Regional

New Policy: Prabowo Berikan Sapi Kurban untuk Masjid Agung Keraton Solo, Bobotnya 1.081 Kg

New Policy: Prabowo Berikan Sapi Kurban untuk Masjid Agung Keraton Solo, Bobotnya 1.081 Kg New Policy - Dalam implementasi New Policy yang diterapkan oleh

Desk Regional
Published Mei 27, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

New Policy: Prabowo Berikan Sapi Kurban untuk Masjid Agung Keraton Solo, Bobotnya 1.081 Kg

New Policy – Dalam implementasi New Policy yang diterapkan oleh pemerintah, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat melalui donasi satu ekor sapi kurban kepada Masjid Agung Keraton Solo di Kota Solo, Jawa Tengah. Sapi tersebut memiliki bobot sekitar 1.081 kg dan merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat kemitraan dengan masyarakat dan lembaga keagamaan. Donasi ini dilakukan pada Selasa (26/5/2026) dengan pengiriman dilakukan pada pukul 16.52 WIB.

“Perasaannya ya senang. Petani dapat uang lumayan. Jumlahnya lumayan. Dibeli Pak Presiden. Taruhlah asal harga standar kita sudah senang ternak kita dibeli Pak Presiden. Tapi walaupun tidak bisa disebutkan angkanya, harganya di atas rata-rata,” kata Bambang Purnomo, peternak yang menyumbangkan sapi tersebut, dikutip dari Tribun Solo.

Kemitraan dalam Program Kurban Nasional

Sapi yang dihadiahkan ini menjadi bagian dari New Policy yang mengintegrasikan program sosial dengan kegiatan budaya dan keagamaan. Bambang menjelaskan bahwa ternak yang diberikan telah dirawat sejak usia satu tahun, dengan berat awal sekitar 250 kg. Hewan tersebut dipelihara di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, dan diberi perlakuan khusus sebagai bagian dari New Policy ini.

“Pokoknya mahal dan menyejahterakan. Dikasih pakan yang jelas. Porsinya saja yang spesial. Pakannya standar seperti sapi pada umumnya. Dimandikan sebulan sekali cukup,” ujarnya.

Pengembangan Ekonomi Melalui Kurban

Selain mendukung kegiatan ibadah, New Policy ini juga bertujuan memperkuat ekonomi peternak lokal. Sapi kurban yang diberikan oleh Prabowo seharga Rp122 juta telah menjadi salah satu bentuk insentif bagi peternak yang mengikuti program ini. Menurut Bambang, donasi ini membantu meningkatkan pendapatan dan kredibilitas usaha ternaknya, yang sebelumnya terbatas pada pasar lokal.

Program Kurban Nasional 2026

Menurut Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, New Policy dalam kurban nasional 2026 dilakukan sebagai upaya memastikan distribusi daging qurban yang merata ke seluruh daerah. Dalam program ini, Presiden Prabowo menyerahkan total 1.098 ekor sapi kurban, dengan distribusi mencakup seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Sapi premium yang diberikan memiliki berat antara 800 kg hingga 1,3 ton, dan beberapa daerah mendapatkan dua ekor sapi sebagai pengganti.

Donasi sapi kurban oleh Prabowo juga dilakukan dalam kerja sama dengan sejumlah tokoh, seperti Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Pelaksana Keraton Solo KGPHPA Tedjowulan, dan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto. Kemitraan ini memperkuat New Policy dalam menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat. Sapi yang diberi nama Sambo ini diharapkan mampu memberikan manfaat maksimal bagi umat Islam di Kota Solo.

Respons Masyarakat dan Ekspektasi Masa Depan

Masyarakat Kota Solo memberikan sambutan positif terhadap New Policy ini, karena donasi sapi kurban dianggap sebagai bentuk apresiasi terhadap keagamaan dan ekonomi lokal. Menurut para pengurus Masjid Agung Keraton Solo, hadiah tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas pengurapan, tetapi juga mendorong partisipasi lebih besar dalam kegiatan sosial. Selain itu, New Policy ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keadilan dan kesetaraan dalam distribusi sumber daya.

Dengan New Policy ini, Prabowo mencoba menegaskan peran pemerintah dalam memperkuat ekonomi peternak dan mendorong kegiatan sosial berbasis keagamaan. Sapi kurban yang diberikan menjadi simbol keberlanjutan program nasional, di mana pemerintah mengalokasikan dana di atas Rp100 miliar dari APBN untuk memastikan distribusi yang tepat. Langkah ini juga diharapkan menjadi contoh bagi pejabat lain untuk terlibat dalam kegiatan serupa, yang secara keseluruhan diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar dan membangun kepercayaan publik.

Leave a Comment