Regional

Visit Agenda: Cinta Tak Direstui Berujung Teror, Pemuda Bakar Kandang Sapi dan Mobil Orangtua Pacar

Kandang Sapi dan Mobil Orangtua Pacar karena Cinta Tak Direstui Visit Agenda - Insiden tragis terjadi di Banjar Dinas Kanginan, Desa Julah, Kecamatan

Desk Regional
Published Mei 28, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Visit Agenda: Pemuda Bakar Kandang Sapi dan Mobil Orangtua Pacar karena Cinta Tak Direstui

Visit Agenda – Insiden tragis terjadi di Banjar Dinas Kanginan, Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Bali, yang menimbulkan perhatian publik. Seorang pemuda, NA (25), dikabarkan melakukan pembakaran terhadap kandang sapi dan mobil milik orangtua kekasihnya, Nengah Sudarta (57), setelah hubungan cintanya ditolak. Aksi ini terjadi pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 23.00 Wita, yang menjadi bagian dari Visit Agenda penyelidikan kejahatan terkait konflik keluarga.

Detik-detik Pembakaran dan Kerusakan

Kerugian materiil korban mencapai sekitar Rp20 juta setelah kandang sapi dan garasi rumahnya hancur dalam aksi pembakaran. Dalam laporan polisi, sapi yang berusia tujuh bulan milik Nengah Sudarta mengalami luka bakar, sementara mobil Suzuki Fentura dengan nomor DK 8972 FA terbakar habis. Kapolsek Tejakula AKP Gede Darma Diatmika mengatakan, barang bukti seperti korek api kayu, plastik berfungsi sebagai wadah Pertalite, tutup botol biru, dan pecahan batu cor semen ditemukan di TKP.

“Korban menerima laporan dari warga bahwa kandang sapi terbakar, lalu langsung pergi ke lokasi untuk memadamkan api. Namun, sapinya terkena dampak api, dan mobilnya hancur total,” ujar AKP Diatmika, Rabu (27/5/2026). Aksi pembakaran ini menjadi fokus utama dalam Visit Agenda penyelidikan kriminal, dengan polisi memastikan NA sebagai pelaku utama.

Dalam penyelidikan, polisi memeriksa saksi-saksi dan menelusuri alur kejadian. Tidak lama setelah insiden, NA diamankan tanpa perlawanan oleh petugas pada Selasa (26/5/2026). Di hadapan penyidik, ia mengakui tindakannya sebagai bentuk balas dendam karena hubungannya dengan anak perempuan korban tidak diizinkan. Motif ini memicu aksi yang menjadi bagian dari Visit Agenda konflik generasi.

Penyelidikan Polisi dan Penjelasan Motif

Unit Inafis Polsek Tejakula berperan aktif dalam Visit Agenda penyelidikan. Polisi mengungkapkan, NA memilih kandang sapi dan mobil korban sebagai target karena kebencian terhadap keluarga yang menolak hubungannya. Kekerasan ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga menciptakan ketegangan dalam lingkungan sosial setempat.

“Motif pembakaran diduga karena pelaku merasa ditolak oleh keluarga. Ia tidak diperbolehkan menjalin hubungan pacaran dengan anak perempuan korban,” kata AKP Diatmika, dengan seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman. Penjelasan ini memperkuat bahwa Visit Agenda insiden terkait perasaan sakit hati akibat cinta tak direstui.

Kerugian yang dialami korban memicu respons dari masyarakat sekitar. Beberapa warga menyampaikan dukungan kepada Nengah Sudarta, sementara lainnya mengkritik sikap pemuda tersebut. Polisi menegaskan bahwa Visit Agenda penyelidikan akan dilanjutkan untuk menemukan kebenaran, termasuk apakah aksi tersebut diatur atau spontan. Sementara itu, Nengah Sudarta masih mengalami trauma akibat kejadian ini, dengan harapan kasusnya segera tuntas.

Dalam Visit Agenda pemeriksaan lebih lanjut, polisi menemukan bukti-bukti yang memperkuat dugaan NA sebagai pelaku utama. Aksi pembakaran ini tidak hanya menghancurkan properti, tetapi juga menjadi simbol konflik antara keinginan individu dan aturan tradisional keluarga. Dengan tindakan ini, NA mencoba menyampaikan keputusasaannya melalui kekerasan, yang menjadi cerminan dari Visit Agenda kejadian berdampak luas.

Kasus ini menjadi bahan pembicaraan hangat di media lokal dan internasional. Visit Agenda aksi tersebut menyoroti peran media dalam mengungkap kejahatan yang terjadi di tengah masyarakat. Selain itu, korban dan pelaku kini menjadi subjek perhatian publik, dengan harapan proses hukum yang adil dan transparan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Leave a Comment