Regional

Important Visit: TNI Sebut OPM Ancam Warga Papua agar Tanam Ganja di Pekarangan Rumah

Important Visit: TNI Sebut OPM Ancam Warga Papua Tanam Ganja di Rumah Important Visit - JAKARTA - Dalam kunjungan rutin yang diadakan oleh pasukan TNI Komando

Desk Regional
Published Mei 16, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Important Visit: TNI Sebut OPM Ancam Warga Papua Tanam Ganja di Rumah

Important Visit – JAKARTA – Dalam kunjungan rutin yang diadakan oleh pasukan TNI Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kogabwilhan III), fakta baru terungkap mengenai ancaman yang diberikan Organisasi Papua Merdeka (OPM) kepada masyarakat di wilayah pedalaman Papua. Letjen TNI Lucky Avianto, Panglima Kogabwilhan III, menyatakan bahwa OPM tidak hanya memperluas area pertanian ganja di hutan, tetapi juga mengarahkan warga setempat, terutama orang tua dan generasi muda, untuk menanam narkotika di sekitar rumah mereka. Ini menjadi sorotan utama dalam rangkaian kegiatan Important Visit yang bertujuan memperkuat kesadaran masyarakat tentang bahaya penggunaan ganja.

Kunjungan Edukasi TNI ke Distrik Oksibil

Dalam Important Visit terbaru, TNI bersama sejumlah pejabat penting seperti Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang dan Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, melakukan pertemuan langsung dengan warga di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. Pertemuan ini diadakan untuk menyampaikan pesan bahwa OPM aktif mendorong penanaman ganja di area perumahan sebagai bagian dari strategi mereka mengancam kesejahteraan masyarakat Papua. Selama kegiatan, aparat TNI membagikan foto tokoh OPM yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dan diduga terlibat dalam pengembangan budidaya ganja ilegal.

Kunjungan tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang. “Situasi ini memprihatinkan karena jelas mengancam kehidupan masyarakat dan masa depan Papua,” ujar Lucky, Jumat (15/5/2026). Ia menambahkan bahwa kehadiran TNI dalam Important Visit bertujuan mengedukasi warga mengenai dampak jangka panjang dari penyalahgunaan narkoba, termasuk efek negatif terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda.

TNI Bongkar 2.000 Batang Ganja di Desa Ngutok

Sebelumnya, dalam operasi yang dilakukan selama Important Visit, TNI berhasil mengungkap praktik budidaya ganja ilegal di Desa Ngutok, Distrik Oksibil. Aparat menemukan dan menghancurkan sekitar 2.000 batang pohon ganja yang diduga dikembangkan oleh kelompok OPM. Kegiatan ini memperlihatkan upaya TNI untuk melindungi warga Papua dari pengaruh negatif organisasi separatis tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh, beberapa warga mengakui bahwa mereka diberi tekanan oleh OPM untuk menanam ganja di pekarangan rumah mereka. Ancaman ini disampaikan secara langsung agar penggunaan narkoba terus meningkat di kalangan masyarakat. Lucky mengungkapkan bahwa OPM menggunakan cara ini untuk mengontrol kegiatan ekonomi lokal dan merusak harapan generasi muda Papua.

Dalam Important Visit terkini, TNI juga menekankan bahwa penghancuran ganja ilegal adalah langkah awal dalam memutus rantai perdagangan narkoba di wilayah tersebut. “Betapa menyedihkannya, di saat ibu-ibu Papuan berusaha melindungi anak-anak mereka di tanah kelahiran, TPNPB-OPM malah menanam racun di tempat yang sama,” ujarnya. Kehadiran TNI bertujuan memberikan edukasi dan menyampaikan pesan bahwa kegiatan ilegal harus dihentikan.

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III terus meningkatkan upaya pemberantasan narkoba di Papua sebagai bagian dari Important Visit mereka. Selain operasi di Desa Ngutok, TNI juga melakukan sosialisasi ke berbagai desa di sekitar Oksibil. “Kita akan terus berjuang bersama rakyat untuk menciptakan Indonesia yang bebas narkoba, kuat, dan berdaulat,” tegas Lucky. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya memutus keterlibatan dengan OPM.

Leave a Comment