KPK Periksa Dua Saksi Kunci Pengepul Dana Budi Karya, Tapi Tak Ada di Daftar Pemeriksaan
Tak Ada di Daftar Pemeriksaan – Dalam upaya mengungkap skandal korupsi yang melibatkan mantan menteri Budi Karya Sumadi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilaporkan melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi kunci. Namun, mengejutkan, nama-nama tersebut tidak tercantum dalam daftar agenda pemeriksaan harian yang diungkapkan lembaga antikorupsi tersebut. Fakta ini memicu spekulasi bahwa KPK mungkin sedang menggarap kasus yang lebih kompleks dengan langkah pemeriksaan tertutup.
Saksi Kunci yang Terlewat dari Daftar
Dua saksi kunci yang menjadi pusat perhatian adalah Robby Kurniawan, mantan staf ahli bidang logistik Kementerian Perhubungan, dan Danto, mantan direktur lalu lintas Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Meski tidak muncul dalam agenda pemeriksaan umum, keduanya sudah diperiksa secara rahasia oleh penyidik KPK. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki informasi kritis yang dibutuhkan untuk memperjelas keterlibatan Budi Karya dalam proyek pengadaan jalur kereta api.
“Kami belum mengetahui adanya agenda pemeriksaan terhadap Robby dan Danto,” ujar Budi Prasetyo, juru bicara KPK.
Menurut sumber terpercaya, pemeriksaan terhadap Robby dan Danto dimulai beberapa hari sebelumnya. Dalam sesi penyelidikan, Robby dianggap menjadi penghubung antara PPK dan kontraktor yang terlibat. Sementara Danto, selaku mantan direktur, dikenal memiliki wewenang dalam menentukan pemenang tender. Kesaksian mereka berpotensi mengungkap alur dana suap yang diduga mencapai miliaran rupiah.
Langkah Penyidik KPK untuk Mengungkap Detail
KPK melakukan pemeriksaan terhadap Robby selama tujuh jam, fokus pada pengaturan vendor dan dugaan penerimaan fee oleh tersangka Sudewo (SDW), mantan anggota Komisi V DPR. Dalam proses itu, penyidik juga mengecek keberadaan Bambang Irawan Daeng Irate Djamal, mantan staf Robby, pada 13 Mei 2026. Langkah ini menunjukkan bahwa penyidik sedang melacak jalur keuangan yang menghubungkan Sudewo, Robby, dan Budi Karya.
Kasus ini mencakup pengadaan jalur kereta api yang dilakukan DJKA Kemenhub. Proyek tersebut diduga melibatkan dana suap yang dialirkan ke pihak tertentu untuk memuluskan kepentingan politik. Danto, dalam kesaksian terbukanya di Pengadilan Tipikor Medan pada 1 April 2026, menyatakan bahwa ia menerima instruksi dari Budi Karya untuk mengumpulkan dana dari pejabat dan kontraktor. Dana tersebut diduga digunakan untuk memperkuat kepentingan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2024.
Dalam penyelidikan lebih lanjut, KPK mengungkap bahwa alur dana suap mengalir melalui beberapa tahap. Informasi yang didapat dari dua saksi ini menjadi fondasi penting untuk membangun bukti jelas. Pemeriksaan rahasia juga mencakup pemeriksaan terhadap koran-koran serta rekan kerja yang memiliki hubungan langsung dengan proyek tersebut. Ini menunjukkan bahwa KPK tidak hanya mengandalkan pemeriksaan terbuka, tetapi juga langkah-langkah penyelidikan yang lebih terperinci.
“Pemeriksaan terhadap saksi kunci seperti Robby dan Danto sangat strategis untuk memperkuat kerangka bukti,” kata sumber internal KPK.
Dampak Kasus dan Tantangan dalam Penyelidikan
Kasus korupsi yang melibatkan Budi Karya Sumadi mengundang perhatian publik. Pasalnya, mantan menteri ini adalah tokoh yang dianggap memiliki pengaruh besar dalam pengadaan infrastruktur transportasi. KPK berupaya memperjelas peran Budi Karya sebagai penentu kebijakan dan penerimaan dana. Pemeriksaan terhadap dua saksi ini berdampak signifikan, karena mereka mungkin menyimpan catatan transaksi atau keputusan yang bisa mengarah ke keterlibatan langsung KPK dalam proyek tersebut.
Sejumlah pertanyaan muncul tentang mengapa dua saksi kunci ini tidak diperiksa secara terbuka. Apakah karena strategi penyelidikan yang memprioritaskan ketepatan waktu, atau karena KPK ingin menghindari kebocoran informasi sebelum proses penyelidikan selesai? Meski demikian, pemeriksaan tertutup tetap dianggap efektif dalam mengumpulkan bukti-bukti kritis yang belum terungkap. Kesaksian mereka bisa menjadi kunci untuk mengungkap jaringan korupsi yang lebih luas.
Kasus ini juga mengingatkan tentang pentingnya transparansi dalam proses pengadaan infrastruktur. Dengan pemeriksaan dua saksi kunci yang sebelumnya tidak tercantum dalam daftar agenda, KPK menunjukkan bahwa penyelidikan bisa dilakukan secara tersembunyi, tetapi tetap mendalam. Dengan kesaksian Robby dan Danto, KPK berharap bisa memperkuat kasus yang saat ini sedang diselidiki dan memberikan gambaran jelas tentang aliran dana yang disangka terkait kepentingan politik.
