Internasional

Special Plan: Cerita 2 WNI yang Lolos dari Intersep Tentara Zionis Israel di Siprus, Sempat Diintai Drone

Special Plan: Dua WNI Lolos Intersep Tentara Israel di Siprus, Diintai Drone Pengalaman Langsung dari Dua WNI dalam Misi Special Plan Special Plan - Dalam

Desk Internasional
Published Mei 19, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Special Plan: Dua WNI Lolos Intersep Tentara Israel di Siprus, Diintai Drone

Pengalaman Langsung dari Dua WNI dalam Misi Special Plan

Special Plan – Dalam misi Special Plan, dua warga negara Indonesia, Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu, mengalami serangkaian tantangan serius saat melintasi perairan Siprus. Misi ini bagian dari rangkaian upaya Global Sumud Flotilla (GSF) yang bertujuan untuk menembus blokade Israel dan membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza. Sebagai anggota Dompet Dhuafa, mereka turut serta dalam operasi ini yang dikembangkan dengan rencana khusus untuk mengurangi risiko serangan oleh tentara Zionis Israel (IOF).

Kapal yang mereka tumpangi, Zepiro, mengalami intensif pengintaian oleh drone milik Israel. Herman menjelaskan bahwa selama perjalanan, mereka terus memantau pergerakan kapal dan drone secara real-time. “Kita sudah siap sejak semalam untuk memantau keberadaan kapal atau drone. Alhamdulillah, malam ini hanya ada drone, tidak ada kapal perang IOF,” kata Herman dalam konferensi pers GPCI. Penjelasan ini menggarisbawahi kehati-hatian yang dijalani tim selama Special Plan.

Dalam Special Plan, rencana penyelundupan dirancang secara cermat untuk menghindari deteksi oleh sistem pemantauan Israel. Selain penggunaan drone, strategi ini juga mencakup perubahan rute dan pengaturan kapal secara terpisah. Herman dan Ronggo menyebutkan bahwa komunikasi antar anggota rombongan sangat intens, dengan pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi setiap kemungkinan ancaman.

“Setelah menghindari intersep, kondisi sekitar tampak tenang meski ombak masih terkadang besar. Tidak terlihat kapal perang IOF atau rombongan GSF lainnya karena kita sengaja menyebar dan bergerak secara terpisah,” tambah Ronggo, menegaskan keberhasilan Special Plan dalam mengelabui sistem pengawasan Israel.

Ketegangan mulai mereda setelah Kapal Zepiro berhasil melewati zona berisiko. Namun, kedua WNI ini tetap waspada hingga rombongan berkumpul kembali di titik yang telah ditetapkan. Misi Special Plan ini tidak hanya tentang keberhasilan penyelundupan, tetapi juga tentang keberlanjutan gerakan kemanusiaan yang dijalani oleh para relawan. Herman menyebutkan bahwa seluruh anggota tim terus memantau situasi hingga pasti aman.

Konteks Misi Global Sumud Flotilla dan Special Plan

Misi Special Plan adalah bagian dari Global Sumud Flotilla, gerakan solidaritas maritim internasional yang bertujuan mengatasi isolasi warga Palestina. Rombongan ini terdiri dari puluhan kapal yang diisi oleh aktivis, relawan, tenaga medis, dan jurnalis dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Dalam Special Plan, langkah-langkah seperti penggunaan drone sebagai alat pengintaian diintegrasikan ke dalam rencana operasional.

Selama misi, penggunaan drone menjadi fokus utama karena kemampuannya untuk memantau area secara luas. Herman dan Ronggo menjelaskan bahwa kehadiran drone dianggap sebagai ancaman terbesar, tetapi dengan Special Plan, tim berhasil menghindarinya melalui koordinasi ketat. Dalam beberapa kesempatan, drone Israel terlihat mengorbit di atas kapal, tetapi tanpa menemui keberhasilan dalam menembus pertahanan rombongan.

Konteks Special Plan ini juga dipengaruhi oleh sejarah misi GSF sebelumnya. Misalnya, dalam tahun 2010, flotilla internasional terkenal sebagai “Misi Solidaritas” yang berujung pada konflik dengan tentara Israel. Dalam Special Plan, perencanaan lebih matang dilakukan untuk mengurangi risiko serupa. Ronggo menekankan bahwa semua kapal tetap waspada meski tidak ada tanda-tanda serangan dari IOF.

Kedua WNI ini menjadi saksi bisu bagaimana Special Plan menggabungkan teknologi modern dan kebijaksanaan strategis dalam menghadapi tantangan blokade Israel. Herman menegaskan bahwa misi ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga upaya untuk memperkuat solidaritas global terhadap Palestina. “Kita berharap Special Plan ini menjadi contoh keberhasilan dalam menghadapi sistem intersep yang sangat ketat,” ujarnya.

Leave a Comment