Brankas Tersembunyi Ditemukan Saat Polri Geledah Kafe di Jaksel
Brankas Tersembunyi Ditemukan saat Polri Geledah – Dalam operasi penyidikan terkait dugaan korupsi serta tindak pidana pencucian uang (TPPU), penyidik Polri menemukan sebuah brankas tersembunyi di balik lemari kafe De Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan. Penemuan ini menjadi sorotan utama dalam penyelidikan kasus PLN Batu Bara hingga PT Asabri, yang dikabarkan turut menjadi fokus utama operasi tersebut. Brankas hitam yang tersembunyi dalam pengawasan ketat oleh tim Brimob Polri menambah kejutan dalam penyelidikan yang telah berlangsung selama beberapa minggu.
“Betul, brankas ditemukan saat penggeledahan,” jelas Totok Suharyanto, Kakortas Tipidkor Polri, saat dihubungi pada Rabu (8/7/2026). Ia menegaskan bahwa penemuan ini merupakan bagian dari penyidikan skala besar yang melibatkan beberapa unit kepolisian, termasuk Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Totok mengatakan, brankas tersebut kemungkinan berisi dokumen atau barang bukti penting yang berkaitan dengan dugaan kriminalisasi terhadap perusahaan-perusahaan terkait.
Penggeledahan kafe De Clan Signature berlangsung pada Rabu siang, dengan petugas berpakaian jaket biru bertuliskan “reserse” berdiri di depan lemari pajangan besar. Setelah seorang anggota polisi mengenakan topi untuk menggeser lemari cokelat yang terpasang cermin, terlihat brankas hitam tersembunyi di tembok krem di balik lemari tersebut. Suara teriakan dan tepuk tangan penyidik terdengar saat brankas dibuka, mengisyaratkan adanya kejutan besar dalam operasi ini. Penemuan tersebut dilakukan setelah tim penyidik melakukan pemeriksaan mendetail di seluruh ruang kafe.
Proses Penggeledahan yang Terperinci
Operasi penggeledahan berlangsung secara terstruktur, dengan petugas membagi tugas menjadi dua kelompok. Satu tim bertugas mengamati lingkungan sekitar untuk memastikan tidak ada kecurigaan dari masyarakat, sementara tim lain fokus pada pemeriksaan area internal kafe. Totok Suharyanto menjelaskan bahwa proses ini memakan waktu sekitar tiga jam, dengan penekanan pada pencarian barang bukti tersembunyi seperti uang tunai, dokumen rahasia, atau surat perjanjian korupsi.
Menurut video yang diterima Tribunnews.com, penyidik menyisihkan sejumlah kursi dan meja untuk mengakses area yang semula tersembunyi. Setelah brankas berhasil diangkat, tim menyelidiki isinya secara cermat, termasuk mencari tanda-tanda keberadaan uang atau dokumen yang bisa mengungkap kejahatan korupsi. Penemuan ini diperkirakan akan memberikan petunjuk kuat mengenai sumber dana yang diperkirakan terkait dengan kasus PLN Batu Bara dan PT Asabri.
Latar Belakang Kasus PLN Batu Bara hingga Asabri
Kasus PLN Batu Bara dan PT Asabri telah menjadi sorotan publik karena terkait dengan dugaan penggelapan dana hibah dan suap. PLN Batu Bara, perusahaan listrik yang menjadi bagian dari PLN, dituduh mengalihkan dana dari pembangunan proyek yang seharusnya digunakan untuk keperluan umum. Sementara PT Asabri, yang merupakan salah satu perusahaan asuransi besar, terlibat dalam dugaan penerimaan gratifikasi dari pengadaan proyek pemerintah. Dalam penyidikan ini, brankas yang tersembunyi di kafe De Clan Signature diduga menyimpan bukti-bukti terkait kegiatan korupsi yang melibatkan kedua perusahaan tersebut.
Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan Kortas Tipidkor Polri menyatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari penyelidikan bersama yang bertujuan mempercepat proses pemeriksaan terhadap dugaan kriminalisasi yang melibatkan pihak-pihak terkait. Penemuan brankas, yang merupakan bagian dari upaya penggeledahan yang terencana, berpotensi mengungkap alur dana yang tidak transparan, termasuk transaksi dengan kelompok tertentu yang dikenal sebagai pelaku korupsi. Totok Suharyanto menegaskan bahwa seluruh proses penggeledahan di kafe De Clan Signature telah dilakukan dengan terbuka dan profesional.
