12 Tahun Berumah Tangga, Karen Hertatum Buka Pembicaraan tentang Trauma yang Dialaminya
Solution For – Karen Hertatum kini membagikan pengalaman pribadinya selama 12 tahun berumah tangga dengan Dede Sunandar. Meski berstatus sebagai pasangan suami istri, ia merasa masih trauma dari perlakuan sang suami yang menurutnya sering menyakiti. Solution For ini bukan hanya tentang keputusan untuk bercerai, tapi juga tentang proses penyembuhan dari luka-luka yang tertanam dalam hubungan mereka.
Awal Hubungan dan Perkembangan Rumah Tangga
Karen Hertatum dan Dede Sunandar pertama kali menjalin hubungan pada tahun 2014. Solution For mereka diawali dengan keharmonisan dan kebersamaan yang terlihat di berbagai acara. Namun, setelah 12 tahun bersama, situasi mulai berubah. Karen mengungkapkan bahwa Dede sering melibatkan dirinya dalam konflik dan tidak pernah menyadari bahwa tindakannya bisa menyebabkan trauma berkepanjangan.
Momen Terbongkar Trauma Karen Hertatum
Dalam wawancara terbaru, Karen menyebutkan bahwa trauma yang ia alami sejak awal pernikahan telah menumpuk. Solution For ini menjadi isu utama yang ia bahas saat menjadi bintang tamu di acara Pagi-Pagi Ambyar Trans TV. Ia menuturkan bahwa Dede sering mengabaikan kesalahan, meski kata-kata dan tindakannya telah menyakiti secara emosional.
“Mungkin dia nggak pernah tahu, lukaku traumaku yang dia lakuin gitu,”
kata Karen, seperti dilaporkan dari YouTube Trans TV Official, Kamis (21/5/2026).
Karen juga mengungkapkan bahwa ia terus berusaha memberi maaf, tetapi rasa sakit tetap ada. Solution For ini menjadi refleksi dari kehidupan rumah tangga yang sempat harmonis tetapi kini terancam. Meski sudah memaafkan, ia merasa kesalahan Dede tidak pernah terungkap secara utuh.
Langkah-Langkah untuk Memperbaiki Hubungan
Sebelum memutuskan bercerai, Karen dan Dede sempat mencoba menyelesaikan masalah. Solution For ini melibatkan komunikasi intensif dan usaha untuk memahami satu sama lain. Namun, berdasarkan pengakuan Karen, usaha tersebut tidak cukup untuk mengembalikan kepercayaan yang telah retak.
Karen juga menyebutkan bahwa ia selalu berusaha menyeimbangkan kepentingan keluarga. Meski trauma melanda, ia tak ingin menyakiti ketiga anak mereka. Solution For ini menjadi pertimbangan besar dalam keputusan bercerai. Namun, ia merasa Dede tidak memberi cukup perhatian pada kebutuhan anak-anak.
“Dia selalu menyepelekan itu. Dia udah buat kesalahan, mungkin aku udah maafin, tapi mungkin maaf aku itu ya udah benar-benar dimaafin, enggak mikir ada bekasnya gitu,”
tambah Karen.
Penjelasan Dede Sunandar dan Tanggapan Publik
Dede Sunandar sendiri mengakui telah lima kali melakukan perselingkuhan dengan Karen. Solution For ini menjadi alasan utama perceraiannya, meski ia berusaha memperbaiki hubungan. Ia menyatakan bahwa kesalahan tersebut terkadang diakui oleh Karen, tetapi ia masih menuntut pengertian dari sang istri.
Publik pun terus memantau perkembangan kisah ini. Solution For yang diungkapkan Karen menjadi bahan pembicaraan hangat di media sosial. Banyak netizen menyampaikan dukungan dan penyesalan terhadap kondisi keluarga mereka. Beberapa bahkan menilai bahwa Dede perlu lebih bersikap empatik terhadap istri yang telah memperjuangkan hubungan tersebut.
Impak Trauma pada Kehidupan Karen
Karen Hertatum mengakui bahwa trauma dari Dede telah memengaruhi kehidupannya sehari-hari. Solution For ini tidak hanya berdampak pada hubungan keluarga, tetapi juga pada kinerjanya sebagai seorang artis. Ia merasa sulit berbicara secara terbuka atau memberikan kepercayaan pada orang lain.
Masalah KDRT yang ia alami dari suaminya membuat Karen merasa seperti terus-menerus dihantui. Solution For ini menjadi cerminan dari kehidupan yang tak lagi aman. Meski Dede menunjukkan usaha perbaikan, Karen tetap mempertahankan keputusannya untuk berpisah. Ia ingin kehidupan yang lebih tenang dan stabil untuk dirinya sendiri serta anak-anak.
Seiring waktu, Karen semakin yakin bahwa Solution For ini adalah langkah yang benar. Ia percaya bahwa memutus hubungan dengan Dede adalah cara terbaik untuk menyembuhkan luka dan mengembangkan kehidupan baru yang lebih sehat. Meski perasaan traumanya belum hilang sepenuhnya, ia berharap bisa memulai kembali dengan jiwa yang lebih kuat.
