Seleb

Ernest Prakasa: Film Operasi Pesta Copet Tak Glorifikasi Kejahatan, tapi Ajarkan Cara Hindari Copet

Film Operasi Pesta Copet yang diproduseri oleh Ernest Prakasa hadir dengan pendekatan berbeda dalam mengisahkan fenomena pencopetan di Indonesia. Berbeda

Desk Seleb
Published Juli 23, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : Mary Smith - beritahitam.com

Operasi Pesta Copet: Pesan Edukatif dari Ernest Prakasa

Beritahitam.com – Film Operasi Pesta Copet yang diproduseri oleh Ernest Prakasa hadir dengan pendekatan berbeda dalam mengisahkan fenomena pencopetan di Indonesia. Berbeda dengan karya-karya sebelumnya yang cenderung menampilkan kejahatan sebagai hiburan, film ini justru menempatkan aspek edukasi sebagai fondasi utamanya. Melalui narasi yang terstruktur, penonton diajak memahami mekanisme pencopetan secara mendalam sehingga mampu mengambil tindakan preventif dalam kehidupan sehari-hari.

Enggalah, bukan mengglorifikasi. Kan sebenarnya sama saja ketika kita tahu bagaimana cara mereka, modus operasi mereka, kita jadi tahu cara menghindarinya,

— Ernest Prakasa di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (22/7/2026)

Modus Operandi yang Terungkap

Salah satu keunggulan film ini terletak pada kemampuannya memetakan pola aktivitas para pencopet secara komprehensif. Ernest Prakasa menjelaskan bahwa setiap gerakan, setiap jeda waktu, dan setiap interaksi dalam kelompok pencopet memiliki makna tersendiri. Penonton tidak hanya disuguhi tontonan, tetapi juga diberikan pemahaman tentang bagaimana mengidentifikasi tanda-tanda bahaya di lingkungan sekitar.

Pendekatan ini sejalan dengan kebiasaan masyarakat Indonesia dalam menyerap informasi melalui media berita. Ketika kita membaca laporan kriminal, pada dasarnya kita sedang mempelajari cara kerja pelaku kejahatan. Film Operasi Pesta Copet mengadopsi prinsip yang sama, hanya saja disajikan dalam format sinematik yang lebih menarik dan mudah dicerna.

Sama saja kayak kriminalitas yang lain juga ketika kita baca di berita, oh gitu caranya mereka, berarti kita kalau mau menghindarinya kita sudah tahu nih,

— Ernest Prakasa

Dari Pestapora Hingga Pesta Copet

Perjalanan film ini tidak lepas dari proses kreatif yang panjang. Sebelumnya, proyek ini dikenal dengan judul Operasi Pestapora. Perubahan nama bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan refleksi dari kedalaman cerita yang ingin disampaikan. Ernest Prakasa menegaskan bahwa judul awal memang sudah ada sejak tahap awal pengembangan film.

Jadi, pertama kali kita mau bikin film ini, teman-teman, memang seperti yang sudah pernah kita tempel juga teaser-nya di film Agak Laen ya, Operasi Pestapora. Dan memang ini bukan gimik karena memang dari awal judul pertama yang kita buat adalah Operasi Pestapora,

— Ernest Prakasa

Namun, selama proses pascaproduksi, tim produksi menyadari bahwa judul lama belum sepenuhnya mewakili esensi cerita. Dengan perubahan menjadi Operasi Pesta Copet, pesan film menjadi lebih terfokus dan mudah dipahami oleh audiens target. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan bahwa kejelasan judul berkontribusi langsung terhadap keberhasilan penyampaian pesan edukatif.

Selain aspek produksi, aspek akting juga mendapat perhatian serius. Aktor Iqbaal Ramadhan, yang memerankan tokoh pencopet, melakukan persiapan intensif termasuk latihan kecepatan tangan dan simulasi pencurian dompet. Upaya ini memastikan setiap adegan terasa autentik dan tidak kehilangan nuansa realitas.

Harapan besar Ernest Prakasa adalah film ini mampu memberikan dampak positif terhadap penurunan angka pencopetan di Indonesia. Dengan semakin banyak penonton yang memahami modus operandi para pencopet, diharapkan masyarakat menjadi lebih waspada dan mengurangi potensi menjadi korban. Film bukan sekadar hiburan, tetapi juga alat pembelajaran yang efektif untuk kehidupan sehari-hari.

Leave a Comment