KPK Dalami Dugaan Aliran Dana Kasus Impor DJBC
Beritahitam.com – Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperdalam penyelidikan terkait dugaan aliran dana dalam kasus suap impor yang melibatkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Pemeriksaan terbaru difokuskan pada Iskandar HP Sitorus, Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), yang dipanggil kembali untuk memberikan keterangan lebih lanjut mengenai jejak keuangan yang mencurigakan.
Penyelidikan ini bermula dari pengakuan John Field, pemilik PT Blueray Cargo, yang secara gamblang menyatakan telah menyerahkan uang dalam jumlah besar kepada sejumlah pejabat DJBC. Pengakuan tersebut memicu KPK untuk menelusuri lebih dalam bagaimana mekanisme aliran dana pelicin tersebut terjadi di lingkungan kantor bea cukai.
Pemeriksaan Kembali Iskandar Sitorus
Iskandar Sitorus diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Kamis (6/8/2026). Sebagai kuasa nonlitigasi PT Blueray Cargo, ia menyerahkan berbagai bukti transfer bank kepada tim penyidik. Dokumen-dokumen tersebut diyakini mengandung informasi penting yang dapat membuktikan adanya aliran dana pelicin secara akurat.
Tadi pertanyaan-pertanyaan penyidik kasus Bea Cukai itu tajam sekali. Mula-mula terkait posisi saya sebagai kuasa nonlitigasi Blueray mengenai bukti-bukti transfer melalui Bank BCA kepada A, yaitu Alexander, yang disebut-sebut sebagai ajudan Ahmad Dedi alias Dedi Congor, kata Iskandar.
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan penyidik mencakup berbagai aspek transaksi perbankan. Iskandar menjelaskan bahwa ia juga diminta memberikan keterangan mengenai hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam transfer dana tersebut. Keterangan ini dinilai sangat membantu untuk menelusuri jaringan aliran dana yang lebih luas.
Dua Sprindik Baru untuk Perluasan Penyidikan
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan bahwa penyidik sedang mendalami dugaan aliran dana tersebut. Ia menilai keterangan yang diberikan Iskandar sangat membantu untuk mengungkap pihak-pihak lain yang turut menikmati uang panas dari kasus ini. Dari fakta yang muncul di persidangan maupun keterangan para saksi, muncul adanya dugaan aliran tersebut maka penyidik tentunya akan mendalami, jelas Budi.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerbitkan dua surat perintah penyidikan (sprindik) baru. Langkah ini bertujuan untuk mengusut tuntas klaster pejabat Bea Cukai yang menerima suap dari pengusaha importir. Satu sprindik umum terkait penerimaan di pejabat Bea Cukai, yang nanti kita tentunya pasti akan kita tetapkan tersangkanya. Kemudian yang kedua ada sprindik yang sudah ada tersangka karena ini merupakan bagian klaster dari pejabat Bea Cukai yang menerima pemberian-pemberian terkait importasi oleh PT Blueray, terang Taufik.
Prospek Perkembangan Kasus
KPK tidak hanya berhenti pada penetapan tersangka awal. Dengan adanya dua sprindik baru, penyidik memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan penyelidikan. Mereka akan menelusuri setiap jejak keuangan yang terhubung dengan kasus ini, termasuk memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam aliran dana dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Para ahli hukum pidana memperkirakan bahwa kasus ini masih akan terus berkembang dalam beberapa bulan ke depan. Dengan semakin banyaknya keterangan yang diperoleh dari para saksi dan bukti-bukti baru yang ditemukan, KPK diharapkan dapat menetapkan lebih banyak tersangka dalam kasus suap impor DJBC ini.
FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Kasus Ini
Berapa jumlah tersangka yang sudah ditetapkan dalam kasus ini? Saat ini KPK telah menetapkan beberapa tersangka awal, namun jumlah pastinya masih terus berkembang seiring dengan penyidikan yang berlangsung.
Apa peran PT Blueray Cargo dalam kasus ini? PT Blueray Cargo merupakan perusahaan importir yang diduga telah memberikan suap kepada pejabat DJBC. Pemiliknya, John Field, telah mengakui secara terbuka bahwa ia menyerahkan uang dalam jumlah besar kepada para pejabat tersebut.
Bagaimana mekanisme aliran dana pelicin menurut penyelidikan KPK? Menurut keterangan yang diperoleh, aliran dana pelicin terjadi melalui transfer bank, khususnya melalui Bank BCA. Dana-dana tersebut dialirkan kepada berbagai pihak, termasuk ajudan pejabat DJBC.
Kapan hasil akhir penyidikan diperkirakan keluar? KPK belum menetapkan waktu pasti untuk penyelesaian kasus ini. Namun, dengan adanya dua sprindik baru, penyidikan diperkirakan akan berlangsung intensif dalam beberapa bulan ke depan.
Apakah ada kemungkinan tersangka baru akan ditetapkan? Sangat mungkin. Dengan adanya dua sprindik baru, KPK memiliki kewenangan untuk menetapkan lebih banyak tersangka, terutama dari klaster pejabat Bea Cukai yang belum ditetapkan sebagai tersangka.
