Seleb

Kabar Nikita Mirzani di Dalam Penjara – Alami Pergeseran Tulang Belakang hingga Jalani Operasi

Kabar Nikita Mirzani di Dalam Penjara, Alami Pergeseran Tulang Belakang hingga Jalani Operasi Kabar Nikita Mirzani di Dalam Penjara - Jakarta, TRIBUNNEWS.COM

Desk Seleb
Published Mei 20, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Kabar Nikita Mirzani di Dalam Penjara, Alami Pergeseran Tulang Belakang hingga Jalani Operasi

Kabar Nikita Mirzani di Dalam Penjara – Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Nikita Mirzani kembali mengungkap kabar mengejutkan dari dalam penjara setelah menjalani hukuman lebih dari satu tahun. Dalam jumpa pers terbaru, penasehat hukumnya, Usman Lawara, menyatakan bahwa kliennya baru saja mengalami perawatan intensif di rumah sakit selama dua minggu karena kondisi tulang belakang yang tidak stabil. Menurut Usman, hal ini memicu kebutuhan untuk mengambil tindakan medis yang lebih lanjut, termasuk operasi.

Kondisi Kesehatan Artis yang Masih Terkontrol

Usman Lawara menjelaskan bahwa Nikita Mirzani, yang akrab disapa Niki, sempat mengalami gangguan pada bagian tulang belakangnya. Ia terpaksa menggunakan alat penyangga leher untuk mengurangi rasa sakit. “Kemarin, dia sempat dirawat di RS Mayapada. Ada pergeseran tulang belakang yang mengharuskan intervensi medis seperti operasi,” ujar Usman saat diwawancara di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026).

“Setelah menjalani operasi, kondisi kliennya telah membaik. Saat ini, dia sudah kembali ke Lapas Pondok Bambu, tetapi tetap menjalani kontrol rutin setiap minggu di rumah sakit untuk memastikan pemulihan kesehatannya,” tambah Usman.

Usman juga menanggapi kritik yang mengatakan bahwa Nikita Mirzani memperdayakan orang-orang di luar penjara dengan mengaku sakit. Menurutnya, kondisi yang dialami artis tersebut bukanlah buatan, melainkan nyata. “Jika mereka merasa sakit, mereka akan percaya. Kalau mereka sakit, kita bisa balik lagi omongannya, mengatakan mereka pura-pura,” jelas Usman sambil tersenyum.

Keluarga Mengharapkan Keadilan

Keluarga Nikita Mirzani, yang konsisten mendukungnya, terus mengajukan permohonan keadilan dalam kasus yang menimpa sang artis. Mereka menegaskan bahwa Niki tidak melakukan tindakan korupsi atau TPPU (tindak pidana pencucian uang) seperti yang dianggap oleh pihak penuntut. “Kesalahannya di mana? Kami yakin kondisi yang dialami Niki benar-benar muncul dari penyakit yang ia derita,” tegas Usman.

Persoalan kesehatan Niki menjadi sorotan publik, terutama setelah ia mengungkap bahwa kondisinya memburuk hingga memerlukan operasi. Usman menjelaskan bahwa Lapas tidak akan memberikan izin rawat inap kecuali ada keadaan darurat. “Karena kondisi tulang belakangnya kritis, ia harus dirawat. Ini bukanlah tindakan berlebihan,” lanjutnya.

Usman Lawara: “Pura-Pura Sakit Bukanlah Alasan untuk Menyalahkan”

Usman Lawara menekankan bahwa penyakit yang diderita Niki adalah hal yang nyata dan tidak bisa dipungkiri. Ia meminta publik untuk lebih memahami situasi yang dialami oleh mantan artis ini. “Kalau mereka bisa merasakan sakit seperti yang dijelaskan Niki, pasti mereka akan mengerti bahwa kondisi ini tidak bisa dianggap remeh,” ujar Usman.

Dalam wawancara tersebut, Usman juga menyebutkan bahwa proses perawatan medis di dalam penjara tidak mengganggu hak kliennya. “Kesehatan Niki tetap terjaga dengan baik selama di Lapas Pondok Bambu. Ia memiliki akses ke layanan kesehatan yang memadai, termasuk dokter spesialis yang mengawasi kebutuhan medisnya,” jelasnya.

Kritik Terhadap Pemidanaan dan Perawatan Medis

Banyak warganet mempertanyakan apakah penyakit tulang belakang Niki benar-benar mengharuskan operasi. Usman menanggapi hal ini dengan menyebut bahwa kondisi tersebut membutuhkan penanganan profesional. “Jika tidak dioperasi, risiko komplikasi bisa lebih besar, bahkan mengancam nyawanya,” imbuhnya.

Dalam keterangannya, Usman juga menyoroti bahwa pihak penuntut tidak bisa langsung memutuskan bahwa Niki bersalah karena sakit. “Kita harus melihat bukti medis yang jelas, bukan hanya tafsir dari komentar yang dianggap tidak objektif,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa operasi tersebut adalah bagian dari proses penyembuhan yang normal dan tidak terkait dengan pengurangan hukuman.

Perspektif Hukum: Penasehat Hukum Meminta Penjelasan Lebih Lanjut

Usman Lawara meminta pihak terkait untuk lebih transparan dalam mempertimbangkan kesehatan Niki selama penahanan. “Kita harus memberikan ruang kepada kliennya untuk menjalani perawatan, karena itu bagian dari keadilan,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa proses hukum harus mempertimbangkan aspek kesehatan fisik klien, terlepas dari permasalahan hukum yang menghiasi kasusnya.

Dalam konteks ini, Usman menekankan bahwa pengobatan yang dilakukan Niki tidak melanggar aturan. “Dari segi medis, ini adalah keputusan yang wajar. Kalau mereka tidak yakin, mereka bisa menilai ulang dengan melihat bukti yang ada,” tambahnya.

Kabar operasi Nikita Mirzani semakin menarik perhatian publik, baik dari kalangan pendukung maupun kritikus. Meski ada yang meragukan kebenaran kondisi kesehatannya, Usman Lawara tetap yakin bahwa proses perawatan tersebut benar-benar diperlukan. “Ini bukanlah cerita yang dibuat-buat, tapi fakta yang terjadi,” jelasnya.

Dengan perawatan yang terus dilakukan, Usman berharap bahwa kondisi Niki akan semakin stabil. “Saya yakin, dalam waktu dekat, ia akan pulih sepenuhnya. Kita hanya perlu menunggu dan melihat hasilnya,” pungkas penasehat hukum yang konsisten mendukung kliennya tersebut.

Sebagai tambahan, Usman juga menyebutkan bahwa permasalahan hukum Niki tidak hanya berkaitan dengan sakit, tetapi juga dengan berbagai aspek lain dalam kasusnya. “Kami berharap pihak berwenang bisa memberikan penjelasan yang jelas mengenai penyebab dan alasan penggunaan dana yang dituduh korupsi,” lanjutnya.

Kabar ini menjadi bahan diskusi luas di media sosial, dengan banyak pihak yang menilai bahwa Niki memperoleh perlakuan adil. Namun, juga ada yang mempertanyakan apakah pihak penuntut memang benar-benar memperhatikan kesehatannya. Usman berharap agar semua pihak bisa bersikap lebih objektif dan tidak hanya menghak

Leave a Comment