Regional

Visit Agenda: Pariman ODGJ di Boyolali Tewas Terkubur di Dapur, Tinggal Bersama 2 Anaknya yang juga ODGJ

lali Tewas Terkubur di Dapur, Tinggal Bersama 2 Anaknya yang Juga ODGJ Visit Agenda - Dalam rangkaian Visit Agenda terkini, kejadian misterius terjadi di Desa

Desk Regional
Published Mei 15, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Pariman ODGJ di Boyolali Tewas Terkubur di Dapur, Tinggal Bersama 2 Anaknya yang Juga ODGJ

Visit Agenda – Dalam rangkaian Visit Agenda terkini, kejadian misterius terjadi di Desa Pakel, Kecamatan Andong, Boyolali, Jateng. Seorang laki-laki tua bernama Pariman, yang didiagnosis menderita gangguan jiwa, ditemukan tewas terkubur di dapur rumahnya setelah lima hari tidak terlihat oleh warga sekitar. Jasadnya ditemukan pada Rabu (13/5/2026) malam, saat keluarga melakukan pencarian setelah mengetahui kehilangan keberadaannya.

Deteksi Awal dan Kecurigaan Warga

Keluarga Pariman, yang tinggal bersama dua anaknya yang juga termasuk dalam kategori ODGJ, awalnya tidak langsung menyadari adanya kejadian tidak biasa. Warga Dukuh Pereng mulai waspada setelah beberapa hari tidak menemukan aktifitas Pariman di luar rumah. Sebagai bagian dari Visit Agenda untuk mengupdate kondisi warga setempat, anggota keluarga melaporkan kehilangan tersebut ke anak Pariman yang tinggal di Kabupaten Pati.

“Setelah anaknya datang dari Pati, ternyata tidak ditemukan di luar. Setelah dicari di dalam, terdapat gundukan tanah di area Pawon (dapur) rumah,” ujar Indra, seorang warga setempat.

Dalam upaya penyelamatan, keluarga dan kepala dusun langsung memutuskan untuk menggali gundukan tanah tersebut. Hasilnya, bagian tubuh Pariman terungkap dari bawah tanah, mengejutkan semua pihak. Ini menjadi salah satu contoh kasus ODGJ yang muncul dalam Visit Agenda terkait kebutuhan pemantauan terhadap kondisi psikologis masyarakat.

Keterlibatan Polisi dan Proses Investigasi

Setelah menerima laporan, anggota Polsek Andong bersama Polres Boyolali segera datang ke lokasi kejadian. Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Indra Wira Saputra menjelaskan bahwa investigasi masih dalam tahap pendalaman. “Kami sedang melakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian Pariman,” terang Indra. Dalam Visit Agenda kepolisian, kasus ini menjadi perhatian khusus karena melibatkan tiga anggota keluarga yang memiliki kondisi mental.

Beberapa saksi mengatakan Pariman sering kali mengalami episode kejang dan kebingungan, terutama saat siang hari. Namun, keluarga mengklaim ia tidak pernah membawa senjata tajam atau benda berbahaya ke dapur. “Kami hanya mengira ia tertidur di sana,” tambah sumber lain. Meski demikian, peristiwa ini menimbulkan pertanyaan mengenai perlindungan terhadap ODGJ dalam Visit Agenda kesehatan mental di lingkungan masyarakat.

Dalam Visit Agenda terkini, kasus ini juga menjadi sorotan untuk meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya pengawasan terhadap anggota keluarga ODGJ. Banyak warga setempat mengungkapkan kecemasan terhadap kejadian serupa di masa lalu, meski belum ada laporan formal mengenai hal itu. “Kami harap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran untuk semua keluarga ODGJ,” kata seorang warga. Dengan Visit Agenda yang terus berjalan, harapan muncul untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Leave a Comment