Partai Ummat Keluhkan Natalius Pigai soal Pernyataan Amien Rais tentang Prabowo-Teddy
Main Agenda – Pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai yang mengkritik Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, terkait isu Prabowo Subianto dan Teddy Indra Wijaya memicu reaksi tajam dari Sekretaris Jenderal Partai Ummat, Taufik Hidayat. Dalam podcast Refly Harun yang diunggah Senin (11/5/2026), Taufik menyatakan Pigai terkesan terburu-buru dalam menyimpulkan adanya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) tanpa dasar yang jelas. “Main Agenda ini sangat penting, karena Pigai mengatakan Amien melanggar HAM, tapi dia enggak menjelaskan Pasal mana atau aturan hukum apa yang jadi dasar pernyataannya,” ujarnya.
Perbedaan Pendekatan dalam Penyampaian Informasi
Taufik menekankan bahwa pernyataan Amien Rais masih dalam ranah kebebasan berbicara sesuai Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945. Menurutnya, Amien hanya menyampaikan kesimpulan dari informasi yang berkembang di masyarakat. “Main Agenda partai juga mencakup kebebasan berbicara, jadi ketika Pak Amien menyimpulkan informasi dari berbagai sumber, itu bukanlah pelanggaran,” jelas Taufik. Ia menambahkan bahwa pernyataan tersebut lebih tepat disebut sebagai upaya untuk menyampaikan pandangan publik, bukan tindakan menyerang langsung.
Kritik terhadap Tindakan Komdigi
Dalam sesi podcast yang sama, Taufik juga menyebutkan kebijakan Komnas HAM dan Komdigi yang dinilainya terlalu reaktif. Ia menyoroti kecepatan Pigai dalam menyatakan pelanggaran HAM tanpa proses klarifikasi terlebih dahulu. “Biasanya ada proses ajudikasi, barang bukti, dan investigasi sebelum menyimpulkan adanya pelanggaran. Tapi Pak Pigai langsung keluar dengan hasil yang mengatakan Pak Amien melanggar HAM,” tambahnya. Taufik menilai hal ini memperlihatkan sikap yang kurang objektif.
Taufik membandingkan langkah Komdigi dengan video lain yang lebih lama beredar dan ditonton ratusan ribu kali. “Main Agenda partai juga harus konsisten. Kalau video yang dikatakan hoaks sudah ada tujuh bulan dan ditonton 200.000 orang, kenapa Pak Amien yang menyampaikan sumber itu justru di-klarifikasi cepat?” tanyanya. Ia menilai kebijakan ini terkesan selektif, terutama terhadap pernyataan yang dianggap berlawanan dengan pendirian partai.
Pertikaian ini semakin memanas saat Taufik menyebut beberapa pengurus partai terkadang mengambil sikap yang berbeda. “Main Agenda partai harus selaras, jadi kalau ada klaim bahwa sumbernya hoaks, itu harus didasarkan pada bukti yang kuat, bukan hanya karena isu yang diangkat menyerang kepercayaan publik,” pungkasnya. Taufik juga meminta pemerintah untuk lebih teliti dalam menangani isu-isu yang melibatkan tokoh-tokoh penting, terutama di tengah pesta demokrasi yang mendekat.
Dalam konteks politik, Taufik menyatakan Partai Ummat tetap solid mendukung Amien Rais sebagai bagian dari keputusan majelis syura. “Main Agenda partai jelas mengedepankan kebebasan berpikir dan berbicara. Jadi, ketika Pak Amien menyampaikan pandangannya, itu adalah bagian dari proses demokrasi internal,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kritik terhadap pernyataan Amien Rais adalah bagian dari diskusi politik, bukan tindakan penindasan.
Sementara itu, Taufik menyoroti dampak kritik Pigai terhadap citra Partai Ummat. “Main Agenda ini juga memperhatikan kesan publik, jadi kalau ada pernyataan yang dianggap tidak adil, partai harus mampu menjelaskan dengan baik agar tidak dianggap menutupi kebenaran,” katanya. Ia berharap ada dialog terbuka antara tokoh-tokoh berbeda untuk memperjelas kontroversi tersebut. Taufik menilai kritik Pigai bisa menjadi pemicu diskusi yang lebih produktif, selama tidak terkesan terburu-buru.