan dimasukkan ke truk boks. Sementara itu, R alias K mengendalikan operasi secara keseluruhan, dan A membantu dalam menjalankan rencana pencurian. “Operasi ini berlangsung rutin selama beberapa bulan, tetapi belum pernah dilaporkan oleh pihak terkait,” tambah Yandri.

Dari investigasi yang dilakukan, polisi menemukan bahwa 80 dari 108 tas yang hilang telah dijual ke penadah dengan inisial BO seharga Rp300 ribu per unit. Proses penjualan ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi, dengan barang-barang hasil pencurian ditransfer ke lokasi yang jauh dari area kargo. Kapolresta Wisnu Wardana menegaskan bahwa tindakan para pelaku tidak hanya menyebabkan kerugian finansial besar, tetapi juga mengancam kepercayaan pelanggan terhadap jasa kargo. “Kami menemukan indikasi kejahatan yang terorganisir,” kata Wisnu dalam konferensi pers.

Penyidik saat ini sedang mengejar kemungkinan adanya pelaku tambahan yang terlibat dalam kasus ini. Selain itu, pihak kepolisian mengimbau seluruh penyedia jasa kargo untuk meningkatkan keamanan dan pengawasan terhadap distribusi barang ekspor. “Kami ingin mencegah tindakan serupa terjadi di masa depan,” ujar Yandri. Pelaku juga diduga menggunakan strategi menggandeng pihak dalam dan luar bandara untuk memudahkan akses ke area kargo yang terkunci.

Kasus ini menjadi bukti bahwa kejahatan kargo tidak hanya terjadi di area luar negeri, tetapi juga bisa menyebar ke dalam negeri. Penyelidikan yang sedang berlangsung menunjukkan bahwa para pelaku memanfaatkan celah sistem pengawasan dan kurangnya keamanan di beberapa titik. “Sistem X-Ray dan kamera sudah terbukti efektif, tetapi kecurigaan masih muncul karena ada indikasi pembobolan yang terencana,” jelas Yandri. Dengan menangkap tiga tersangka, polisi kini fokus pada pengembangan kasus untuk menemukan pelaku lain yang mungkin terlibat dalam kejahatan ini.

Langkah Pencegahan dan Penindakan Selanjutnya

Pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sindikat pembobol kargo bandara soetta melakukan tindakan secara jaringan. Selain melakukan penyelidikan lebih lanjut, polisi juga berencana mengecek prosedur pemeriksaan di seluruh terminal kargo untuk memastikan tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan. “Kami akan meningkatkan kegiatan patroli dan menggandeng pihak berwenang lain untuk memperketat pengawasan,” kata Wisnu. Selain itu, pihak kepolisian juga sedang memproses laporan dari pelanggan di Shanghai yang mengalami kerugian besar akibat aksi ini.

Leave a Comment