Viral Rumah Debt Collector Dilempar Bondet di Probolinggo, Polisi Dalami Motif
Viral Rumah Debt Collector Dilempar Bondet – Aksi pelemparan benda diduga bom ke sebuah rumah warga di Probolinggo menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kejadian ini terekam kamera CCTV dan langsung menyebar luas, mengundang perhatian publik. Video yang viral menunjukkan seorang lelaki berpakaian jaket hitam duduk di atas sepeda motor di depan bangunan tersebut, sebelum secara tiba-tiba melemparkan benda berbentuk bondet ke dalam rumah. Insiden terjadi pada dini hari, tepatnya sekitar pukul 02.20 WIB, saat seluruh penghuni rumah sedang tertidur lelap.
Bondet, atau bom ikan, merupakan jenis bahan peledak kecil yang sering digunakan oleh pelaku kekerasan untuk menargetkan individu atau bangunan. Dalam video yang beredar, pelaku melemparkan bondet tersebut ke arah pintu depan rumah, sebelum melarikan diri menggunakan kendaraannya. Ledakan yang terjadi cukup keras, menimbulkan kepanikan di sekitar area, dan menyebabkan kerusakan signifikan pada dinding rumah serta mobil korban yang tersimpan di garasi. Sementara itu, satu unit sepeda motor berwarna kuning yang ada di halaman rumah juga terkena dampak dari ledakan.
“Diduga ada dua orang pelaku yang menggunakan sepeda motor untuk melancarkan aksinya. Mereka melemparkan bondet ke arah rumah korban lalu pergi,” kata Abdul Fatah, warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut. Ia menambahkan bahwa aksi ini dilakukan setelah korban disebut-sebut memiliki utang besar kepada para debt collector.
Latar Belakang
Rumah yang menjadi sasaran serangan milik Mujib, seorang penagih utang (debt collector) atau DC. Menurut informasi yang beredar, Mujib dikenal sebagai salah satu dari sejumlah debt collector yang aktif di wilayah Probolinggo. Banyak warga setempat mengungkapkan bahwa ia sering melakukan tindakan ekstra untuk mengumpulkan utang, bahkan dengan cara yang cukup mengancam. Tidak lama setelah kejadian, warga sekitar mengatakan bahwa mobil korban yang rusak sempat diperbaiki, tetapi belum bisa digunakan kembali sepenuhnya.
Dalam beberapa hari terakhir, warga Probolinggo sempat mengeluhkan meningkatnya kegiatan debt collector yang dinilai terlalu agresif. Beberapa dari mereka mengungkapkan bahwa para penagih utang sering kali memanfaatkan benda-benda tajam atau bahan peledak seperti bondet untuk menekan korban agar membayar utang secara cepat. Insiden ini disebut-sebut sebagai salah satu contoh dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para debt collector dalam rangka menuntut pembayaran pinjaman.
Penjelasan Polisi
Dari keterangan Kanit Reskrim Polsek Kraksaan, Iptu Djuwantoro Setyowadi, bagian depan rumah korban mengalami kerusakan signifikan. Mobil korban yang tersimpan di garasi depan juga terkena dampak ledakan, khususnya pada bagian depannya. Selain itu, satu unit kendaraan berwarna kuning yang berada di halaman rumah mengalami kerusakan pada bodi dan cat akibat material ledakan. Polisi menyatakan bahwa mereka masih terus memperluas penyelidikan untuk mengetahui motif dan pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut.
Para petugas menyatakan bahwa investigasi mereka fokus pada kemungkinan hubungan antara debt collector dengan korban. Mereka juga memeriksa keberadaan pelaku yang sempat melarikan diri setelah melemparkan bondet. “Kami sedang mengumpulkan bukti dan menyelidiki apakah ada konflik utang yang memicu aksi ini,” terang Djuwantoro. Dalam beberapa hari terakhir, polisi juga meminta warga sekitar untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang aktivitas debt collector yang disebut-sebut menargetkan rumah-rumah warga.
Bondet menjadi perhatian karena bentuknya yang kecil dan mudah dibawa ke mana-mana. Selain itu, jenis bom ini memiliki kekuatan ledakan yang cukup untuk menimbulkan kerusakan berat dalam waktu singkat. Dalam kasus ini, bondet yang dilemparkan di Probolinggo berhasil menyebabkan kerusakan di bagian depan bangunan, termasuk merusak salah satu mobil milik korban. Kejadian ini juga memicu peningkatan keamanan di sekitar wilayah tersebut, dengan warga mengambil langkah-langkah pencegahan agar tidak menjadi korban serupa.
Penggunaan bondet dalam aksi kekerasan oleh debt collector menunjukkan betapa tingginya risiko yang dihadapi oleh masyarakat yang mengalami utang. Sejumlah warga mengungkapkan bahwa mereka terus-menerus memantau kegiatan debt collector di sekitar lingkungan mereka. “Kami takut jika ada aksi serupa terjadi di rumah kami,” kata salah satu warga, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya. Polisi juga menegaskan bahwa mereka akan terus menginvestigasi apakah ada gangguan internal di antara para debt collector yang terlibat.
