Kesehatan

Keringat Berlebih dan Jantung Berdebar Bisa Jadi Bukan Masalah Jantung – Waspadai Gangguan Tiroid

Keringat Berlebih dan Jantung Berdebar: Bukan Tanda Jantung, Waspadai Tiroid Keringat Berlebih dan Jantung Berdebar Bisa - Tidak sedikit individu yang mengira

Desk Kesehatan
Published Mei 28, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Keringat Berlebih dan Jantung Berdebar: Bukan Tanda Jantung, Waspadai Tiroid

Keringat Berlebih dan Jantung Berdebar Bisa – Tidak sedikit individu yang mengira gejala seperti berkeringat berlebih dan detak jantung yang cepat hanya berkaitan dengan masalah kardiovaskular. Namun, fakta menunjukkan bahwa kondisi ini bisa menjadi indikasi gangguan hormon tiroid, terutama hipertiroid, yang sering kali diabaikan. Dr. dr. Diani Kartini, Sp. B, Subsp. Onk. (K), menegaskan bahwa hipertiroid dapat mempercepat metabolisme tubuh, menyebabkan tanda-tanda seperti keringat berlebih, gemetar, insomnia, serta penurunan berat badan yang tidak wajar. Gejala ini perlu diperhatikan lebih serius, terutama jika muncul secara berulang.

Mengenal Kelenjar Tiroid dan Perannya

Tiroid adalah kelenjar endokrin kecil yang terletak di leher, berbentuk seperti kupu-kupu. Meskipun ukurannya kecil, kelenjar ini memiliki peran kritis dalam mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk metabolisme, suhu tubuh, dan kecepatan kerja jantung. Hormon tiroid, yaitu triyodotironin (T3) dan tetraiodotironin (T4), memengaruhi metabolisme setiap sel di tubuh. Ketika produksi hormon ini meningkat, metabolisme menjadi lebih cepat, sehingga tubuh mengalami perubahan fisik seperti keringat berlebih dan detak jantung yang tidak stabil. Peningkatan aktivitas ini bisa menyebabkan peningkatan kebutuhan energi yang berlebihan, bahkan tanpa aktivitas fisik yang tinggi.

Gejala Hipertiroid yang Sering Disalahartikan

Gejala hipertiroid, seperti keringat berlebih dan jantung berdebar-debar, sering kali dianggap sebagai tanda kelelahan atau stres. Namun, kondisi ini bisa menunjukkan gangguan pada kelenjar tiroid. Selain itu, gejala lain seperti kecemasan, sulit tidur, dan penurunan berat badan meski makan cukup, juga bisa menjadi tanda hipertiroid. Dr. Diani menambahkan bahwa keringat berlebih yang tidak terkait dengan aktivitas fisik bisa menjadi pertanda serius, terutama jika disertai dengan gejala lain yang lebih intensif.

“Keringat berlebih dan jantung berdebar bukan hanya gejala kardiovaskular, tetapi juga bisa menunjukkan gangguan pada kelenjar tiroid,” jelas Dr. Diani dalam sesi media briefing di Jakarta Pusat. Ia menekankan pentingnya diagnosis dini untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi.

Kapan Gejala Ini Jadi Tanda Peringatan?

Gejala hipertiroid bisa muncul secara tiba-tiba atau secara bertahap. Jika seseorang mengalami keringat berlebih dan jantung berdebar-debar selama lebih dari beberapa minggu, serta gejala seperti gemetar, insomnia, atau kehilangan nafsu makan, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar hormon tiroid (TSH, T3, T4) dan penilaian klinis oleh dokter merupakan langkah penting untuk mengonfirmasi penyebabnya. Hipertiroid juga bisa menyebabkan peningkatan kebutuhan air dan mineral, sehingga pasien sering merasa dehidrasi.

Beberapa orang mungkin mengabaikan gejala ini karena tidak memahami hubungan antara tiroid dan metabolisme. Namun, penyakit tiroid memengaruhi hampir seluruh sistem tubuh. Jika tidak diperlakukan secara tepat, hipertiroid dapat menyebabkan masalah jantung, gangguan sistem saraf, dan bahkan kelainan kardiovaskular jangka panjang.

Penanganan dan Pencegahan Hipertiroid

Penanganan hipertiroid tergantung pada tingkat keparahan gejala. Pengobatan umum mencakup penggunaan obat antithyroid, seperti propiltiourasil (PTU) atau metimazole, untuk mengurangi produksi hormon. Dalam kasus yang lebih serius, prosedur seperti ablasisi tiroid atau terapi radiasi bisa dilakukan. Selain itu, pola makan sehat dan kebiasaan hidup aktif juga penting untuk mendukung proses penyembuhan. Makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat kompleks dapat membantu mengatur metabolisme yang tidak terkontrol.

Dengan memahami bahwa keringat berlebih dan jantung berdebar bisa menjadi indikasi tiroid, masyarakat bisa lebih waspada terhadap kondisi ini. Pemeriksaan rutin kelenjar tiroid, terutama bagi individu yang memiliki riwayat keluarga, sangat dianjurkan. Jika gejala tidak berkurang setelah beberapa minggu, segera konsultasi dengan dokter spesialis endokrin untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Leave a Comment