Yane Ardian Puji Komitmen Lampung Selatan dalam Program Special Plan untuk Anak Zero Dose
Special Plan – Program Special Plan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menunjukkan upaya serius dalam mengatasi masalah anak-anak yang belum menerima vaksin dasar lengkap, atau yang dikenal sebagai anak zero dose. Yane Ardian Bima Arya, Staf Ahli Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat, memberikan apresiasi terhadap kinerja daerah tersebut dalam mempercepat penanggulangan isu ini. Dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Special Plan, Yane menyoroti pentingnya intervensi kesehatan ini untuk memastikan setiap anak meraih hak kesehatan secara merata.
Program Special Plan sebagai Solusi Strategis
Special Plan tidak hanya menjadi strategi nasional, tetapi juga diterapkan secara lokal dengan adaptasi yang tepat sesuai kebutuhan masyarakat Lampung Selatan. Program ini dirancang untuk mengidentifikasi dan memberikan perlindungan kesehatan kepada anak-anak yang terlewat dalam imunisasi dasar, serta meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya vaksinasi. Yane mengatakan, Special Plan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan akses layanan kesehatan yang inklusif dan merata.
“Pemerintah memberikan perhatian signifikan pada isu ini dengan menetapkan target percepatan pengurangan anak zero dose agar tidak ada yang terlewat dari hak kesehatan dasar,” ujarnya.
Kesehatan anak menjadi fondasi utama pembangunan bangsa, sehingga imunisasi zero dose menjadi prioritas dalam Special Plan. Data terkini per 11 Mei 2026 menunjukkan cakupan imunisasi di Lampung Selatan mencapai 4.384 dari 4.967 anak, atau 88,2 persen. Setelah pembaruan terakhir, angka ini meningkat menjadi 92 persen, yang menjadi bukti keberhasilan program Special Plan dalam tiga bulan implementasi. Yane menyebutkan, peningkatan ini memperlihatkan efektivitas kebijakan yang disusun secara terpadu.
Kolaborasi dan Strategi Penyelarasan
“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama, keseriusan, dan kecepatan pihak setempat dalam waktu satu setengah bulan. Semoga upaya ini terus dilanjutkan,” tambahnya.
Komitmen Lampung Selatan dalam Special Plan diapresiasi oleh Yane karena keberhasilannya memadukan berbagai sektor, termasuk Kementerian Kesehatan, TP PKK, dan organisasi masyarakat. Dalam Special Plan, pemerintah daerah fokus pada pendekatan multisectoral, melibatkan tenaga kesehatan, pengurus PKK, dan komunitas setempat untuk mengidentifikasi hambatan penyelenggaraan vaksinasi. Strategi ini berupa sosialisasi intensif, pendampingan langsung ke rumah warga, serta peningkatan kapasitas petugas kesehatan.
Yane menegaskan bahwa Special Plan tidak hanya meningkatkan cakupan imunisasi, tetapi juga mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan kualitas layanan dasar masyarakat. Program ini menjadi contoh sukses yang bisa ditiru daerah lain untuk menerapkan pendekatan serupa. Selain itu, Special Plan diharapkan mampu memperkuat kebijakan kesehatan yang berbasis data dan kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah daerah juga perlu memastikan penyampaian informasi tentang pentingnya vaksinasi sampai ke keluarga yang membutuhkan,” kata Yane.
Dalam Special Plan, kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah sangat krusial. Program ini bertujuan menjangkau keluarga yang belum memahami manfaat vaksinasi, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan akses. Dengan pendekatan yang lebih humanis, Special Plan tidak hanya meningkatkan cakupan vaksinasi, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Yane menyebutkan, keberhasilan ini menunjukkan pentingnya koordinasi yang sinergis antara berbagai pihak.
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Special Plan dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan Reni Apriyani, serta jajaran pengurus TP PKK pusat dan daerah lainnya. Hadir pula berbagai pemangku kepentingan yang mendukung program ini, seperti organisasi kesehatan, tokoh masyarakat, dan pendidik. Keseriusan seluruh pihak menunjukkan bahwa Special Plan adalah langkah konkret untuk mewujudkan kesehatan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.
