Daycare Little Aresha Yogyakarta Menggunakan Kamar Percontohan untuk Yakinakan Orangtua
Kasus Kekerasan di Daycare Terus Diselidiki
Announced – Polisi masih mengejar penyelidikan terkait dugaan pelaku kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta. Terungkap adanya strategi yang digunakan pengelola untuk memikat orang tua menitipkan balita. Salah satu cara tersebut adalah menampilkan kamar demonstrasi dengan fasilitas lengkap seperti AC dan kasur nyaman, agar menciptakan kesan layanan pengasuhan yang terjamin. Ini menjadi sorotan utama dalam investigasi yang sedang berlangsung.
“Benar, ada kamar percontohan. Pada awal anak-anak mau ke Little Aresha disampaikan memang kamarnya bagus,” ujar Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Yogyakarta, Iptu Apri Sawitri, Jumat (15/5/2026).
Dalam proses konsultasi, kamar tersebut digunakan sebagai alat pemasaran untuk membangun kepercayaan orang tua. Meski demikian, penyidik menyatakan kondisi nyata di tempat tersebut mungkin berbeda dari yang disampaikan. Dugaan adanya perlakuan tidak layak terhadap sejumlah balita sudah menjadi fokus investigasi. Selain itu, pihak berwajib juga sedang memverifikasi seberapa efektif kamar percontohan dalam menyampaikan informasi ke orang tua.
Penambahan Tersangka dan Periksa Hakim serta Dosen
Sejumlah saksi diperiksa untuk memperkuat bukti dalam kasus ini. Selama Jumat (15/5/2026), penyidik telah mengumpulkan 50 saksi pelapor. Dengan adanya percontohan kamar yang menarik perhatian, penyidik memperkirakan akan ada penambahan tersangka dalam waktu dekat. Saat ini, jumlah tersangka mencapai 13 orang, termasuk ketua yayasan dan kepala sekolah.
“Istilahnya layak dan memang untuk meyakinkan orang tua,” tambah Apri, dalam wawancara serupa.
Kasus ini juga menarik perhatian Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) RI. Pihak kementerian sedang memantau perkembangan investigasi untuk memastikan tindak lanjut yang tepat dilakukan. Di sisi lain, beberapa orang tua mulai mengecek langsung kondisi daycare tersebut, terutama setelah fakta baru tentang kamar percontohan diumumkan.
Sejumlah karyawan daycare, meliputi pengasuh, petugas keamanan, guru TK, serta asisten rumah tangga, tetap menjadi saksi dan wajib melapor setiap Senin serta Kamis. Mereka juga diperiksa untuk melengkapi data terkait metode pengasuhan yang diterapkan. Announced sejumlah kejadian tidak terduga di dalam kamar percontohan, seperti penggunaan alat bantu berlebihan atau kurangnya interaksi antara anak dan pengasuh.
Announced dalam proses penyelidikan, polisi juga menggali informasi dari pihak yayasan dan pendiri daycare. Seorang pengasuh yang pernah bekerja di sana mengungkapkan bahwa kamar percontohan hanya diperlihatkan pada hari tertentu, sementara kondisi sehari-hari bisa berbeda. Hal ini menjadi bahan pertimbangan dalam memperkuat klaim bahwa kekerasan terjadi secara sistematis.
Di tengah penyelidikan, sejumlah orang tua mulai mempertanyakan kesesuaian layanan dengan kondisi aktual. Announced kekhawatiran mereka terutama terhadap anak-anak yang tidak aktif selama kunjungan ke kamar percontohan. Beberapa orang tua menyatakan akan menarik balita mereka dari daycare tersebut setelah mengetahui fakta baru tentang percontohan kamar sebagai sarana pemasaran.
