Bisnis

Key Strategy: Said Didu Bongkar 5 Modus Curang Ekspor SDA, DSI Danantara Disebut Bisa Tutup Celah

Said Didu Bongkar 5 Modus Curang Ekspor SDA, DSI Dianggap Bisa Tutup Celah Key Strategy - TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sistem ekspor satu pintu yang dikelola

Desk Bisnis
Published Mei 24, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Said Didu Bongkar 5 Modus Curang Ekspor SDA, DSI Dianggap Bisa Tutup Celah

Key Strategy – TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sistem ekspor satu pintu yang dikelola Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melalui entitas baru, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), dinilai sebagai langkah strategis dalam mengatasi penyimpangan pendapatan negara. Sebagai tokoh kebijakan publik, Muhammad Said Didu menyebut sistem ini sebagai solusi untuk menutup celah dalam pengelolaan komoditas sumber daya alam (SDA), yang selama ini jadi sumber kebocoran keuangan. Menurutnya, tata kelola ekspor akan lebih transparan dengan adanya pengawasan ketat dari DSI.

Empat Modus Curang Ekspor yang Dibongkar Said Didu

Dalam pernyataannya, Said Didu mengungkap lima praktik penipuan yang sering terjadi dalam ekspor SDA. Pertama, under-invoicing, di mana nilai faktur ekspor dikurangi secara sengaja untuk mengurangi pajak yang dibayarkan. Kedua, transfer pricing, yaitu penyesuaian harga antar perusahaan dalam grup untuk memperoleh keuntungan ekstra. Ketiga, penyelundupan, terutama pada barang yang tidak terdaftar secara lengkap. Keempat, manipulasi kode jenis barang (HS Code), yang memungkinkan pengusaha mengubah klasifikasi produk untuk memperoleh tarif yang lebih rendah. Kelima, rekayasa keuangan, yang mengacu pada pengelolaan dana secara tidak transparan.

“Keempat modus ini berdampak signifikan pada pendapatan negara. Dengan sistem satu pintu, semua transaksi akan terpantau secara langsung,” terang Said Didu dalam pernyataannya.

Implementasi dan Dukungan dari Pemerintah

Sistem DSI diharapkan menjadi alat pengawasan yang efektif, karena seluruh proses ekspor akan terintegrasi ke dalam satu platform. Said Didu menyebut bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat akuntabilitas dalam perdagangan komoditas. Selain itu, keberadaan DSI juga dapat memudahkan pengawasan oleh lembaga independen, seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau lembaga antikorupsi.

Kebijakan ekspor satu pintu ini dianggap sebagai key strategy dalam reformasi sistem keuangan nasional. Dengan adanya entitas seperti DSI, pemerintah berharap mampu mengendalikan aliran dana keluar dan memastikan transparansi dalam penjualan komoditas SDA. Said Didu menegaskan bahwa kebijakan ini bukan hanya untuk mengatasi masalah ekspor, tetapi juga untuk menjaga keadilan dalam perekonomian.

Analisis Risiko dan Potensi Manfaat

Key Strategy ekspor satu pintu juga memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi dalam proses pengelolaan SDA. Menurut Said Didu, sistem ini memungkinkan pemerintah mengumpulkan data yang lebih akurat, sehingga bisa mengidentifikasi perusahaan yang melakukan praktik tidak semestinya. “Selain itu, perubahan nilai saham DSI dapat menjadi indikator keakuratan data, karena perusahaan yang curang biasanya akan terlihat tidak stabil,” jelasnya.

Sistem ini juga diharapkan mampu menutup celah di sektor keuangan, terutama dalam transaksi ekspor yang melibatkan komoditas strategis. Said Didu menyebut bahwa dengan pengawasan yang lebih ketat, kebocoran pendapatan negara yang mencapai ribuan triliun rupiah bisa diminimalkan. Meski demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan key strategy ini bergantung pada keseriusan pemerintah dalam melakukan pengawasan dan penegakan hukum.

“DSI adalah bagian dari key strategy pemerintah untuk memastikan transparansi ekspor. Jika dikelola dengan baik, sistem ini bisa menjadi tulang punggung pendapatan negara,” tambah Said Didu.

Profil dan Pandangan Said Didu

Sebagai mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu memiliki pengalaman dalam mengawasi sektor ekonomi yang kompleks. Ia dikenal sebagai kritikus tajam yang selalu menyoroti kelemahan dalam sistem pemerintahan. Key Strategy yang diusulkan oleh Said Didu kali ini tidak hanya berfokus pada ekspor SDA, tetapi juga mencakup perbaikan dalam akuntabilitas keuangan nasional.

Diskusi Said Didu tentang DSI juga menyoroti pentingnya data yang akurat dalam kebijakan ekonomi. Ia menyebut bahwa perusahaan yang biasa melakukan manipulasi dapat terdeteksi melalui perubahan nilai saham yang terjadi setelah pembentukan entitas baru. “Key strategy ini adalah ujian bagi bisnis yang jujur, karena harga komoditas seperti CPO, batu bara, dan lainnya akan diatur berdasarkan harga lelang internasional,” tegasnya.

Dengan key strategy yang diusung, Said Didu optimis bahwa sistem ekspor satu pintu akan mampu memberikan dampak positif jangka panjang. Ia menilai bahwa jika diterapkan secara konsisten, sistem ini akan mengurangi risiko korupsi dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan SDA. “Ini adalah langkah yang penting untuk membangun ekonomi yang lebih sehat,” pungkasnya.

Leave a Comment