Bisnis

Topics Covered: Ketua Komisi XI DPR Bela Prabowo soal Orang Desa Tak Pakai Dolar AS: Itu Upaya Tenangkan Masyarakat

Topics Covered: Ketua Komisi XI DPR Bela Prabowo soal Penggunaan Dolar AS di Desa Respon dari Ketua Komisi XI DPR Topics Covered - Ketua Komisi XI DPR RI

Desk Bisnis
Published Mei 19, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Topics Covered: Ketua Komisi XI DPR Bela Prabowo soal Penggunaan Dolar AS di Desa

Respon dari Ketua Komisi XI DPR

Topics Covered – Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun memberikan penjelasan terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti kenaikan nilai dolar AS terhadap rupiah. Misbakhun menegaskan bahwa pernyataan tersebut bertujuan untuk menenangkan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang tidak terlalu terpengaruh oleh perubahan kurs. “Pernyataan Bapak Presiden adalah upaya untuk mencegah kepanikan di tengah masyarakat, karena banyak orang desa tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari,” jelas Misbakhun saat diwawancara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).

“Jangan sampai kekhawatiran terhadap dolar menyebar ke segala penjuru, termasuk ke tingkat masyarakat awam. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa rakyat tetap tenang meski kurs dolar terus bergerak,” tukas Misbakhun.

Pernyataan Prabowo Subianto

Dalam acara peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026), Prabowo menyampaikan bahwa fluktuasi nilai dolar AS tidak secara langsung memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat pedesaan. Ia menekankan bahwa rakyat desa lebih bergantung pada komoditas lokal seperti pangan dan energi. “Dolar memang naik, tapi orang desa tidak perlu khawatir. Mereka tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok, jadi kita jangan terlalu berlebihan dalam menyikapi hal ini,” ujar Prabowo dalam pernyataannya.

“Pernyataan saya bukan untuk memperumit, tapi agar masyarakat bisa lebih fokus pada hal-hal yang benar-benar penting. Kita masih memiliki daya tahan ekonomi, jadi jangan sampai kekhawatiran ini menjadi buruk sangka terhadap kondisi kita,” tambah Prabowo.

Analisis Stabilitas Ekonomi

Misbakhun menambahkan bahwa kekhawatiran terhadap dolar AS adalah hal yang wajar dalam situasi ekonomi global yang tidak stabil. Namun, ia menekankan bahwa pernyataan Prabowo adalah upaya untuk menjaga konsistensi dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan. “Dolar mungkin naik, tapi ini adalah bagian dari dinamika pasar. Yang penting, masyarakat tidak terguncang dan tetap percaya pada kebijakan ekonomi yang dijalankan,” tuturnya.

Ketua Komisi XI DPR juga menyoroti bahwa berbagai pihak mungkin memanfaatkan isu kurs untuk memperkuat argumen politik. “Kita perlu menjelaskan bahwa perubahan nilai tukar dolar AS adalah hal yang alami, dan tidak semua masyarakat terkena dampaknya secara langsung. Jadi, pernyataan Bapak Presiden adalah bagian dari strategi komunikasi yang tepat,” papar Misbakhun.

Penggunaan Dolar AS dalam Masyarakat

Dalam konteks ini, Misbakhun menjelaskan bahwa penggunaan dolar AS di kalangan masyarakat desa terbatas, terutama di sektor perdagangan kecil atau pertanian. “Mayoritas rakyat desa masih menggunakan rupiah dalam transaksi sehari-hari. Hanya sebagian kecil yang terlibat dalam aktivitas ekspor-impor atau investasi, sehingga pernyataan Bapak Presiden lebih tepat sasaran untuk mengurangi kecemasan,” ujarnya.

“Kita perlu memahami bahwa penggunaan dolar AS tidak melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Jadi, ketika Bapak Presiden mengatakan bahwa orang desa tidak memakai dolar, itu adalah fakta yang jelas, bukan sekadar retorika,” tambah Misbakhun.

Signifikansi Pernyataan Politik

Pernyataan Prabowo dan penjelasan Misbakhun menjadi bagian dari strategi komunikasi politik untuk menjaga stabilitas psikologis masyarakat. Dalam kondisi ekonomi yang fluktuatif, upaya ini dinilai penting untuk mencegah kesan bahwa pemerintahan memiliki kelemahan dalam mengatur kurs mata uang. “Dengan menjelaskan bahwa masyarakat desa tidak terlalu terpengaruh, kita bisa membangun kesan bahwa pemerintah sudah memikirkan seluruh lapisan rakyat,” kata Misbakhun.

“Topics Covered ini juga menjadi sarana untuk menyampaikan bahwa kebijakan ekonomi harus dilihat secara komprehensif, bukan hanya dari satu aspek. Kita perlu menyeimbangkan antara kebutuhan pengelolaan dolar dan kekhawatiran masyarakat umum,” lanjutnya.

Leave a Comment