Regional

Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Sukabumi pada Minggu Malam Terasa hingga Bandung dan Bogor

Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Sukabumi Minggu Malam Terasa Bandung dan Bogor Gempa Magnitudo 4 6 Guncang Sukabumi - Pada malam Minggu (17 Mei 2026), wilayah

Desk Regional
Published Mei 18, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Sukabumi Minggu Malam Terasa Bandung dan Bogor

Gempa Magnitudo 4 6 Guncang Sukabumi – Pada malam Minggu (17 Mei 2026), wilayah Sukabumi di Jawa Barat mengalami gempa magnitudo 4,6 yang cukup kuat terasa hingga kota Bandung dan Bogor. Episentrum gempa berada di koordinat 7,53 Lintang Selatan dan 106,69 Bujur Timur, sekitar 62 kilometer utara timur Sukabumi. Aktivitas gempa tersebut terjadi pukul 22.15 WIB dengan kedalaman 25 kilometer, menurut laporan resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Meski magnitudo tidak terlalu besar, getaran yang terasa jauh dari lokasi episentrum menimbulkan kekhawatiran warga, terutama di kota-kota besar seperti Bandung dan Bogor.

Analisis BMKG dan Sebab Gempa

BMKG menyatakan bahwa gempa magnitudo 4,6 di Sukabumi tidak disertai peringatan dini, sehingga warga secara spontan merespons dengan mengambil langkah antisipasi. Dalam laporan gempa BMKG, terdapat catatan bahwa guncangan yang dirasakan sekitar 62 kilometer dari pusat gempa dapat terjadi akibat aktivitas tektonik yang terus-menerus di daerah tersebut. Lokasi Sukabumi terletak di jalur sismik aktif yang terkenal rentan akan gempa karena adanya pertemuan lempeng tektonik. Meski gempa ini tidak memicu kerusakan signifikan, tingkat kekuatannya menunjukkan bahwa daerah ini memang menjadi zona rawan.

“Gempa Mag:4.6, 17-May-2026 22:15:01 WIB, Lok:7.53 LS, 106.69 BT (62 km Tenggara KAB-SUKABUMI-JABAR), Kedalaman: 25 Km,” tulis BMKG dalam informasi resminya.

Dalam penjelasan tambahan, BMKG menyebut bahwa gempa ini termasuk dalam kategori gempa dangkal, yang bisa menyebabkan getaran lebih terasa di permukaan bumi. Mereka juga menekankan bahwa aktivitas gempa di Sukabumi masih dalam batas normal, tetapi masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti update dari instansi terkait. Perlu diingat bahwa gempa magnitudo 4,6 biasanya tidak berpotensi mengakibatkan kerusakan parah, tetapi bisa menjadi indikator awal dari aktivitas seismik yang lebih besar.

Kondisi Warga dan Respon Masyarakat

Getaran gempa yang terjadi pada minggu malam tersebut menyebabkan beberapa warga di Bandung dan Bogor mengira terjadi guncangan lebih besar. Beberapa orang mencatat kejadian ini di media sosial, seperti postingan salah satu pengguna yang menulis, “Nyampe Bandung goyangnya.” Meski tidak ada laporan korban atau kerusakan, gempa ini memicu reaksi cepat dari warga, dengan sebagian memutuskan untuk mengambil perlengkapan darurat atau berpindah ke area yang lebih aman.

“Nyampe Bandung goyangnya,” tulis salah satu pengguna media sosial.

Selain Bandung, warga di Bogor juga melaporkan bahwa getaran terasa cukup jelas, meski intensitasnya lebih ringan dibandingkan di wilayah Sukabumi. Beberapa di antara mereka menyebut bahwa getaran membuat makanan yang sedang dipanaskan di dapur terjatuh, dan mobil-mobil di jalanan terasa bergetar. Meski demikian, kondisi umum di kedua kota tersebut tetap stabil, dan tidak ada tanda-tanda kepanikan yang signifikan. BMKG mencatat bahwa gempa ini tidak menyebabkan

Leave a Comment