Mpr Ri

Visit Agenda: Dramatis, SMAN 2 Bitung Juara LKBB MPR Sulut 2026 di Tengah Kabar Duka Sang Komandan Regu

Dramatis, SMAN 2 Bitung Juara LKBB MPR Sulut 2026 di Tengah Kabar Duka Sang Komandan Regu Visit Agenda - Kemenangan gemilang diraih oleh SMAN 2 Bitung dalam

Desk Mpr Ri
Published Mei 10, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Dramatis, SMAN 2 Bitung Juara LKBB MPR Sulut 2026 di Tengah Kabar Duka Sang Komandan Regu

Visit Agenda – Kemenangan gemilang diraih oleh SMAN 2 Bitung dalam ajang LKBB MPR Sulut 2026. Lomba yang diadakan di Lapangan Korem 131/Santiago, Kota Manado, Sabtu (9/5/2026) berakhir dengan keberhasilan sekolah tersebut meraih posisi pertama. Prestasi ini menjadi langkah penting sebelum mereka melangkah ke babak nasional di Jakarta pada bulan Agustus 2026. Kompetisi ini diadakan untuk memperkuat semangat nasionalisme di kalangan generasi muda, dan SMAN 2 Bitung tampil sebagai salah satu sekolah yang menunjukkan keunggulan dalam teknik baris berbaris serta pengibaran bendera.

Kisah Kemenangan di Tengah Emosi

Sebanyak 10 sekolah terbaik dari Sulawesi Utara mengikuti lomba ini, termasuk SMA Negeri 1 Manado, SMA Negeri 2 Bitung, SMA 1 Bitung, SMA Negeri 1 Bintauna, SMA Negeri 1 Kawangkoan, SMA Negeri 9 Manado, SMA Negeri 7 Manado, SMA Negeri 8 Manado, SMA Kristen 2 Binsus Tomohon, dan SMA Katolik Rex Mundi Manado. Semua tim menunjukkan kemampuan maksimal, membuat perlombaan semakin sengit. Dalam sesi akhir, SMAN 2 Bitung mengumpulkan total poin 8.970, sehingga menjadi juara pertama. Tempat kedua ditempati SMA Negeri 9 Manado dengan 8.920 poin, sementara posisi ketiga diraih SMA Negeri 1 Kawangkoan.

Kepala Sekolah SMAN 2 Bitung, Maxy Awondatu, berbahagia atas pencapaian siswanya. Ia mengungkapkan, seluruh tim telah berjuang keras sejak awal seleksi. “Mereka sangat antusias dan berusaha maksimal dalam latihan, bahkan rela datang dari Bitung ke Manado untuk melakukan uji coba sebelum lomba dimulai,” kata Maxy. Latihan yang intens dan disiplin membuahkan hasil yang memuaskan, sehingga SMAN 2 Bitung bisa menjadi wakil provinsi di ajang nasional.

“Sebagai kepala sekolah, saya sangat bangga dengan mereka. Mereka sejak awal, sejak seleksi 10 besar, sangat antusias berlatih dan berupaya meraih yang terbaik,” ujar Maxy Awondatu.

Dalam tim SMAN 2 Bitung, ada juga siswa yang tak menyangka nama sekolahnya masuk daftar juara. Nadilla L.E. Sompie, salah satu anggota, mengatakan bahwa semua anggota tim kaget ketika hasil diumumkan. “Kami bahkan tidak percaya. Semua tim lawan sangat kompeten, tapi kami senang bisa mewakili sekolah dan provinsi ke babak final nasional,” tambah Nadilla. Ia menegaskan bahwa tim akan terus meningkatkan persiapan untuk menghadapi lomba tingkat nasional.

Perjuangan yang Memenuhi Harapan

Kemenangan SMAN 2 Bitung tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis, tapi juga semangat kebersamaan. Para siswa harus membagi waktu antara latihan dan kegiatan sehari-hari, bahkan menghadapi tantangan eksternal seperti jarak dan transportasi. “Kami memprioritaskan latihan, meskipun terkadang mengorbankan istirahat,” ujar Nadilla. Ketekunan mereka terbayar saat menorehkan prestasi yang membanggakan. Dengan total poin 8.970, SMAN 2 Bitung menjadi salah satu pemenang terbaik.

“Saya bahkan kami semua kaget. Sebab, semua tim lawan kami bagus-bagus juga. Kami senang dan bangga bisa mewakili nama sekolah bahkan nama provinsi ke ajang final nasional nanti,” ujar Nadilla L.E. Sompie.

Di balik keberhasilan ini, ada kisah emosional yang tersembunyi. Komandan regu, Jesen Rorong, harus menghadapi berita duka saat lomba berlangsung. Ayahnya meninggal dunia pada pagi hari, tepat ketika kompetisi dimulai. Meski terkena duka, Jesen tetap semangat dan memimpin tim dengan baik. “Saya menangis di dalam, tapi tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk sekolah,” katanya. Kehadiran Jesen menjadi contoh ketangguhan yang menginspirasi semua peserta.

Keberhasilan SMAN 2 Bitung juga menunjukkan komitmen pendidikan di Bitung. Meski lokasi sekolahnya jauh dari Manado, tim tetap menorehkan prestasi. “Kami akan catat hal-hal yang kurang tadi dan menjadi pembelajaran untuk menghadapi final nasional nanti,” tambah Maxy Awondatu. Pembenahan akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas, karena lomba tingkat nasional dianggap lebih sulit. Semangat pembelajaran ini tidak hanya untuk menang, tapi juga untuk membanggakan daerah asal.

Kemenangan SMAN 2 Bitung menjadi perayaan bagi sekolah tersebut, tetapi juga mengingatkan bahwa ada perjuangan di balik setiap prestasi. Latihan yang tak kenal lelah, dukungan dari guru dan orang tua, serta semangat kompetisi yang luar biasa adalah faktor utama. Meski ada kesulitan, seperti jarak tempuh dan emosi dari kejadian duka, tim tetap mempertahankan fokus. “Kami yakin bisa lebih baik di tingkat nasional,” kata Jesen, meski kini ia mengenang kepergian ayahnya dengan air mata.

Lomba ini juga memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Anak-anak dari berbagai daerah menghadiri acara yang berlangsung di Manado. Mereka belajar kerja sama, disiplin, dan semangat nasionalisme. “LKBB bukan hanya tentang teknik, tapi juga tentang pengabdian kepada bangsa,” ujar Maxy Awondatu. Ia berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi sekolah lain. Masa depan pendidikan di Sulawesi Utara tampak cerah, karena ada sekolah yang siap melangkah lebih jauh.

Persiapan untuk Babak Nasional

Saat ini, tim SMAN 2 Bitung sedang fokus pada persiapan final nasional. Mereka merencanakan latihan lebih intens, terutama untuk menghadapi tantangan di Jakarta. “Kami akan evaluasi semua aspek, mulai dari formasi hingga kecepatan,” jelas Maxy. Latihan ini diharapkan membantu mereka mengatasi kesulitan di tingkat nasional, seperti persaingan yang lebih ketat. Selain itu, tim juga memperkuat koordinasi internal untuk meningkatkan performa.

Keberhasilan di LKBB MPR Sulut 2026 bukan akhir dari perjuangan. Justru, ini menjadi awal dari tantangan baru. Semangat yang terus berkobar memicu semangat luar biasa di antara para peserta. Meski ada yang mengalami duka, mereka tetap bersemangat. “LKBB adalah ajang yang membanggakan, karena mewakili daerah kami di tingkat nasional,” kata Nadilla. Ia berharap prestasi ini bisa menjadi kado istimewa bagi ayah Jesen, yang pergi meninggalkan dunia.

Sebagai bentuk apresiasi, lomba ini juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah-sekolah di Sulawesi Utara. Prestasi SMAN 2 Bitung menjadi bukti bahwa latihan dan komitmen bisa menghasilkan keberhasilan. “LKBB memperlihatkan potensi generasi muda, dan kami bangga bisa menjadi bagian dari itu,” ujar Maxy. Kehadiran siswa dari berbagai kota juga memperkaya pengalaman mereka, karena bisa belajar dari peserta lain.

Dalam rangkaian lomba yang berlangsung, SMAN 2 Bitung tidak hanya menjuarai LKBB, tapi juga memberikan pengalaman bermakna bagi seluruh peserta. Jumlah poin yang diperoleh, 8.970, menunjukkan konsistensi dan kualitas latihan yang diberikan. “Kami yakin bisa melangkah lebih jauh, meski harus lebih matang lagi,”

Leave a Comment