Internasional

Special Plan: Mengenal Drone Tempur MQ-9 Reaper AS yang Dihancurkan IRGC, Disebut Miliki Serangan Presisi Tinggi

Mengenal Drone Tempur MQ-9 Reaper AS yang Dihancurkan IRGC, Disebut Miliki Serangan Presisi Tinggi Special Plan - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat

Desk Internasional
Published Mei 27, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Mengenal Drone Tempur MQ-9 Reaper AS yang Dihancurkan IRGC, Disebut Miliki Serangan Presisi Tinggi

Special Plan – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas setelah Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa mereka berhasil menargetkan drone MQ-9 Reaper milik AS di wilayah Teluk pada Selasa (26/5/2026). Dalam pernyataan resmi, IRGC menyatakan bahwa pertahanan udara Iran mampu menghentikan beberapa aksi pelanggaran batas udara oleh pasukan AS. Selain menghancurkan MQ-9 Reaper, Iran juga melaporkan bahwa pesawat pengintai RQ-4 dan jet tempur F-35 sempat dibakar hingga mundur dari area penerbangan mereka.

Operasi ini dilakukan sebagai upaya Iran untuk menjaga otonominya di tengah meningkatnya kehadiran militer AS di kawasan tersebut. Konfrontasi terjadi setelah serangan AS di wilayah selatan Iran, yang diklaim menargetkan titik peluncuran rudal dan kapal yang diduga akan menempatkan ranjau laut di dekat Bandar Abbas. Iran sebelumnya juga mengungkapkan penggunaan sistem pertahanan udara Arash, yang baru diluncurkan, untuk menghancurkan drone musuh, menurut laporan Al Mayadeen.

Pejabat Iran menegaskan bahwa kemenangan dalam operasi ini menunjukkan wilayah udara Teluk kini terjaga secara lengkap oleh kekuatan militer mereka. Komandan Pasukan Darat IRGC di Provinsi Hormozgan, Brigadir Jenderal Mohammad Hadi Sefidchian, mengatakan keamanan Teluk adalah “garis merah” yang tak bisa diterjang oleh pihak asing. Sementara Mayor Jenderal Mohsen Rezaei menyatakan bahwa Iran sedang menghadapi AS melalui dua strategi, yaitu militer dan diplomasi.

Dron MQ-9 Reaper: Alat Perang Presisi Milik AS

Dron MQ-9 Reaper merupakan salah satu jenis pesawat tanpa awak yang menjadi andalan Angkatan Udara AS. Dengan kemampuan pengintaian dan serangan presisi tinggi, perangkat ini sering digunakan untuk misi pengumpulan intelijen, pengawasan, serta menyerang sasaran strategis yang bergerak cepat dan sensitif. Dron ini memiliki daya tahan terbang lama, sensor jarak jauh, serta sistem komunikasi multi-mode yang memungkinkan operasi militer modern.

Selain itu, MQ-9 Reaper terlibat dalam berbagai tugas seperti operasi intelijen, pengawasan, penyelamatan, dan serangan akurat terhadap objek bernilai tinggi. Penembakan drone ini oleh IRGC menunjukkan kemajuan teknologi pertahanan Iran, sekaligus memperkuat pernyataan bahwa kawasan Teluk kini berada dalam kendali penuh militer negara mereka.

“Keamanan Teluk adalah garis merah bagi Iran,” ujar Brigadir Jenderal Mohammad Hadi Sefidchian, Komandan Pasukan Darat IRGC di Provinsi Hormozgan.

“Iran saat ini menghadapi AS melalui dua jalur, yakni militer dan diplomasi,” tambah Mayor Jenderal Mohsen Rezaei.

Leave a Comment