Seleb

Main Agenda: Ahmad Dhani Sebut Dirinya Juri Keren Dibanding Program Sebelah, Desta Teriak: Pakde, Tolong Stop!

Perdebatan Juri di Ajang Pencarian Bakat: Ahmad Dhani vs. Desta Main Agenda - Kontroversi kembali memanas dalam dunia hiburan Indonesia setelah potongan video

Desk Seleb
Published Mei 20, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Perdebatan Juri di Ajang Pencarian Bakat: Ahmad Dhani vs. Desta

Main Agenda – Kontroversi kembali memanas dalam dunia hiburan Indonesia setelah potongan video menunjukkan pernyataan mantan vokal grup Samsons, Ahmad Dhani, saat menjalani tugas sebagai juri di acara pencarian bakat The Icon Indonesia yang ditayangkan SCTV. Dalam sesi penjurian, musisi yang dikenal dengan kepopuleran lagu Kangen ini menyatakan bahwa juri dari acara yang dimaksud—The Icon Indonesia—lebih menawan dibandingkan juri dari program kompetitor, yaitu Indonesian Idol. Pernyataan tersebut langsung mencuri perhatian publik dan memicu respons tajam dari Desta, salah satu penyanyi terkenal yang menjadi pembawa acara The Icon Indonesia.

Kontroversi dalam Penjurian

Pernyataan Dhani muncul setelah ia memberikan penilaian terhadap peserta bernama Vedra, seorang penyanyi muda yang sempat menarik perhatian dalam babak sebelumnya. Dalam momen tersebut, mantan suami Maia Estianty ini menyebutkan bahwa dirinya dan juri The Icon Indonesia lainnya adalah orang-orang dewasa yang mampu memberikan penilaian bijak. “Kita juri ini orang dewasa semua, kalau kita bilang lebih bagus ya memang iya. Nggak ada tujuan apa-apa. Kita ini juri-juri keren,” tegasnya, seperti yang dikutip dari kanal YouTube SCTV, Rabu (20/5/2026).

Perbandingan ini segera menciptakan gelombang kontroversi di media sosial. Sebelumnya, juri lain di acara yang sama, Titi DJ, pernah memuji penampilan Vedra dan secara eksplisit mengunggulkan peserta berusia 17 tahun tersebut dibandingkan dengan penyanyi aslinya, Lyodra. Respons Titi DJ ini memicu perdebatan luas, termasuk kecaman dari pihak Indonesian Idol, yang memiliki Maia Estianty sebagai salah satu juri utamanya. Mereka menilai bahwa penilaian Titi DJ terkesan memihak dan tidak adil, terutama karena Lyodra merupakan salah satu bintang besar dari program tersebut.

Kontroversi terkait The Icon Indonesia kembali bergulir setelah Dhani menyatakan bahwa juri dari program kompetitor “kurang keren”. Ia mengklaim bahwa penilaian juri dari The Icon Indonesia lebih matang dan lebih menarik karena mereka dikenal sebagai profesional dengan pengalaman yang melimpah. “Kita ini juri-juri keren,” tambah Dhani, yang secara tidak langsung mengkritik kualitas juri Indonesian Idol.

Desta Berusaha Meredam Kontroversi

Desta, selaku pembawa acara The Icon Indonesia, segera berusaha memperjelas pernyataan Dhani. Ia menekankan bahwa juri dari program pencarian bakat lainnya juga memiliki kualitas yang tidak kalah menonjol. “Kita setuju juri-juri keren, tapi di acara lain jurinya juga keren. Semuanya keren. Penyanyi semua luar biasa,” ujarnya, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (20/5/2026).

Desta menegaskan bahwa penilaian juri tidak terbatas pada keunggulan satu pihak, tetapi juga mencakup kelebihan dari program kompetitor. Ia menekankan bahwa persaingan antaracara pencarian bakat justru semakin memperkaya dinamika industri musik Indonesia. “Indonesian Idol punya juri yang sangat berpengaruh, dan mereka juga memberikan evaluasi yang baik,” sambung Desta, menunjukkan bahwa ia ingin menjaga hubungan harmonis antarprogram.

Namun, Dhani terlihat tidak sepenuhnya puas dengan penjelasan Desta. Ia terus mempertahankan pendirian bahwa juri dari The Icon Indonesia lebih unggul dalam menilai kualitas peserta. “TV sebelah kurang keren,” pungkasnya, memperkuat pernyataan sebelumnya yang menyebut juri dari Indonesian Idol sebagai “kurang menawan” dibandingkan dengan timnya.

Perbedaan pendapat ini menimbulkan kesan bahwa ada perang kata antara kedua program. Meski demikian, Desta berusaha memperkenalkan perspektif yang lebih luas. Ia mengingatkan bahwa acara pencarian bakat tidak hanya menilai kualitas juri, tetapi juga kinerja penyanyi dan keunikan format penyiarannya. “Kami juga memperhatikan keterlibatan penyanyi-penyanyi yang hadir, dan mereka pasti memiliki kelebihan yang berbeda,” imbuhnya, menunjukkan bahwa ia ingin menggambarkan acara yang dikelolanya sebagai bagian dari dinamika musik yang lebih kompetitif.

Konflik Antara Dua Program Pencarian Bakat

Konflik ini sebenarnya bukanlah hal baru. Sejak awal, The Icon Indonesia dan Indonesian Idol selalu saling bersaing dalam menarik perhatian publik. Dalam beberapa kesempatan, juri dari kedua program ini pernah menyampaikan pendapat yang terkesan memihak. Titi DJ, misalnya, sebelumnya mengunggulkan Vedra dalam penampilannya, sementara Maia Estianty sering kali memberikan kritik yang lebih tajam terhadap peserta yang dianggap kurang memenuhi standar.

Pernyataan Dhani dianggap sebagai bagian dari upaya membangun citra juri The Icon Indonesia yang lebih terbuka dan kritis. Ia juga berusaha menunjukkan bahwa tim juri yang ditempatkannya memiliki kelebihan dibandingkan dengan juri dari acara yang ditayangkan RCTI. “Kita ini juri-juri keren,” ujar Dhani kembali, seolah ingin menegaskan bahwa penilaian mereka tidak sekadar memperlihatkan rasa percaya diri, tetapi juga merupakan hasil diskusi yang matang.

Di sisi lain, Desta berusaha menjaga hubungan yang harmonis dengan juri dan penyanyi dari acara kompetitor. Ia mengakui bahwa setiap juri memiliki gaya dan pendekatan yang berbeda. “Juri dari acara sebelah juga punya kelebihan yang tidak kalah penting,” jelas Desta, seolah ingin menunjukkan bahwa persaingan justru bisa menjadi pendorong untuk berkembang bersama. Namun, respons Dhani yang tegas tetap mencuri perhatian karena ia menganggap perbandingan tersebut sebagai bagian dari keadilan.

Dalam konteks ini, publik terus memantau perkembangan konflik antara kedua program. Beberapa penggemar Indonesian Idol menganggap pernyataan Dhani sebagai bentuk insinuasi terhadap kualitas juri mereka, sementara penggemar The Icon Indonesia melihatnya sebagai keberanian untuk menegaskan kelebihan tim juri yang ditempatkannya. Hal ini juga memicu peningkatan interaksi di media sosial, di mana para pengguna platform mulai berdebat mengenai mana program yang lebih layak mendukung bakat muda Indonesia.

Sebagai seorang artis yang juga menjadi penyiar, Desta tetap berusaha mempertahankan sikap profesional. Ia memahami bahwa perbedaan pendapat antarjuri adalah hal wajar dalam proses seleksi, tetapi juga sadar bahwa pernyataan Dhani bisa berdampak pada citra The Icon Indonesia. Dalam satu wawancara, Desta menyampaikan bahwa ia tidak ingin menimbulkan kesan bahwa juri dari acara kompetitor “tidak mungkin” menjadi bagian dari evaluasi yang adil. “Kita semua ingin menghasilkan penyanyi terbaik, tidak peduli dari mana mereka berasal,” tuturnya.

Meski demikian, pernyataan Dhani tetap menjadi sorotan utama karena ia menyampaikannya secara terbuka di depan kamera. Dengan pen

Leave a Comment