Pertamina Retail Lakukan Simulasi Antisipasi Risiko Kebakaran di SPBU Langsep Malang
Antisipasi Risiko Kebakaran – Sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan dan kesiapan operasional, Pertamina Retail mengadakan simulasi penanggulangan keadaan darurat (PKD) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Langsep, Kota Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi risiko kebakaran, yang menjadi salah satu ancaman utama di lingkungan SPBU. Simulasi dilakukan oleh seluruh karyawan SPBU Langsep, dengan bantuan Polsek Klojen, Koramil 0833/01 Klojen, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Malang. Proses ini menguji kemampuan tim dalam menangani insiden darurat secara cepat dan profesional, serta memastikan sistem respons darurat berjalan optimal.
Langkah Strategis dalam Meningkatkan Keselamatan Operasional
Kebakaran di SPBU bisa terjadi kapan saja, terutama akibat faktor seperti kecelakaan saat pengisian bahan bakar, kegagalan peralatan, atau korsleting listrik. Dengan mengantisipasi risiko kebakaran, Pertamina Retail berupaya membangun sistem yang tangguh dan mampu meminimalkan dampak negatif jika kejadian nyata terjadi. Simulasi PKD ini merupakan bagian dari program rutin perusahaan dalam memperkuat standar operasional Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), yang mencakup keamanan, kesehatan, dan lingkungan kerja.
Proses simulasi dimulai dengan menentukan skenario yang realistis, seperti kebakaran yang mengancam area pengisian bahan bakar dan menyebabkan kepala shift mengalami luka bakar. Seluruh karyawan diuji dalam mengeksekusi langkah-langkah darurat, mulai dari koordinasi internal, pemberitahuan ke pihak luar, hingga penanganan korban. Kegiatan ini juga melibatkan komunikasi antar tim dan evaluasi terhadap prosedur yang diterapkan.
Collaboration dengan Instansi Lokal untuk Menjaga Kualitas Pengelolaan Darurat
Partner seperti Polsek Klojen, Koramil 0833/01 Klojen, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Malang turut serta dalam simulasi ini untuk memastikan respons darurat yang terpadu. Kehadiran mereka memperkuat kemampuan SPBU Langsep dalam menangani situasi kritis, baik secara internal maupun eksternal. Pertamina Retail berkomitmen untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan melalui pelatihan berkala, terutama dalam mengantisipasi risiko kebakaran yang bisa menyerang area operasional.
Dalam simulasi, karyawan diwajibkan mengikuti alur kejadian secara detail, termasuk pemeriksaan titik api, penggunaan alat pemadam, dan pengungsian korban. Setelah semua langkah dilakukan, tim melakukan evaluasi untuk mengidentifikasi kelemahan dan menyesuaikan prosedur yang diterapkan. Evaluasi ini menjadi fondasi untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem penanggulangan kebakaran di SPBU Langsep, serta mendorong kesiapan tim di berbagai lokasi operasional.
“Kegiatan simulasi ini membantu kita menguji respons tim dalam situasi darurat secara langsung,” jelas Ruli Handoko, Manager HSSE Pertamina Retail. “Dengan mengantisipasi risiko kebakaran, kami memastikan semua pihak terlibat dapat bertindak tepat waktu dan efektif, sehingga mengurangi potensi korban jiwa serta kerugian materi.”
Kegiatan juga bertujuan merefresh pengetahuan karyawan tentang prosedur darurat, terutama dalam menghadapi situasi kritis yang berpotensi mengancam keselamatan pengunjung dan pekerja. Dengan memperkuat koordinasi antar tim, Pertamina Retail mengharapkan proses penanggulangan insiden dapat berjalan lebih cepat dan terstruktur. Selain itu, simulasi ini menjadi wujud komitmen perusahaan untuk menjaga standar kualitas layanan dan keselamatan di seluruh jaringan SPBU, termasuk di lokasi seperti SPBU Langsep dan SPBU Kemang.
