Regional

Ditegur saat Merokok – 8 Siswa SMK Justru Keroyok Satpam, Kepsek: Kerap Masuk Ruang BK, Sulit Dibina

Malah Keroyok Satpam Kasus Viral di Polewali Mandar, Sulawesi Barat Ditegur saat Merokok - Kekerasan yang melibatkan siswa SMK kembali menjadi sorotan setelah

Desk Regional
Published Mei 16, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Kekerasan di Sekolah SMK: Ditegur Saat Merokok, 8 Siswa Malah Keroyok Satpam

Kasus Viral di Polewali Mandar, Sulawesi Barat

Ditegur saat Merokok – Kekerasan yang melibatkan siswa SMK kembali menjadi sorotan setelah video pengeroyokan viral di media sosial. Delapan pelajar dari SMK Negeri 1 Polewali Mandar (Polman) dilaporkan menyerang dua satpam yang menegur mereka saat sedang merokok di area sekolah. Peristiwa ini terjadi di Jalan Pemuda, Kelurahan Daerma, Kecamatan Polewali, dan dianggap sebagai indikasi masalah disiplin yang kian sering terjadi di lingkungan pendidikan.

Konteks dan Detail Peristiwa

Dalam rekaman video yang beredar, siswa SMK Negeri 1 Polewali Mandar tampak tidak terima ketika satpam menegur mereka di luar area kelas. Aksi pengeroyokan terjadi saat para pelajar sedang berkumpul di sekitar sekolah setelah jam pulang. Menurut KBO Satreskrim Polres Polman, Iptu Iwan Rusmana, kejadian tersebut dimulai dari peneguran kecil terhadap siswa yang memanjat pagar dan merokok di lingkungan sekolah.

Seorang satpam, MR (24), dan MS (28), diberitakan sedang mengecek siswa yang berkumpul di sekitar bangunan sekolah. Para pelaku tidak memperdulikan peringatan tersebut dan langsung melakukan tindakan kekerasan. Aksi mereka terjadi di tempat terbuka, sehingga dapat dilihat oleh warga sekitar dan menjadi bahan perdebatan di media sosial.

“Berawal saat seorang satpam menegur beberapa siswa yang memanjat pagar dan merokok di lingkungan sekolah,” ujar KBO Satreskrim Polres Polman, Iptu Iwan Rusmana.

Kasus ini memicu proses mediasi oleh pihak kepolisian untuk mencari solusi. Dalam wawancara dengan media, kepala sekolah menyebut bahwa siswa-siswa yang terlibat dalam pengeroyokan sering masuk ke ruang bimbingan konseling (BK) tanpa ada pengawasan yang ketat. “Kerap masuk ruang BK, sulit dibina,” tambahnya, mengungkapkan tantangan dalam mengelola perilaku para pelajar tersebut.

Mengapa Kekerasan Terjadi?

Mengenai penyebab kekerasan, kepala sekolah mengungkapkan bahwa siswa-siswa ini memiliki riwayat keterlambatan dalam proses bimbingan konseling. Sering kali mereka mengabaikan instruksi guru atau satpam, terutama saat sedang ditegur saat merokok. Perilaku ini, menurut kepala sekolah, menunjukkan kurangnya kesadaran siswa terhadap aturan sekolah dan peran satpam dalam menjaga ketertiban.

Sementara itu, laporan dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) tahun 2025 menyebutkan bahwa kekerasan di lingkungan satuan pendidikan mencapai 601–641 kasus. Peristiwa seperti ini bisa berujung pada konflik antara pelajar dengan pihak pengawas, terutama jika ditegur saat merokok. Kekerasan fisik, seperti yang terjadi di SMK Negeri 1 Polewali Mandar, menjadi salah satu bentuk yang paling sering terjadi.

Kebijakan dan Langkah Pihak Sekolah

Dalam upaya mencegah kekerasan serupa, kepala sekolah SMK Negeri 1 Polewali Mandar menyatakan bahwa pihaknya sedang memperkuat pengawasan di area kelas dan ruang BK. Siswa yang kerap mengganggu ketertiban, termasuk yang ditegur saat merokok, akan diberikan sanksi lebih ketat. “Ditegur saat merokok adalah langkah awal, tapi kami juga memperketat pengawasan di ruang bimbingan konseling,” jelas kepala sekolah, yang mengharapkan siswa lebih tertib dalam mengikuti aturan.

Pengeroyokan terhadap satpam di SMK Negeri 1 Polewali Mandar tidak hanya memicu perdebatan di lingkungan sekolah, tetapi juga menarik perhatian masyarakat. Banyak warga setempat menganggap siswa perlu lebih disiplin, terutama saat ditegur saat merokok. “Ditegur saat merokok adalah kejadian yang wajar, tapi mereka justru membalas dengan kekerasan,” komentar seorang warga di sekitar area sekolah.

Proses Penegakan Hukum dan Dampaknya

Dalam peristiwa ini, pihak kepolisian telah menetapkan 8 siswa sebagai tersangka dan mengumpulkan bukti terkait aksi pengeroyokan mereka. Proses mediasi yang dilakukan oleh polisi bertujuan untuk memahami motivasi siswa dan mencari kesepakatan antara pelajar, orang tua, serta pihak sekolah. Ditegur saat merokok menjadi titik awal konflik, tetapi kekerasan yang terjadi menunjukkan ketidakpuasan pelajar terhadap aturan sekolah.

Kepsek SMK Negeri 1 Polewali Mandar menambahkan bahwa siswa yang sering merokok di luar jam sekolah dan tidak mematuhi protokol keamanan juga menjadi faktor utama. “Ditegur saat merokok adalah tindakan wajar dari satpam, tapi siswa ini terbiasa menantang aturan,” tuturnya. Peristiwa ini diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi siswa dan pihak lain untuk lebih memperhatikan disiplin dan sikap menghargai pihak pengawas.

PENGEROYOKAN – Satpam SMK Negeri 1 Polewali Mandar jadi korban pengeroyokan siswa, kasus viral dan masuk proses mediasi polisi. (HO/IST)

Leave a Comment