Nasional

Visit Agenda: Misa Arwah Maria Bernadeth Latifah Oetama, Istri Jakob Oetama Digelar Khidmat

Visit Agenda: Misa Arwah Maria Bernadeth Latifah Oetama, Istri Jakob Oetama Digelar Khidmat Visit Agenda menjadi bagian integral dari upacara peringatan

Desk Nasional
Published Mei 28, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Visit Agenda: Misa Arwah Maria Bernadeth Latifah Oetama, Istri Jakob Oetama Digelar Khidmat

Visit Agenda menjadi bagian integral dari upacara peringatan kepergian almarhumah Maria Bernadeth Latifah Oetama, istri dari Jakob Oetama, pendiri majalah Kompas Gramedia. Acara misa arwah yang berlangsung di Jalan Sriwijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dihadiri oleh kerabat dekat, sahabat, serta pelayat yang datang dalam suasana yang penuh kehormatan. Misa ini dimulai pada pukul 18.30 WIB, dengan suasana khusuk dan doa-doa yang terdengar jelas. Dalam visit agenda ini, keluarga menyampaikan rasa hormat terakhir kepada istri almarhum Jakob Oetama, yang meninggal dunia pada usia 92 tahun.

Warisan Spiritual dan Kepribadian Ibu Maria

Dalam visit agenda ini, pemimpin misa Romo Dedomau Djatmiko da Gomez, SJ, menekankan nilai-nilai spiritual dan kehidupan Ibu Maria Bernadeth Latifah Oetama. Ia menggambarkan ibu yang meninggalkan warisan seimbang antara disiplin dan kemurahan hati. “Ibu ini memiliki kekuatan mental luar biasa. Dia bisa mengatur hidupnya dengan baik, menciptakan harmoni dalam keluarga, dan tetap mempertahankan kelembutan hati,” kata Romo Dedo. Ia menambahkan, perjalanan hidup Ibu Maria mengajarkan tentang kesabaran dan kegigihan dalam menghadapi tantangan, termasuk dalam menjaga keharmonisan keluarga setelah kepergian suaminya, Jakob Oetama, pada tahun 2020.

“Kematian adalah akhir dari perjuangan, tapi Ibu Maria menyelesaikan tugasnya dengan senyum. Dia memberikan kehidupan yang baik bagi keluarga, dan kita bisa merasakan hal itu melalui visit agenda ini,” ujar Romo Dedo. Selama prosesi misa, peserta mengikuti doa-doa yang diucapkan dengan perasaan penuh rasa syukur dan kecemasan. Acara ini tidak hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai bentuk peringatan bagi seluruh keluarga dan pengunjung yang hadir.

Memori Keluarga dalam Visit Agenda

Visit Agenda ini juga menjadi kesempatan bagi keluarga Oetama untuk mengeksplorasi kenangan bersama dengan para pelayat. Dari keberadaan lima anak, tujuh cucu, dan lima cicit, kehadiran mereka menunjukkan hubungan kekeluargaan yang tetap utuh meskipun suaminya telah pergi. Irwan Oetama, anak sulung almarhum, memimpin ucapan terima kasih yang tulus untuk kehadiran para tamu. “Sejak kepergian ayah, kita merasa seperti yatim piatu. Tapi lewat visit agenda ini, kita bisa mengumpulkan semua kenangan dan kehangatan yang dia tinggalkan,” ungkapnya.

Selama acara, para pelayat turut menyampaikan salam dan doa. Banyak dari mereka menyebut Ibu Maria sebagai tokoh inspiratif yang tidak hanya membangun rumah tangga, tetapi juga menjadi sumber ketahanan spiritual bagi keluarga. Menurut seorang pengunjung, misa arwah ini adalah penutupan yang sempurna bagi perjalanan hidup sang istri. “Ibu Maria meninggalkan jejak kebaikan yang terus mengalir, bahkan lewat visit agenda yang kita hadiri hari ini,” kata salah satu pelayat.

Peran Maria dalam Sejarah Kompas Gramedia

Visit Agenda ini juga menjadi pengingat akan peran istri almarhum Jakob Oetama dalam menopang kesuksesan media cetak yang menjadi warisan besar bagi Indonesia. Maria Bernadeth Latifah Oetama, dikenal sebagai sosok yang menjaga keharmonisan dalam rumah tangga pendiri Kompas Gramedia. Dalam perjalanan kehidupannya, ia memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan jurnalisme dan nilai-nilai keagamaan dalam dunia media.

Sejumlah pengamat menyebut bahwa kehadiran Ibu Maria di dalam visit agenda ini memberikan makna tersendiri bagi generasi muda. Sebagai istri tokoh penting di dunia pers, kehadirannya menjadi contoh tentang pentingnya kekuatan wanita dalam membangun institusi besar. “Peran ibu ini memperlihatkan bahwa kekuatan dan kelembutan bisa saling melengkapi, bahkan dalam lingkungan kerja yang penuh tekanan,” tutur seorang wartawan yang hadir dalam acara tersebut.

Kelanjutan Visi Jakob Oetama

Dalam visit agenda yang diadakan, para peserta diberi kesempatan untuk memahami lebih dalam tentang visi dan misi yang ditinggalkan oleh almarhum Jakob Oetama. Kematian sang istri memberikan kesempatan bagi keluarga untuk menegaskan komitmen mereka terhadap warisan yang ditinggalkan. Sebagai pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama meninggalkan pengaruh besar dalam dunia jurnalisme nasional.

Ibu Maria, selain sebagai istri, juga dianggap sebagai sosok yang membantu menjaga keseimbangan antara keseriusan bisnis dan kehidupan pribadi. Dalam keterangan Irwan, kepergian ibunya memberikan kesedihan yang dalam, tetapi juga menginspirasi keluarga untuk tetap berjuang sesuai dengan semangat yang ditinggalkan. “Kita berharap visit agenda ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua, agar tetap menghargai kehidupan yang telah dia berikan,” katanya.

Dalam rangkaian visit agenda, acara misa arwah ini diakhiri dengan doa bersama dan saling berjabat tangan. Peserta berharap perjalanan Ibu Maria akan terus menginspirasi generasi berikutnya. Pemimpin misa juga menekankan bahwa kehadiran para pelayat memperkuat keberadaan seorang istri yang tidak hanya berperan dalam keluarga, tetapi juga dalam kemajuan bangsa melalui kontribusi keagamaan dan sosialnya.

Leave a Comment