Internasional

Latest Program: Bukan Cuma Minyak, Iran Disebut Bisa Lumpuhkan Internet Dunia dari Selat Hormuz

Latest Program: Iran's Threat to Global Internet via Hormuz Cables Latest Program – Selat Hormuz, yang sebelumnya hanya dianggap sebagai jalur utama

Desk Internasional
Published Mei 17, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Latest Program: Iran’s Threat to Global Internet via Hormuz Cables

Latest Program – Selat Hormuz, yang sebelumnya hanya dianggap sebagai jalur utama pengiriman minyak, kini menjadi pusat perhatian baru karena dianggap sebagai titik strategis yang bisa mengancam infrastruktur internet global. Dalam situasi geopolitik yang semakin memanas, Iran dilaporkan sedang mempersiapkan tindakan untuk memanfaatkan lokasi strategis ini sebagai alat tekanan, tidak hanya terhadap rantai pasok energi tetapi juga terhadap alur data internasional. Berdasarkan laporan terbaru, kabel bawah laut yang melintasi Selat Hormuz menjadi bagian dari latest program Iran dalam menguasai koneksi digital dunia.

Strategi Baru dalam Persaingan Global

Menurut analisis dari media Iran, seperti Fars dan Tasnim, kabel bawah laut di Teluk Persia dan Selat Hormuz bukan hanya jalur pengiriman energi, tetapi juga bisa menjadi jalur pengontrolan informasi. Mereka menekankan bahwa latest program ini bisa memengaruhi sistem ekonomi digital dan keamanan data global. Dalam satu laporan terbaru, para peneliti mengungkapkan bahwa beberapa kabel bawah laut yang melewati Selat Hormuz memiliki kapasitas transmisi besar, membuatnya rentan terhadap gangguan. Kabel-kabel ini digunakan oleh negara-negara Timur Tengah dan Eropa untuk kebutuhan komunikasi, perdagangan, serta layanan keuangan.

“Kemacetan Hormuz… di mana internet kawasan bergantung pada seutas benang.”

Dalam latest program yang diterbitkan oleh berbagai sumber, Iran terlihat bersiap untuk memperkuat posisinya dalam mengontrol data internasional. Selain menyoroti kabel bawah laut sebagai infrastruktur strategis, media tersebut juga menyinggung kemungkinan pengaturan jalur komunikasi yang lebih terpusat di wilayah ini. Tekanan dari latest program ini mencerminkan kekhawatiran bahwa ancaman terhadap kabel bisa memicu gangguan yang lebih luas, termasuk kelumpuhan sistem pasar keuangan global.

Mengapa Kabel Bawah Laut Lebih Penting dari Satelit?

Banyak orang menganggap internet sepenuhnya bergantung pada satelit dan teknologi nirkabel, tetapi kenyataannya, sebagian besar lalu lintas data global masih melalui kabel bawah laut. Menurut laporan dari Reuters, lebih dari 95 persen komunikasi data internasional—bahkan mendekati 99 persen—ditransmisikan melalui lebih dari 500 kabel yang tersusun di seluruh dunia. Kabel-kabel ini menjadi “titik cekik digital” karena terpusat di area sempit seperti Laut Merah dan Selat Hormuz, yang juga merupakan jalur utama untuk perdagangan energi.

Sebagai bagian dari latest program yang sedang dikembangkan, Iran dianggap memiliki kemampuan untuk memanipulasi atau menghentikan aliran data melalui kabel-kabel ini. Dengan kabel yang menghubungkan Asia, Afrika, dan Eropa, gangguan di Selat Hormuz bisa menyebabkan gangguan terhadap jaringan internet di berbagai negara. Teknologi kabel bawah laut lebih stabil dan cepat dibandingkan satelit, sehingga menjadi pilihan utama untuk komunikasi massal. Dalam konteks latest program, ancaman ini memperlihatkan bagaimana konflik geopolitik bisa menjangkau dunia digital.

Peran Kabel Bawah Laut dalam Ekonomi Digital

Kabel bawah laut tidak hanya penting untuk komunikasi, tetapi juga menjadi tulang punggung dari ekonomi digital global. Negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Iran bergantung pada kabel-kabel ini untuk operasional pusat data, transaksi keuangan, dan pengembangan teknologi seperti AI. Latest program Iran dianggap mencakup langkah-langkah untuk menguasai atau memanfaatkan kabel-kabel tersebut, dengan tujuan mengontrol aliran informasi dan memengaruhi kebijakan ekonomi internasional.

Para ahli menyatakan bahwa keandalan kabel bawah laut adalah kunci dari stabilitas global. Jika terjadi gangguan di Selat Hormuz, seperti yang dianggap dalam latest program, maka sistem komunikasi dan ekonomi digital di kawasan Timur Tengah bisa terganggu. Kabel-kabel ini juga digunakan oleh perusahaan teknologi internasional untuk mengirimkan data ke berbagai benua, sehingga ancaman dari satu titik geografis bisa memiliki dampak luas. Dalam konteks ini, Iran menunjukkan bahwa latest program mereka mencakup strategi yang lebih dari sekadar konflik militer.

Persiapan dan Dampak yang Mungkin Terjadi

Dalam latest program yang sedang dijalankan, Iran menyoroti pentingnya kabel bawah laut sebagai bagian dari kekuatan digitalnya. Mereka berupaya meningkatkan kapasitas kabel yang melintasi Selat Hormuz, termasuk menambah jumlah jalur yang dioperasikan dalam wilayah tersebut. Strategi ini mencerminkan keinginan Iran untuk menjadi pusat kontrol informasi di kawasan Timur Tengah, terutama setelah beberapa tahun terakhir mereka menunjukkan kemampuan dalam mengubah kebijakan digital.

Jika latest program ini berhasil diterapkan, dampaknya bisa sangat signifikan. Gangguan pada kabel bawah laut di Selat Hormuz tidak hanya menghentikan aliran data tetapi juga mengganggu keamanan siber dan kepercayaan terhadap sistem komunikasi global. Dalam skenario terburuk, seluruh kegiatan ekonomi dan perdagangan digital bisa terhambat, termasuk transaksi antarbank dan layanan internet yang digunakan oleh jutaan pengguna. Ini mengingatkan dunia akan ketergantungan pada infrastruktur fisik yang tersembunyi.

Kebijakan Internasional dan Tanggapan Global

Sejumlah negara dan organisasi internasional mulai memperhatikan latest program Iran terkait kabel bawah laut. Sebagai contoh, AS dan Uni Eropa melakukan evaluasi terhadap koneksi digital di kawasan ini, dengan harapan meminimalkan risiko terhadap rantai pasok global. Selain itu, para ahli keamanan siber juga berupaya meningkatkan keandalan jaringan melalui teknologi pengamanan yang lebih canggih, seperti sensor kebocoran atau sistem peringatan dini.

Dalam rangka menghadapi latest program Iran, beberapa negara di Timur Tengah memperkuat kerja sama untuk membangun kabel alternatif. Pemerintah Arab Saudi, misalnya, sedang berupaya memperluas jaringan kabel bawah laut di Laut Merah, sementara Uni Emirat Arab fokus pada pengembangan data center di kawasan yang lebih aman dari ancaman konflik. Latest program Iran tidak hanya menjadi isu lokal tetapi juga menjadi tanda kekhawatiran global terhadap ketergantungan pada infrastruktur digital yang rentan.

Leave a Comment