Kilas Kementerian

Latest Program: Sepakat Kembangkan AI untuk Layanan Publik, Indonesia-Korea Selatan Teken Kerja Sama

Korea Selatan Kolaborasi Pengembangan AI untuk Layanan Publik Terkini Latest Program - Kerja sama dalam Latest Program ini menjadi bagian dari upaya

Desk Kilas Kementerian
Published Mei 22, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Indonesia-Korea Selatan Kolaborasi Pengembangan AI untuk Layanan Publik Terkini

Latest Program – Kerja sama dalam Latest Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan publik. Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan menandatangani MoU di bidang kecerdasan buatan (AI) serta transformasi digital pada Jumat, 22 Mei 2026, di Seoul. MoU ditandatangani oleh Menteri PANRB Rini Widyantini dan Menteri Interior serta Keamanan Korea Selatan, Yun Hojung. Latest Program yang diluncurkan bertujuan memperkuat kolaborasi antar lembaga pemerintah, meningkatkan kemampuan digital, dan memastikan layanan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Penguatan Sistem Digital sebagai Fokus Utama

Menurut Rini Widyantini, Latest Program ini merupakan langkah strategis untuk mendorong pemerintahan digital. “Kerja sama ini akan menjadi dasar untuk mempercepat inovasi teknologi di sektor layanan publik,” katanya dalam wawancara terpisah. Rini menekankan bahwa Latest Program akan memperkuat kebijakan, teknologi, dan pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Korea Selatan. Pemerintah Indonesia telah menaruh perhatian besar pada penggunaan AI untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik.

Kolaborasi Teknis dan Pertukaran Pengalaman

Kerja sama dengan Korea Selatan diperkuat oleh pengalaman mereka dalam pemerintahan digital. Proyek-proyek sebelumnya seperti Digital Government Cooperation Centre dan bantuan teknis dari National Information Society Agency telah membuka jalan untuk Latest Program ini. Rini menyebut bahwa Korea Selatan memiliki ekosistem yang matang, sehingga menjadi mitra utama dalam pengembangan sistem digital Indonesia. Latest Program juga menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk menjadi anggota OECD, dengan fokus pada standarisasi teknologi dan pelayanan publik yang lebih baik.

Dalam Latest Program, pihak berwenang akan membagi tugas berdasarkan keahlian masing-masing negara. Korea Selatan akan berperan dalam menyediakan teknologi AI canggih, sementara Indonesia akan memastikan penerapan praktis di berbagai sektor pemerintahan. Proyek ini menargetkan peningkatan aksesibilitas layanan publik, baik melalui aplikasi mobile, sistem digital berbasis cloud, maupun layanan otomatisasi. Latest Program ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia, seiring peningkatan kesadaran masyarakat akan manfaat AI.

Kerja sama antara kedua negara tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia. Latest Program akan mencakup pelatihan karyawan pemerintah, peningkatan kapasitas IT, serta kemitraan dengan lembaga pendidikan. Rini menyoroti pentingnya perguruan tinggi dalam mencetak tenaga ahli yang mampu mengoperasikan sistem AI dan digital. “Melalui Latest Program, kami berharap menciptakan ekosistem yang mendukung ekspansi teknologi digital secara bertahap,” ujarnya. Proyek ini diharapkan juga bisa mendorong penggunaan data pemerintah secara optimal.

Pembangunan Latest Program akan dilakukan dalam beberapa tahap, dengan prioritas pada peningkatan infrastruktur digital dan penguasaan teknologi AI. Sejumlah proyek kunci, seperti portal layanan INA dan sistem identifikasi digital, akan menjadi fokus utama. Latest Program ini juga diharapkan memberikan contoh bagus untuk negara lain yang ingin mengadopsi teknologi AI dalam layanan publik. “MoU ini bukan hanya alat kerja, tetapi juga kesepakatan untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi rakyat,” imbuh Rini. Proyek kerja sama ini akan berlangsung selama tiga tahun, dengan evaluasi berkala untuk menyesuaikan strategi.

Menurut Menteri Yun Hojung, Latest Program akan menciptakan ruang kolaboratif yang saling menguntungkan. “Kami percaya bahwa pemerintahan digital di Indonesia akan menjadi model yang bisa diadopsi oleh negara-negara Asia Tenggara,” katanya. Kemitraan ini juga melibatkan lembaga-lembaga pendidikan dan penelitian, termasuk universitas-universitas di Korea Selatan yang akan berpartisipasi dalam program pelatihan digital. Latest Program diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan publik seiring keterlibatan perusahaan-perusahaan teknologi lokal dan internasional.

Leave a Comment