Internasional

Saat Jaringan Jadi Jalan Masuk Perantau ke Ibu Kota

Bagi Maya, warga Madura yang awalnya bekerja di Bekasi, perpindahan ke ibu kota terjadi berkat jaringan keluarga. Ia menerima tawaran dari saudara untuk

Desk Internasional
Published Agustus 6, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Anthony Moore - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Jejak Migrasi: Ketika Relasi Sosial Membuka Pintu Kerja di Jakarta
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Jejak Migrasi: Ketika Relasi Sosial Membuka Pintu Kerja di Jakarta

Beritahitam.com – Bagi Maya, warga Madura yang awalnya bekerja di Bekasi, perpindahan ke ibu kota terjadi berkat jaringan keluarga. Ia menerima tawaran dari saudara untuk menggantikan seorang penjaga toko kelontong yang berencana kembali ke Madura. “Saudara nawarin. ‘Di sini ada orang mau pulang (ke Madura). Mau gantian enggak?’ Ya sudah, saya berangkat ke sini,” kenang Maya dalam wawancara dengan DW Indonesia.

Proses ini bukanlah hal yang asing baginya. Informasi pekerjaan sering kali tidak melalui portal resmi dengan serangkaian pertanyaan kualifikasi, melainkan menyebar secara organik melalui saudara, tetangga, atau sesama perantau yang sudah lebih dulu menetap di Jakarta. “Saling tanya, jaga di mana. Nanti ada yang bilang tiga bulan lagi pulang, ‘ada kerjaan enggak?’ Kadang ada yang nawarin, ‘ada kerjaan nih, mau enggak?’,” tuturnya sambil menirukan percakapan yang biasa terjadi.

Akar Ekonomi dan Sejarah Perpindahan Penduduk

Maya menyebutkan bahwa banyak orang dari Madura yang mencari peluang kerja di Jakarta, Bekasi, maupun Bali karena keterbatasan pilihan di daerah asal. Fenomena ini memiliki dimensi ekonomi yang lebih luas, terutama jika meninjau tekanan ekonomi yang melanda beberapa wilayah di Madura. Data pada Maret 2025 menunjukkan angka kemiskinan di tiga kabupaten melebihi rata-rata Jawa Timur yang sebesar 9,5%. Specifically, Bangkalan mencatat 18,25%, Sumenep 17,02%, dan Pamekasan 12,77%.

Namun, Wulansari, seorang antropolog yang diwawancarai DW Indonesia, berpendapat bahwa migrasi tidak hanya bisa dijelaskan melalui kondisi ekonomi saat ini. Faktor sejarah perpindahan penduduk serta hubungan masyarakat dengan lingkungan asalnya juga perlu dipertimbangkan. Perempuan yang akrab dipanggil Wulan ini menilai bahwa kondisi alam turut memengaruhi pengetahuan dan pilihan usaha yang berkembang di suatu daerah.

Sebagai contoh, Wulan menjelaskan bahwa Tegal memiliki keragaman tanaman dan hewan yang berkontribusi dalam menyediakan bahan serta pengetahuan kuliner, yang kemudian dibawa para perantau dalam mendirikan usaha warteg. Sebaliknya, Madura dinilai relatif kering dengan tanah yang tidak se-subur banyak wilayah di Jawa, serta sumber daya alam yang tidak terlalu beragam. “Manusia berhubungan dengan alamnya, punya relasi yang saling memengaruhi,” ujarnya kepada DW.

Jakarta sebagai Kota Migran dengan Pasar Kerja Informal

Menurut Wulan, pengetahuan dalam mengolah sumber daya tertentu dapat menjadi modal berharga ketika seseorang mencari penghidupan di tempat baru. Jakarta sejak lama telah dibentuk oleh perpindahan penduduk. Hasil survei lanjutan Sensus Penduduk 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sekitar 31 dari setiap 100 penduduk Jakarta lahir di provinsi lain.

Kota ini juga menawarkan pasar kerja informal yang lebih luas dibandingkan daerah lain. Sebagian pekerjaan di sektor perdagangan dan usaha kecil dapat dimasuki tanpa melalui proses rekrutmen atau pelatihan resmi, sebagaimana yang dialami Maya. Data BPS mencatat bahwa pada Agustus 2025, sebanyak 1,88 juta orang atau 36,63% dari penduduk yang bekerja di Jakarta berada dalam kegiatan informal. Lebih lanjut, pada Februari 2026, perdagangan besar dan eceran menjadi lapangan usaha yang menyerap pekerja paling banyak, dengan porsi mencapai 22,4%.

Frequently Asked Questions

What is Saat Jaringan Jadi Jalan Masuk Perantau?

Saat Jaringan Jadi Jalan Masuk Perantau is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Saat Jaringan Jadi Jalan Masuk Perantau matter?

Saat Jaringan Jadi Jalan Masuk Perantau matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment