Kilas Kementerian

Latest Program: Mensos Gus Ipul Bebastugaskan Dua Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa

Mensos Gus Ipul Bebastugaskan Dua Pejabat Pengadaan Bansos Latest Program - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengumumkan langkah

Desk Kilas Kementerian
Published Mei 13, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Mensos Gus Ipul Bebastugaskan Dua Pejabat Pengadaan Bansos

Latest Program – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengumumkan langkah pemberhentian sementara dua pejabat dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kementerian Sosial. Tindakan ini diambil sebagai bagian dari upaya menegakkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran. Dua posisi yang menjadi sasaran yaitu Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa sebagai Pejabat Pembuat Komitmen, serta Kepala Subbagian Perlengkapan dan Barang Milik Negara. Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Sosial, Rabu (13/5/2026), sebagai respons atas temuan evaluasi internal yang mengungkap potensi risiko administrasi.

“Latest Program ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memperbaiki sistem pengadaan. Dengan membebaskan tugas sementara dari dua pejabat, kami berharap proses pendalaman bisa berjalan lebih cepat dan terarah,” terang Gus Ipul dalam pidato resmi.

Gus Ipul menekankan bahwa tindakan ini juga merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pengadaan. “Kami ingin memastikan bahwa semua proses memenuhi standar kepatuhan dan keterbukaan. Ini adalah upaya kami untuk menghindari kesalahan administrasi yang bisa mengurangi manfaat program bantuan sosial kepada masyarakat,” tambahnya. Selain itu, ia meminta Sekretaris Jenderal, Robben Rico, untuk segera memperkuat kapasitas tim pengadaan dan mengimplementasikan penghematan anggaran. Dody Sukmono, Plt Inspektur Jenderal, ditugaskan untuk melanjutkan investigasi terkait hasil evaluasi tersebut.

Latest Program: Evaluasi Proses Pengadaan

Tim khusus di bawah kepemimpinan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono telah melakukan klarifikasi selama seminggu terhadap proses pengadaan sepatu tahun 2025. Hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa meskipun secara umum prosedur telah sesuai, ada catatan penting yang perlu dikaji lebih lanjut. “Latest Program ini memperkuat komitmen kami untuk memastikan setiap pengadaan dilakukan secara profesional dan akuntabel,” ungkap Agus Jabo Priyono dalam konferensi pers tambahan.

“Dalam pelaksanaan pengadaan sepatu, terdapat risiko kesalahan administrasi yang perlu ditelusuri. Tim kami sedang memeriksa apakah ada ketidaksesuaian dalam proses pengelolaan anggaran atau pengambilan keputusan,” jelasnya.

Berdasarkan hasil klarifikasi, tim menemukan bahwa volume pengadaan besar, keterbatasan waktu, serta keterbatasan sumber daya manusia berkontribusi pada potensi maladministrasi. “Latest Program ini menjadi titik awal untuk memperbaiki sistem pengadaan. Kami akan mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan transparansi dan keadilan dalam proses tersebut,” tambah Agus Jabo. Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan publik terhadap program bantuan sosial yang dijalankan Kemensos.

Latest Program: Pengadaan Bansos Diperbarui

Kementerian Sosial menegaskan bahwa setiap temuan akan ditindaklanjuti secara proporsional, baik melalui sanksi administratif maupun penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran. “Latest Program ini merupakan bagian dari perbaikan berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa semua program bantuan sosial, termasuk pengadaan, berjalan dengan baik dan terukur,” tambah Gus Ipul. Proses investigasi oleh Inspektorat Jenderal masih berlangsung untuk mengungkap potensi kesalahan administrasi yang telah diidentifikasi.

Digitalisasi bansos dipercepat sebagai bagian dari rencana peningkatan efisiensi. Gus Ipul menyebutkan bahwa semua program Kemensos kini menggunakan sistem DTSEN (Digitalisasi Transparansi dan Pengawasan Sosial). “Dengan sistem ini, kami bisa memantau seluruh proses pengadaan secara real-time, sehingga mencegah kemungkinan korupsi atau ketidaksempurnaan dalam pemberian bantuan sosial,” jelasnya. Langkah ini juga diharapkan bisa meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam memantau penggunaan dana.

Latest Program ini juga mencakup perbaikan mekanisme pengadaan untuk menghindari pengulangan kesalahan. Kementerian Sosial telah menetapkan beberapa langkah strategis, seperti pelatihan pegawai, penggunaan teknologi informasi, serta penguatan sistem pengawasan internal. “Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan bantuan sosial, termasuk pengadaan barang dan jasa, selalu berjalan secara optimal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tegas Gus Ipul. Ia juga menyebutkan bahwa hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk penyesuaian kebijakan di tahun mendatang.

Dalam upaya mencapai tujuan Latest Program, Kementerian Sosial berkolaborasi dengan lembaga terkait untuk memastikan konsistensi dan keberlanjutan. “Kami akan terus berkoordinasi dengan BPK, KPK, serta instansi pemerintah lainnya untuk mengawasi proses ini secara ketat,” imbuh Gus Ipul. Dengan adanya pemberhentian sementara dua pejabat, diharapkan proses pengadaan bisa menjadi lebih efektif dan transparan, sekaligus menunjukkan komitmen Kemensos dalam meningkatkan kualitas layanan publik.

Leave a Comment