Nasional

Cegah Korupsi Digital Bea Cukai, Pakar Usul Penerapan Sistem Jejak Audit yang Tak Bisa Dihapus

Jakarta – Upaya untuk Cegah Korupsi Digital Bea Cukai semakin mendesak seiring pesatnya transformasi teknologi di sektor kepabeanan. Para pakar menyarankan

Desk Nasional
Published Agustus 2, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Anthony Moore - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Cegah Korupsi Digital Bea Cukai dengan Sistem Audit Trail
  2. Related Reading

Cegah Korupsi Digital Bea Cukai dengan Sistem Audit Trail

Beritahitam.com – Jakarta – Upaya untuk Cegah Korupsi Digital Bea Cukai semakin mendesak seiring pesatnya transformasi teknologi di sektor kepabeanan. Para pakar menyarankan penerapan sistem jejak audit yang tidak bisa dihapus sebagai solusi strategis. Sistem ini dirancang untuk memastikan setiap aktivitas dalam infrastruktur teknologi informasi dapat dilacak secara otomatis dan dipertanggungjawabkan secara hukum. Langkah ini menjadi krusial mengingat semakin kompleksnya proses pengambilan keputusan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Visi Baru Tata Kelola Digital

Iskandar Sitorus, Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), menyoroti bahwa digitalisasi layanan tidak serta-merta menjamin terciptanya tata kelola yang bersih. Menurutnya, pengawasan ketat terhadap sistem data elektronik menjadi kunci utama. Tanpa mekanisme yang tepat, risiko manipulasi tetap ada meskipun proses telah beralih ke ranah digital.

“Digitalisasi sering dipasarkan sebagai jawaban terhadap korupsi. Dokumen yang dahulu dibawa dari meja ke meja kini diunggah melalui sistem. Pembayaran dilakukan secara elektronik. Namun, hilangnya meja tidak otomatis menghilangkan transaksi. Ia dapat berpindah ke akses sistem,” ujar Iskandar Sitorus pada Minggu (2/8/2026).

Menurut Iskandar, tantangan utama penegakan hukum di era digital saat ini bukan lagi soal pertemuan fisik antara masyarakat dengan petugas, melainkan mengenai siapa yang memiliki kewenangan untuk mengontrol sistem dan data yang menjadi dasar pengambilan keputusan strategis.

Manipulasi Sistem dan Solusi NBEGS

Berbagai keputusan di pelabuhan dan bandara, mulai dari penentuan profil risiko importir hingga penentuan jalur pemeriksaan barang (jalur hijau atau merah), berpotensi dimanipulasi secara sepihak di balik layar apabila tidak disertai mekanisme audit yang transparan.

“Pertanyaannya kemudian berubah. Siapa dapat mengubah profil perusahaan? Siapa bisa menurunkan atau menaikkan tingkat risiko? Siapa dapat mengakses data sebelum keputusan dibuat? Apakah perubahan tersebut meninggalkan jejak? Dan apakah jejaknya dapat dihapus?” tambahnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Iskandar merumuskan usulan pembentukan sistem tata kelola ekonomi perbatasan nasional yang dikenal dengan National Border Economic Governance System (NBEGS). Salah satu poin rekomendasi utamanya adalah kewajiban agar seluruh keputusan strategis di lingkungan kepabeanan menggunakan sistem jejak audit yang tidak dapat dihapus secara permanen.

Dengan demikian, seluruh instruksi perpindahan jalur pemeriksaan, penundaan fisik kontainer, pelepasan barang, hingga penghentian penindakan tidak boleh lagi bekerja sebagai instruksi lisan tanpa bukti tertulis.

“Instruksi pimpinan untuk mengubah jalur, menunda pemeriksaan, melepas barang, atau menghentikan penindakan tidak boleh bekerja sebagai ‘perintah sunyi’. Semua harus tercatat secara otomatis. Di negara digital, korupsi terbesar tidak selalu terjadi ketika uang berpindah tangan di sebuah ruangan. Ia dapat terjadi ketika satu parameter berubah di layar dan tidak seorang pun mengetahui siapa yang mengubahnya,” tegas Iskandar.

Iskandar juga mengingatkan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara sekadar melakukan digitalisasi dengan menerapkan tata kelola digital. Digitalisasi hanya memindahkan proses administrasi ke sistem elektronik, sedangkan tata kelola digital mengatur akuntabilitas manusia yang mengendalikan teknologi tersebut.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Sistem Audit Bea Cukai

Apa itu sistem jejak audit yang tidak bisa dihapus? Sistem jejak audit permanen adalah mekanisme pencatatan digital yang mencatat setiap perubahan data secara otomatis dan tidak dapat dihapus oleh pengguna, termasuk administrator sistem.

Mengapa sistem ini penting untuk Bea Cukai? Sistem ini mencegah manipulasi sepihak dalam pengambilan keputusan, seperti perubahan profil risiko importir atau jalur pemeriksaan barang, sehingga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

Bagaimana cara kerja sistem NBEGS? NBEGS mengintegrasikan seluruh proses kepabeanan dalam satu platform terpusat dengan sistem audit trail yang mencatat setiap aktivitas, mulai dari input data hingga pengambilan keputusan akhir.

Apakah sistem ini sudah diterapkan di Indonesia? Bea Cukai sedang dalam tahap pengembangan dan implementasi bertahap untuk mengintegrasikan sistem ini ke dalam infrastruktur teknologi informasi yang ada.

(Catatan: BNN dan Bea Cukai juga baru-baru ini berhasil menggagalkan penyelundupan vape berisi etomidate dari Malaysia di Batam.)

Leave a Comment