Key Discussion: Menpora Erick Pastikan Komitmen Presiden Prabowo untuk Pembangunan Olahraga Nasional
Key Discussion tentang komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pembangunan olahraga nasional menjadi topik utama di Rapat Anggota Komite Olimpiade (KOI) 2026, yang digelar di Hotel Fairmont, Jakarta. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memberikan penjelasan bahwa Presiden tetap bersikeras dalam meningkatkan kualitas sektor olahraga Indonesia. Menpora menekankan bahwa dukungan kepala negara ini penting untuk mencapai transformasi dalam sistem olahraga nasional, termasuk dalam memperkuat kolaborasi antar lembaga.
Langkah Nyata dalam Membangun Sistem Olahraga Nasional
“Saya pastikan, jangan pernah meragukan komitmen Bapak Presiden Prabowo terhadap olahraga nasional. Karena beliau adalah bagian dari keluarga besar olahraga Indonesia, dan saya juga turut berperan dalam ekosistem ini. Komitmen saya terhadap pembangunan olahraga tidak perlu dipertanyakan,” ujar Erick Thohir.
Menpora Erick menjelaskan bahwa pihatnya sedang mengerjakan beberapa perubahan yang signifikan untuk mempermudah pengembangan cabang olahraga. Salah satu upaya yang diungkapkan adalah penyederhanaan aturan regulasi. Sebelumnya, Kemenpora memiliki 191 ketentuan dan 1500 pasal, namun kini telah disederhanakan menjadi hanya 4 ketentuan serta 600 pasal. “Ini menjadi fondasi awal transformasi sistem olahraga nasional agar bisa bersaing di Asia Tenggara, Asia, dan dunia,” tambahnya.
Kolaborasi dengan Kementerian Lain untuk Meningkatkan Kualitas Olahraga
Dalam Key Discussion, Erick juga menyoroti pentingnya kerja sama antar kementerian. Ia menyebutkan bahwa Kemenpora telah mengadakan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) serta Kementerian UMKM untuk mengoptimalkan program olahraga. “Kerja sama ini diharapkan mendorong pertumbuhan olahraga secara holistik, termasuk dalam pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur,” jelas Menpora.
Salah satu inisiatif yang diperkenalkan adalah Instruksi Presiden tentang akademi olahraga. Erick menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan memberikan wadah bagi atlet dan pelatih untuk berkembang secara profesional. “Dengan adanya payung hukum ini, kita bisa mengurangi hambatan administratif dan meningkatkan efisiensi pemerintahan olahraga,” ujarnya.
Key Discussion juga menyebutkan bahwa Kemenpora telah menyelesaikan Permenpora 08 Tahun 2026, yang merupakan langkah konkret dalam menyelaraskan proses pengembangan olahraga. Peraturan ini dirancang untuk mempercepat pembangunan cabang-cabang olahraga dengan memudahkan akses ke fasilitas serta mengurangi kompleksitas prosedur.
Pertemuan Internasional dan Rencana Asean Marathon
Dalam Key Discussion, Erick menyoroti keberhasilan Kemenpora dalam menggelar SouthEast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) 2026. Acara ini menurutnya memperkuat sinergi antar negara di Asia Tenggara dalam membangun ekosistem olahraga. “Hasilnya adalah penandatanganan Deklarasi Bali, yang menargetkan pengembangan olahraga internasional, termasuk peran besar dalam acara maraton di negara-negara tetangga,” tutur Menpora.
Menpora Erick juga menyebutkan bahwa langkah konkret di tahun 2027 dan 2028 akan mencakup penyelenggaraan Asean Marathon. “Kita ingin menciptakan ekosistem olahraga yang tidak hanya lokal, tetapi juga berskala internasional. Dengan partisipasi awal dari empat negara, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand, harapan kami adalah menguatkan keikutsertaan sektor olahraga dalam kegiatan multinasional,” tambahnya.
Dalam Key Discussion, Erick menegaskan bahwa Kemenpora tidak hanya berperan sebagai pihak yang mengelola olahraga, tetapi juga sebagai mitra dalam membangun visi pembangunan nasional. Ia berharap kolaborasi yang terjalin dapat memperkuat kapasitas sektor olahraga, baik secara lokal maupun internasional, sehingga mampu berkontribusi lebih besar terhadap kemajuan bangsa.