Kesehatan

Announced: Kondisi WNA di Jakarta usai Teridentifikasi Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus MV Hondius

ridentifikasi Kontak Erat dengan Hantavirus MV Hondius Announced pada 7 Mei 2026, pemerintah Indonesia menerima notifikasi dari Inggris terkait kasus

Desk Kesehatan
Published Mei 12, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Announced: Kondisi WNA Jakarta Setelah Teridentifikasi Kontak Erat dengan Hantavirus MV Hondius

Announced pada 7 Mei 2026, pemerintah Indonesia menerima notifikasi dari Inggris terkait kasus hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius. Informasi ini dikirim melalui International Health Regulations National Focal Point (IHR NFP) dan mengungkap adanya seorang warga negara asing (WNA) di Jakarta Pusat yang dikategorikan sebagai kontak erat dengan pasien konfirmasi.

Announced dalam jumpa pers daring, Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Andi Saguni menjelaskan bahwa pemerintah segera melakukan investigasi epidemiologi setelah menerima laporan tersebut. “WNA yang teridentifikasi berusia 60 tahun dan merupakan kontak erat dengan pasien hantavirus yang meninggal, yaitu perempuan berusia 69 tahun,” terang Andi.

Announced pada 8 Mei 2026, tim Kemenkes melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap WNA tersebut. Proses ini melibatkan kerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK), serta Dinas Kesehatan DKI Jakarta. WNA yang tinggal di Jakarta Pusat dijemput untuk pengambilan spesimen dan observasi kesehatan selama dua hari.

Kontak Erat dan Riset Epidemiologi

Kontak erat antara WNA dan pasien hantavirus terjadi saat mereka melakukan perjalanan menggunakan kapal pesiar MV Hondius. Laporan menyebutkan bahwa pria berusia 60 tahun ini tinggal di penginapan yang sama di Saint Helena dan berinteraksi langsung dengan pasien selama penerbangan ke Johannesburg, Afrika Selatan. “Kami mengidentifikasi aktivitas mereka sebagai risiko penularan hantavirus,” kata Andi Saguni.

Announced dalam analisis kesehatan, WNA tersebut tidak menunjukkan gejala klinis yang signifikan. Pemeriksaan spesimen meliputi serum, urine, saliva, swab tenggorok, dan darah lengkap. Hasilnya menunjukkan bahwa individu tersebut tidak mengalami infeksi hantavirus, meski masih dalam pemantauan untuk memastikan tidak ada penyebaran.

Kapal pesiar MV Hondius, yang menjadi sumber wabah, tiba di Tenerife, Spanyol, setelah berlayar selama beberapa minggu. Announced pada 10 Mei 2026, pihak kesehatan melakukan evakuasi penumpang dengan protokol ketat, termasuk penggunaan ponco plastik biru dan penutup kepala selama transfer ke dermaga. Langkah ini dilakukan untuk menghindari risiko penularan.

Pencegahan dan Langkah Kesehatan

Announced sebagai bagian dari upaya pencegahan, Kemenkes dan WHO memastikan semua penumpang yang teridentifikasi sebagai kontak erat mendapatkan pemantauan intensif. Selain itu, pihak kesehatan juga melakukan penyaringan kembali data kesehatan dan melacak riwayat perjalanan untuk menghindari penyebaran hantavirus ke wilayah lain.

Kondisi hantavirus MV Hondius menjadi sorotan karena berpotensi menyebar melalui udara dan kontak langsung. Announced dalam laporan WHO, virus ini bisa menyebabkan gejala seperti demam, sakit kepala, dan gangguan pernapasan. Meski WNA di Jakarta tidak terkena, langkah-langkah kewaspadaan tetap diterapkan, termasuk imbauan ke warga Jakarta untuk memantau kesehatan setelah pulang dari luar negeri.

Leave a Comment