Sport

Media Malaysia: Dari Tangisan di Denmark – Alwi Farhan Balas dengan Gelar Australia Open 2026

alaysia: Alwi Farhan Perlihatkan Kemampuan di Australia Open 2026 Media Malaysia, khususnya koran The Star, kembali menyorot kemunculan Alwi Farhan, pemain

Desk Sport
Published Juni 15, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Media Malaysia: Alwi Farhan Perlihatkan Kemampuan di Australia Open 2026

Media Malaysia, khususnya koran The Star, kembali menyorot kemunculan Alwi Farhan, pemain bulu tangkis Indonesia yang berusia 21 tahun. Pemuda ini berhasil menunjukkan performa luar biasa di Australia Open 2026, Minggu (14/6/2026), dengan memperoleh gelar juara level Super 500 yang kedua tahun ini. Keberhasilan ini memperkuat reputasi Alwi sebagai salah satu atlet berpotensi di Asia Tenggara.

Sebelumnya, Alwi mengalami kekalahan berat dalam Thomas Cup 2026 Mei lalu, yang membuat publik Indonesia terkejut. Tim Merah Putih terpukul setelah kalah telak 1-4 dari Prancis, dan Alwi diturunkan di partai kedua, di mana ia tak mampu menyumbang poin setelah kalah dari tunggal putra Prancis, Alex Lanier. Kegagalan itu sempat membuatnya menangis di lapangan, menggambarkan tekanan mental yang dialaminya.

Dalam final Australia Open 2026 di Quaycentre, Sydney, Alwi menunjukkan dominasi yang luar biasa. Lawannya, wakil China Dong Tian Yao, tak memiliki ruang untuk bernapas. Meski Dong berada di peringkat ke-73 dunia, Alwi yang menempati peringkat 13 dunia berhasil mengakhiri pertandingan dalam dua gim langsung dengan skor 21-13 dan 21-13, membuktikan keunggulan kelasnya.

Kemajuan yang Tidak Terduga

Bukan hanya sekadar kemenangan, hasil ini menjadi bukti regenerasi bulu tangkis Indonesia yang terus berkembang. Sebelumnya, Alwi juga sukses memenangkan Indonesia Masters 2026 di bulan Januari, mengangkat trofi di hadapan publik dalam negeri. Kombinasi kemenangan di luar negeri dan dalam negeri membuatnya dianggap sebagai ancaman baru di kancah internasional.

“Mentalitas Alwi dibentuk dari baja, bukan kaca,” komentar koran The Star yang menilai kebangkitannya setelah kekalahan di Denmark sangat luar biasa. Media Malaysia kini memandangnya sebagai salah satu atlet yang patut diwaspadai di Asia Tenggara.

Keberhasilan di Negeri Kanguru ini menambah koleksi trofi Super 500 Alwi, yang kini dianggap sebagai bentuk pembuktian atas kritik yang pernah menimpanya. Dari tangisan di Horsens hingga senyuman di Sydney, Alwi menunjukkan kemampuan untuk bangkit dan memperlihatkan konsistensi yang membanggakan.

Leave a Comment