Metropolitan

Kronologi Lengkap Ayah dan Anak Bunuh Pedagang Cilok di Tangerang – Kepala Korban Dihantam Tabung Gas

k di Tangerang Kronologi Lengkap Ayah dan Anak Bunuh - Sebuah peristiwa kekerasan berdarah terjadi di Kabupaten Tangerang, Banten, yang menarik perhatian

Desk Metropolitan
Published Juni 9, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Kronologi Lengkap Ayah dan Anak Bunuh Pedagang Cilok di Tangerang

Kronologi Lengkap Ayah dan Anak Bunuh – Sebuah peristiwa kekerasan berdarah terjadi di Kabupaten Tangerang, Banten, yang menarik perhatian publik karena melibatkan seorang ayah dan anak. Dalam kejadian ini, MS (17), seorang remaja, bersama ayahnya BT (41), melakukan pembunuhan terhadap pedagang cilok P alias R (33) pada Senin (1/6/2026) malam. Aksi ini terjadi di kontrakan milik pelaku di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, dan mengakibatkan korban tewas setelah menerima luka-luka serius. Kasus ini menjadi sorotan karena keterlibatan dua anggota keluarga dalam tindakan kekerasan, serta metode pembunuhan yang cukup brutal.

Kronologi Ayah dan Anak Bunuh Pedagang Cilok

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian dimulai saat korban P alias R sedang tertidur lelap di kontrakan. MS terlebih dahulu membekap wajah korban dengan handuk untuk menghentikan pernapasan, sebelum ayahnya BT melakukan serangan lebih lanjut. BT menggunakan pisau cutter untuk menyayat leher korban, sementara MS menyerang dengan pukulan menggunakan tabung gas elpiji 3 kg hingga kepala korban mengalami cedera parah. Proses pembunuhan terjadi dalam waktu singkat, sekitar pukul 23.00 WIB, dan selesai sebelum warga menemukan korban.

Kebocoran darah dari korban menjadi petunjuk awal bahwa pembunuhan terjadi. Setelah korban ditemukan oleh warga dalam kondisi tertelungkup dan bersimbah darah pada Selasa (2/6/2026), petugas forensik RSUD Balaraja melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil investigasi menunjukkan bahwa korban menderita delapan luka tusuk yang memicu kecurigaan bahwa aksi pembunuhan dilakukan dengan sengaja. Para petugas kemudian mengumpulkan bukti-bukti sebelum melaporkan kasus ke polisi.

Proses Penangkapan dan Penyelidikan

Setelah kejadian, polisi memulai penyelidikan dan akhirnya menangkap kedua pelaku saat mereka berada di dalam bus jurusan Salatiga, Terminal Bus Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Dalam pernyataannya, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Indra Waspada menjelaskan bahwa BT adalah ayah kandung MS dan mengaku mengenali korban sebelumnya. “Kami menemukan bukti bahwa pembunuhan dilakukan oleh dua pelaku, yaitu MS dan BT,” terangnya, sebagaimana dilaporkan Tribuntangerang.com. Penangkapan ini terjadi setelah proses penyelidikan yang memakan waktu tiga hari.

Penyelidikan polisi juga memperoleh keterangan dari saksi yang melihat kejadian. Seorang tetangga mengatakan bahwa MS dan BT sering terlihat bertengkar dengan korban beberapa hari sebelum kejadian. “Mereka bertengkar soal utang dan keluarga, tapi saya tidak tahu detailnya,” ujarnya. Informasi ini menjadi dasar bagi polisi untuk menelusuri alasan pembunuhan. Selain itu, laporan medis menyebutkan bahwa korban mengalami luka di kepala akibat tabung gas, yang menjadi salah satu bukti penting dalam kasus ini.

Detik-detik Pembunuhan Berdarah

Dari pengakuan pelaku, aksi pembunuhan dimulai dengan rencana yang disusun matang. MS dan BT berpura-pura datang untuk membeli cilok, sebelum menyerang korban saat sedang tidak berpapasan. Pelaku menutup mulut korban dengan tangan, lalu MS mengambil tabung gas untuk menghantam kepala korban. Setelah korban terkapar, BT langsung mengambil pisau cutter dan menyayat leher korban hingga kehilangan nyawa. Proses ini berlangsung cepat, sehingga korban tidak sempat melawan atau berteriak.

Seorang saksi tambahan mengungkapkan bahwa MS dan BT sebelumnya menunggu korban di luar kontrakan sebelum memasuki ruangan. “Mereka bersembunyi di belakang pintu dan langsung menyerang saat korban sedang menyiapkan makanan,” katanya. Aksi ini menunjukkan rencana yang terperinci, dengan pelaku mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan korban tidak bisa bergerak. Selain itu, ditemukan bukti bahwa pelaku membawa senjata tajam dan tabung gas sebagai alat utama dalam pembunuhan.

Analisis dan Penyebab Pembunuhan

Pembunuhan ini tidak hanya menjadi kejadian yang menggemparkan masyarakat, tetapi juga mengungkap dinamika dalam keluarga. Polisi menyelidiki apakah ada konflik keluarga yang menjadi pemicu aksi tersebut. Seorang anggota keluarga pelaku mengatakan bahwa korban dituduh mencuri uang dari ayah MS beberapa bulan sebelum kejadian. “Ini mungkin menjadi penyebab kemarahan pelaku,” tambahnya. Meski begitu, polisi masih memeriksa detail lebih lanjut untuk memastikan motif sebenarnya.

Penyelidikan juga menemukan bahwa pelaku menggunakan strategi yang cukup licik untuk menghindari kecurigaan. Mereka menunggu korban tidur terlebih dahulu sebelum melakukan aksi. Tabung gas yang digunakan untuk membunuh korban menunjukkan keinginan pelaku untuk menyebabkan cedera fatal. Dalam laporan polisi, ditemukan bahwa MS mengambil peran utama dalam memperparah cedera korban dengan hantaman tabung gas, sementara BT fokus pada pembunuhan langsung. Kombinasi kedua aksi ini mempercepat kematian korban.

Respons Masyarakat dan Masa Depan Pelaku

Peristiwa pembunuhan ini menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat setempat. Beberapa warga menyampaikan kekecewaan karena melibatkan dua orang dalam keluarga. “Ini sangat mengejutkan, karena mereka adalah anggota satu keluarga,” kata seorang warga yang enggan disebutkan nama. Sementara itu, polisi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berkoordinasi dalam mengungkap kasus serupa. Kasus ini juga menjadi bahan evaluasi untuk penguatan sistem keamanan di area tersebut.

Kedua pelaku kini menghadapi tuntutan hukum berat, karena pembunuhan yang terencana dan sengaja. Masih dalam penyelidikan, polisi mengejar kemungkinan adanya motif lain seperti dendam atau konflik ekonomi. Dalam proses penyidikan, terungkap bahwa pelaku tidak hanya menghancurkan tubuh korban, tetapi juga mencoba memadamkan jejak kejahatan mereka dengan menutupi bukti di lokasi kejadian. Kasus ini menjadi contoh bagaimana konflik pribadi dapat memicu aksi kekerasan yang sangat berdarah.

Leave a Comment