Regional

Visit Agenda: Bocah 11 Tahun di Sragen Tewas di Rumahnya, Masih Pakai Seragam Pramuka, Ada Luka Bacok

Bocah 11 Tahun di Sragen Ditemukan Meninggal di Rumahnya, Banyak Luka dan Jari Patah Visit Agenda - TRIBUNNEWS.COM, SRAGEN – Seorang bocah perempuan berusia

Desk Regional
Published Juni 6, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Bocah 11 Tahun di Sragen Ditemukan Meninggal di Rumahnya, Banyak Luka dan Jari Patah

Visit Agenda – TRIBUNNEWS.COM, SRAGEN – Seorang bocah perempuan berusia 11 tahun, Bilqis, ditemukan tewas di dalam rumahnya di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jumat (5/6/2026). Saat jenazah ditemukan, kondisi tubuh korban menunjukkan tanda-tanda luka yang cukup parah, termasuk bekas goresan pada tangan dan wajah yang tidak teratur. Selain itu, satu jari tangan korban juga dalam keadaan patah. Luka tersebut diduga disebabkan oleh senjata tajam, sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto.

“Benar, ada warga kami yang masih kecil ditemukan meninggal dunia di dalam rumah,” kata Aris, Jumat (5/6/2026).

Dewi, ibu korban, adalah orang pertama yang menemukan Bilqis dalam keadaan terluka di rumahnya. Ia kembali dari pekerjaan di pabrik rokok sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung menemukan anaknya dalam kondisi mengenaskan. Menurut Aris, korban ditemukan dalam keadaan tubuh terluka, dengan kondisi jenazah yang sudah banyak bacokan dan mengering. Namun, ada jejak telapak kaki di lantai yang mencurigakan.

Korban ditemukan dengan sejumlah luka yang terlihat jelas, termasuk bekas potongan senjata tajam di berbagai bagian tubuhnya. Aris menjelaskan bahwa jari tangan korban patah dan masih mengenakan seragam Pramuka saat ditemukan. “Korban ditemukan dalam kondisi tubuh terluka, dengan banyak bekas luka di wajah dan tangan yang tidak berbentuk, serta jari yang patah,” tambahnya.

“Banyak bekas luka, tangan dan muka yang tidak berbentuk, ada jari yang patah dan ditemukan korban masih mengenakan seragam Pramuka,” ujar Aris.

Menurut informasi yang diperoleh, kejadian tersebut terjadi saat kedua orang tua korban sedang bekerja. Bilqis sendiri ditinggalkan sendirian di dalam rumah. Aris mengatakan bahwa Dewi pulang dari pekerjaannya dalam keadaan histeris, lalu warga sekitar mulai datang untuk memberikan dukungan. “Kedua orang tua korban sedang bekerja di luar rumah, sehingga Bilqis tidak ada pengawasan,” jelas Aris.

Sejumlah warga menyebutkan bahwa kejadian ini sangat menggemparkan. Anak-anak di lingkungan Desa Dawung tampak sedih dan terkejut, sementara keluarga korban berusaha memahami penyebab kematian. Polisi sedang menyelidiki kejadian tersebut, termasuk mengecek kondisi rumah dan mencari sumber informasi lebih lanjut. “Aparat kepolisian masih mengumpulkan bukti dan memeriksa lokasi kejadian untuk mengetahui bagaimana korban tewas,” tambah Aris.

Korban Seorang Anak Tunggal

Korban, Bilqis, diketahui merupakan anak tunggal dari Dewi. Sebagai seorang ibu yang bekerja, Dewi sering kali menghabiskan waktu di luar rumah, terutama di pabrik rokok. Namun, dalam kasus ini, ia pulang dari pekerjaannya dengan keadaan sangat terpuruk. “Ibunya pulang dari kerja dari pabrik rokok dalam keadaan histeris,” kata Aris.

Korban ditemukan dengan kondisi tubuh yang mengalami kerusakan berat. Warga setempat mengatakan bahwa polisi masih melakukan investigasi untuk memastikan apakah ada penyebab lain di balik kejadian ini. Meski demikian, luka bacokan yang terlihat jelas pada tubuh Bilqis membuat warga mengkhawatirkan kejadian penusukan yang mungkin terjadi.

Di sisi lain, warga Desa Dawung membagikan kisah tentang kejadian ini. Mereka menyebutkan bahwa anak-anak di sekitar rumah korban sering bermain dan berjalan kaki di area tersebut. Jejak telapak kaki yang ditemukan di lantai rumah menjadi perhatian, karena bisa menjadi petunjuk mengenai bagaimana kejadian terjadi. “Ada bekas telapak kaki di lantai, tapi kondisi jenazah sudah banyak bacokan dan mengering,” terang Aris.

Kondisi Rumah dan Lingkungan Sekitar

Rumah Bilqis berada di sebuah desa yang terpencil, dengan suasana tenang di siang hari. Namun, kejadian ini membuat suasana desa berubah menjadi murung. Selain luka yang terlihat di tubuh korban, polisi juga menemukan bukti-bukti lain yang bisa membantu mengungkap kejadian tersebut. “Polisi sedang memeriksa sisa-sisa barang di rumah korban dan mencari sumber informasi lebih lanjut,” tambah Aris.

Korban ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan, meskipun tidak ada indikasi kecelakaan. Luka bacokan di tubuhnya menunjukkan bahwa kejadian ini mungkin disengaja. “Banyak bekas luka di tubuh korban, termasuk di bagian kepala dan wajah, serta jari yang patah. Ini semua menunjukkan bahwa kejadian terjadi secara tiba-tiba,” kata Aris.

Sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa mereka melihat kejadian tersebut sebelum polisi tiba. Beberapa warga menyatakan bahwa mereka mendengar suara cekikikan atau teriakan sebelum Dewi menemukan Bilqis. “Ada warga yang mengatakan mendengar suara teriakan dari dalam rumah sebelum kejadian,” jelas Aris.

Kepolisian setempat berupaya mempercepat penyelidikan untuk mengetahui siapa yang melakukan tindakan tersebut. Mereka juga mengumpulkan keterangan dari warga sekitar, termasuk tetangga dan kerabat korban. “Dari hasil pemeriksaan awal, polisi belum menemukan pelaku yang pasti, tetapi sedang memperluas investigasi,” kata Aris.

Kejadian ini mengingatkan warga tentang pentingnya mengawasi anak-anak di rumah mereka, terutama ketika orang tua sedang bekerja. Selain itu, kejadian ini juga memicu rasa penasaran di tengah masyarakat, karena korban ditemukan dalam kondisi yang terlihat seperti penusukan. “Warga menilai kejadian ini cukup menggemparkan, karena korban masih menggunakan seragam Pramuka yang biasanya dipakai untuk kegiatan luar ruangan,” kata Aris.

Sementara itu, keluarga korban sedang berusaha mengatasi duka yang dalam. Dewi, ibu Bilqis, terlihat sangat bersedih setelah menemukan anaknya meninggal. “Dewi kembali ke rumah dengan air mata mengalir, karena tak menyangka kejadian ini bisa terjadi di tengah hari,” ujar Aris. Investigasi akan terus berlangsung

Leave a Comment