Nasional

Facing Challenges: Polisi Militer Periksa 21 Saksi dalam Kasus Penembakan Pratu Ferischal, Senpi Rakitan Ditemukan

Polisi Militer Hadapi Tantangan dalam Kasus Penembakan Pratu Ferischal, Senpi Rakitan Ditemukan Facing Challenges - Dalam menghadapi berbagai tantangan, Unit

Desk Nasional
Published Mei 17, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Polisi Militer Hadapi Tantangan dalam Kasus Penembakan Pratu Ferischal, Senpi Rakitan Ditemukan

Facing Challenges – Dalam menghadapi berbagai tantangan, Unit Pomdam II/Sriwijaya sedang mengecek lebih dari dua puluh saksi terkait insiden penembakan di sebuah kafe hiburan malam di Palembang, Sumatera Selatan. Kecelakaan terjadi pada dini hari Sabtu (16/5/2026), saat Pratu Ferischal Alfarizky Abelsa, anggota Detasemen Kesehatan Wilayah Kodam II/Sriwijaya, meninggal akibat luka tembak. Kasus ini memicu perhatian publik karena dugaan sementara menyebutkan pelaku adalah seorang bintara berinisial Sertu MRR, sementara warga sipil berinisial DS diduga menyembunyikan senpi rakitan yang digunakan dalam aksi tersebut.

Proses Investigasi yang Terus Berlangsung

Dalam upaya mengatasi tantangan penelusuran, Denpom II/4 Palembang telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan 21 saksi, serta mengamankan rekaman kamera CCTV untuk investigasi lebih lanjut. Kadispenad TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan bahwa tim penyelidik sedang bekerja ekstra untuk mengungkap detail kejadian, termasuk mengintegrasikan berbagai sumber informasi. “Kita harus menghadapi tantangan dalam mengidentifikasi pelaku dan menyelidiki bagaimana senpi rakitan bisa sampai ke lokasi kejadian,” katanya saat diwawancara pada Minggu (17/5/2026).

Korban, Pratu Ferischal, sempat dibawa ke RS Permata Palembang, namun dinyatakan meninggal pada pukul 03.45 WIB oleh dokter yang menangani. Dalam proses olah TKP, tim investigasi juga mencari petunjuk dari lingkungan sekitar kafe serta mengumpulkan bukti-bukti yang relevan. Tantangan lain yang dihadapi adalah memastikan semua saksi dan bukti tidak terlewat dalam pemeriksaan.

Senpi Rakitan dan Autopsi Korban

Senjata api rakitan yang digunakan dalam aksi penembakan ditemukan di rumah DS, terletak di Kelurahan Srimulya, Sematang Borang, pada pukul 20.15 WIB. Senpi tersebut kemungkinan besar adalah hasil dari konflik pribadi antara korban dan pelaku. Donny Pramono menyebutkan bahwa autopsi menunjukkan korban meninggal akibat luka tembak yang menembus organ hati dan paru-paru sebelah kiri, menyebabkan pendarahan hebat. Proyektil peluru juga telah dikeluarkan dari tubuh dalam proses penyelidikan.

“Kita masih menunggu hasil uji balistik dari Bidlabfor Polda Sumsel untuk memastikan jenis peluru dan hubungannya dengan senpi rakitan yang ditemukan,” tutur Donny. Proses autopsi dan pemeriksaan bukti ini menjadi bagian penting dari upaya mengatasi tantangan dalam menyelidiki kasus ini.

Kontak dengan Tersangka dan Saksi

Tersangka Sertu MRR berhasil ditangkap saat berada di area parkir RS Bhayangkara. Pelaku dan saksi-saksi yang terlibat masih diamankan di Madenpom II/4 dalam kondisi tenang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Donny menjelaskan bahwa insiden tersebut dimulai dengan cekcok antara Pratu BI dan Sertu MRR di lokasi kafe, lalu berkembang menjadi perkelahian akibat konflik pribadi. Dalam situasi terpojok, Sertu MRR diduga mengeluarkan senpi rakitan dan menembak Pratu Ferischal.

Dalam menghadapi tantangan penyelidikan, polisi militer juga bekerja sama dengan berbagai instansi seperti rumah sakit dan lembaga forensik. Proses ini menuntut kesabaran dan ketelitian, karena setiap detail bisa menjadi kunci dalam memecahkan kasus. Saat ini, investigasi masih berjalan untuk mengungkap lebih jauh hubungan antara pelaku, saksi, dan korban.

Konteks Konflik dan Dampak Sosial

Kasus penembakan ini menimbulkan kritik terhadap penggunaan senjata rakitan dalam lingkungan militer, yang sebelumnya dianggap lebih aman. Dalam menghadapi tantangan ini, polisi militer mencoba memperjelas alur peristiwa serta motivasi pelaku. Berdasarkan pemeriksaan saksi, konflik antara Pratu Ferischal dan Sertu MRR disebutkan berawal dari masalah pribadi, termasuk persaingan di lingkungan kerja. Dampak sosial dari kejadian ini juga semakin meningkatkan ketegangan di masyarakat, dengan warga menghimbau agar tindakan serupa dihindari.

Polisi militer terus berupaya mengatasi tantangan dalam menyelidiki kasus ini, termasuk memastikan semua saksi diwawancarai secara mendalam. Dengan adanya senpi rakitan yang ditemukan, investigasi memiliki dasar yang kuat untuk memperjelas peran DS dalam menyalurkan senjata tersebut. Selain itu, proses pemeriksaan juga memerlukan koordinasi yang rapat antar tim penyelidik.

Langkah Selanjutnya dalam Penyelidikan

Setelah mengecek lebih dari 21 saksi dan mengamankan bukti-bukti fisik, polisi militer berencana mengungkap hasil penyelidikan dalam waktu dekat. Dalam menghadapi tantangan penyelidikan, tim juga menghubungi pihak keluarga korban dan warga sekitar untuk memperoleh informasi tambahan. Donny Pramono memperkirakan bahwa penyelesaian kasus akan memakan waktu beberapa hari, tergantung pada kecepatan pengambilan hasil uji balistik.

Dalam perjalanan penyelidikan, polisi militer juga menghadapi tantangan dari sisi teknis, seperti pengambilan bukti dari tempat kejadian perkara yang berlokasi di kafe hiburan. Meski demikian, tim tetap berusaha mempercepat proses untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat. Kasus ini menjadi contoh bagaimana tantangan penyelidikan bisa diatasi dengan kolaborasi dan ketelitian.

Leave a Comment