Nasional

Latest Program: Serukan Tritura Nelayan, Gus Lilur Minta Presiden Prabowo Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan BBL

Latest Program: Gus Lilur Serukan Tritura Nelayan untuk Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan BBL Latest Program - JAKARTA - Dalam upayanya memperkuat

Desk Nasional
Published Mei 10, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Latest Program: Gus Lilur Serukan Tritura Nelayan untuk Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan BBL

Latest Program – JAKARTA – Dalam upayanya memperkuat pengelolaan sumber daya kelautan, Gus Lilur, pendiri Bandar Laut Dunia Grup (Balad Group), kembali mengingatkan Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk satgas khusus yang fokus pada pemberantasan penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) ke luar negeri. Gus Lilur menegaskan bahwa masalah ini tidak hanya berdampak pada ekonomi nelayan, tetapi juga mengancam kebijakan pemerintah dalam mengendalikan industri budidaya lobster nasional. “Latest Program ini menjadi peluang bagus bagi pemerintah untuk menegakkan kebijakan yang sejalan dengan kepentingan rakyat pesisir,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Komitmen Presiden Prabowo dalam Pertanian BBL

Presiden Prabowo Subianto, yang telah menjabat sejak Agustus 2025, dinilai Gus Lilur sebagai sosok yang berkomitmen kuat dalam mengatasi praktik penyelundupan BBL. Pernyataan pemerintah tentang penghentian produksi BBL di luar negeri adalah langkah strategis yang mengambil peran aktif dalam memperkuat kebijakan pertanian lokal. “Latest Program yang diusung Prabowo menunjukkan bahwa pemerintah sudah siap menegakkan kontrol penuh terhadap industri ini,” kata Gus Lilur.

Perubahan Regulasi sebagai Pendorong Pengembangan BBL Domestik

Dalam konteks ini, Gus Lilur mengapresiasi perubahan regulasi yang telah dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan, yaitu dari Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 7 Tahun 2024 menjadi Nomor 5 Tahun 2026. Perubahan ini, menurutnya, mencerminkan kebijakan terbaru pemerintah yang berfokus pada penguatan pertanian BBL secara nasional. “Latest Program ini bukan hanya tentang menutup akses ke luar negeri, tetapi juga tentang memberikan insentif untuk berkembangnya usaha lokal,” tambah Gus Lilur dalam sebuah pernyataan.

Jaringan Penyelundupan BBL yang Terstruktur

Penyelundupan BBL, menurut Gus Lilur, tidak hanya terjadi secara sporadis, tetapi terjadi dalam skala besar dan terorganisir. Ia mengungkapkan bahwa jaringan ini melibatkan kolaborasi antarnegara, dengan jalur utama melalui laut dari Indonesia ke Malaysia, lalu diteruskan ke Singapura. Selain itu, terdapat jalur udara yang mengirim BBL langsung ke Singapura untuk proses aklimatisasi sebelum dikirim ke Kamboja. “Latest Program harus menindaklanjuti kebijakan ini dengan penegakan hukum yang tegas,” tegasnya.

Proses Aklimatisasi dan Manfaat Ekonomi untuk Negara Asing

Proses aklimatisasi BBL di Singapura, yang dilakukan di dua lokasi utama, Choa Chu Kang dan Lim Chu Kang, mempercepat pengembangan benih lobster secara industri. Gus Lilur mengingatkan bahwa tahap ini menjadikan BBL sebagai produk yang siap dikirim ke pasar internasional. “Dengan Latest Program yang terintegrasi, manfaat ekonomi BBL bisa dirasakan oleh rakyat Indonesia, bukan hanya negara lain,” imbuhnya.

Langkah Strategis dalam Penguatan Budidaya Lokal

Dalam upaya menegakkan kebijakan pemerintah, Gus Lilur menekankan pentingnya pendekatan yang lebih komprehensif. Ia menyarankan pemerintah untuk memberikan dukungan teknis, keuangan, dan infrastruktur bagi para nelayan yang ingin berkembang dalam budidaya BBL. “Latest Program harus menjadi pemicu untuk memperkuat manajemen sumber daya kelautan dan menjadikan BBL sebagai bagian dari ekonomi nasional,” tambahnya.

Keterlibatan Tritura Nelayan dalam Mendorong Perubahan

Tritura Nelayan Republik Indonesia, yang telah menyerukan penguatan kebijakan pertanian BBL sejak awal pemerintahan Prabowo, mengingatkan bahwa tindakan tegas diperlukan untuk mengakhiri praktik penyelundupan. “Latest Program ini adalah kesempatan terbaik bagi pemerintah untuk menunjukkan komitmen dalam melindungi kepentingan rakyat pesisir,” jelas Gus Lilur. Ia menegaskan bahwa langkah bentuk satgas akan menjadi tanda bahwa kebijakan tersebut benar-benar dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.

Leave a Comment