Motif Pembunuhan Bidan di Situbondo Terungkap, Mayat Ditemukan di Drainase
Motif Pembunuhan Bidan di Situbondo – Kasus pembunuhan bidan di Situbondo semakin memanas setelah mayat korban, Murtafia Rafika Dewi (34), ditemukan tergeletak di saluran drainase Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Sabtu (6/6/2026). Polisi menetapkan suaminya, Riski Ahmadi (31), sebagai tersangka dalam kasus Motif Pembunuhan Bidan di Situbondo yang mengejutkan masyarakat. Penemuan mayat yang terjadi setelah beberapa hari korban hilang membuat investigasi terus berjalan intensif.
Detik-detik Konflik Antara Bidan dan Suaminya
Bidan Murtafia Rafika Dewi ditemukan tewas setelah memicu perdebatan dengan suaminya. Dalam konflik rumah tangga yang terjadi sebelumnya, pasangan itu sempat berbeda pendapat tentang hubungan keluarga. Polisi mengungkap bahwa hubungan korban dan pelaku sudah retak selama tiga bulan, dengan korban terus-menerus mengeluhkan sikap suaminya yang tidak bisa diterima.
“Perdebatan terjadi di tengah malam saat korban merasa terusik, dan pelaku terangsang hingga melakukan tindakan kekerasan,” kata Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Selimat, Minggu (7/6/2026), seperti dikutip dari TribunJatim.com.
Motif Pembunuhan Terungkap, Dugaan Cemburu Jadi Pemicu
Setelah investigasi, polisi menyimpulkan bahwa Motif Pembunuhan Bidan di Situbondo berawal dari rasa cemburu pelaku terhadap korban. Konflik dimulai ketika Riski Ahmadi menemukan bukti bahwa istrinya terlibat dalam hubungan romantis dengan seseorang lain. Berdasarkan hasil autopsi, korban meninggal akibat pendarahan di otak akibat pukulan batu, yang menunjukkan bahwa kekerasan terjadi secara tiba-tiba.
Korban sempat mengungkapkan ketegangan dalam rumah tangganya kepada teman-temannya. “Saya sudah merasa tidak nyaman selama beberapa minggu, tapi suami saya tidak mau mendengarkan,” kata salah satu tetangga, yang tidak ingin disebutkan nama. Pernyataan ini memberi petunjuk bahwa konflik tersebut berakar dari ketidakpuasan dalam hubungan rumah tangga.
Penyelidikan Terus Berlanjut, Pelaku Ditahan di Mapolres
Setelah melarikan diri ke Madura, Riski Ahmadi akhirnya menyerah di Surabaya, Jawa Timur. Polisi menemukan bukti fisik seperti bekas luka di wajah korban serta barang bukti lain yang memperkuat dugaan motif cemburu. Selain itu, tim investigasi juga mengumpulkan bukti dari saksi mata dan rekaman video kamera pengintai yang terpasang di rumah korban.
Pelaku telah ditahan di Mapolres Situbondo setelah menyerahkan diri. Kini, kasus ini menjadi bahan pembelajaran untuk masyarakat dalam menghadapi konflik rumah tangga. Polisi juga menekankan pentingnya pendidikan kesadaran akan kekerasan dalam rumah tangga, terutama pada pria yang terlibat dalam hubungan pernikahan.
Kasus Serupa di Daerah Lain, Motif Beragam
Kasus pembunuhan bidan di Situbondo tidak terjadi sendirian. Tribunnews.com juga melaporkan kejadian serupa di Mamuju Tengah dan Bekasi. Di Mamuju Tengah, korban tewas akibat dugaan penggunaan ilmu hitam, sementara di Bekasi, balita dibunuh oleh paman karena kesal akibat gangguan saat bermain gim. Perbedaan motif ini menunjukkan bahwa kekerasan dalam rumah tangga bisa dipicu oleh berbagai faktor, termasuk rasa cemburu, konflik keuangan, atau masalah hubungan keluarga.
Kasus di Situbondo mengingatkan bahwa Motif Pembunuhan Bidan di Situbondo adalah salah satu contoh nyata bagaimana rasa cemburu bisa berubah menjadi tindakan kekerasan. Dengan adanya penyelidikan yang intens, polisi berharap kasus ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa depan.
