Dindikbud Kalbar Usulkan SMAN 1 Pontianak Ikuti Grand Final LCC 4 Pilar MPR
What Happened During – Kontroversi terkait proses penilaian dalam LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat masih menarik perhatian masyarakat. Meski situasi terus berkembang, Pemerintah Provinsi Kalbar mengajak semua pihak untuk tetap menjaga sikap sportif dan semangat persatuan di kalangan pelajar.
“Kami harap semua pihak bisa menanggapi dinamika ini dengan dewasa, sambil tetap fokus pada persatuan dan pembinaan generasi muda,”
kata Syarif Faisal Alqadri, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar.
Menurut Faisal, LCC 4 Pilar MPR bukan hanya ajang lomba akademik, tetapi juga sarana untuk memperkuat pemahaman pelajar tentang nilai-nilai kebangsaan. Kompetisi ini dianggap sebagai wahana yang membantu siswa memperdalam konsep Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ajang tersebut sejatinya berdampak luas pada pembentukan karakter generasi muda.
Dalam upaya mendukung tim SMAN 1 Pontianak, Faisal langsung meminta panitia mempertimbangkan sekolah tersebut untuk tampil di Grand Final LCC 4 Pilar MPR yang akan berlangsung di Jakarta pada 18 Agustus.
“Saya sudah menyampaikan apresiasi kepada tim SMAN 1 Pontianak, agar mereka bisa ikut serta di babak final nanti,”
tambahnya. Jika usulan ini dikabulkan, Kalbar mungkin akan memiliki dua wakil dalam kompetisi nasional tersebut, yaitu SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Pontianak.
Undangan ke Jakarta dari Wakil Presiden
Siswa SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra Roxa atau Ocha, yang menjadi sorotan publik karena polemik LCC 4 Pilar, kini mendapat perhatian langsung dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ocha dan timnya diundang ke Jakarta setelah kontroversi yang memicu respons luas dari masyarakat. Dindikbud Kalbar mengapresiasi kepedulian yang diberikan kepada para peserta lomba tersebut.
Dalam pernyataannya, Faisal menyebutkan dirinya dihubungi langsung oleh tim Wapres untuk mengundang siswa SMAN 1 Pontianak. Ia berharap kompetisi ini bisa menjadi momen yang mempererat hubungan antar pelajar dan memupuk rasa kebangsaan di Kalbar. Dengan demikian, LCC 4 Pilar MPR dianggap sebagai bentuk pengembangan budaya persatuan dan kebanggaan daerah.
