Forum Nasional Dorong Pembiayaan Iklim Inklusif bagi Perempuan
Topics Covered – Pembiayaan iklim inklusif bagi perempuan menjadi topik utama dalam forum nasional yang digelar di Jakarta, Tribunnews.com. Acara ini menampung partisipasi dari berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah, lembaga keuangan, dan komunitas wirausaha perempuan, untuk membahas strategi pendanaan yang lebih adil dalam menghadapi perubahan iklim. Topik yang dibahas secara mendalam mencakup peran perempuan dalam penguatan ketahanan ekonomi, partisipasi aktif dalam solusi iklim, serta akses ke sumber daya produktif yang sebelumnya masih terbatas.
EmPower National Forum 2026: Meningkatkan Akses Finansial untuk Aksi Iklim
Forum EmPower National Forum 2026, yang diselenggarakan oleh UN Women, PT Permodalan Nasional Madani, dan KUMPUL, menyoroti peran perempuan sebagai penentu keberhasilan aksi iklim nasional. Perempuan tidak hanya menjadi sumber daya utama dalam produksi pangan, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Topik yang didiskusikan mencakup pelatihan kapasitas, pengembangan usaha kecil, dan penyediaan modal yang lebih terjangkau bagi perempuan di sektor pertanian dan kecil menengah (UKM).
“Dengan penguasaan sumber daya produktif yang lebih luas, hasil panen dapat meningkat 20–30 persen. Ini akan membantu mencegah kelaparan hingga 150 juta orang,” jelas Dwi Yuliawati di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Dalam konteks yang lebih luas, program EmPower dirancang untuk meningkatkan akses perempuan terhadap pendanaan iklim inklusif, yang sebelumnya masih terbatas. Topik yang diusung ini relevan karena data FAO menunjukkan bahwa petani perempuan di negara berkembang menghasilkan sekitar 60–80 persen pangan, namun hanya menguasai kurang dari 20 persen lahan pertanian. Topik ini memperkuat pentingnya memperluas peluang ekonomi perempuan, khususnya dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Program EmPower: Menyasar Pengusaha Perempuan Ultra Mikro
Salah satu strategi utama program EmPower adalah memperkenalkan teknologi cerdas iklim kepada pengusaha perempuan ultra mikro. Topik ini menjadi fokus diskusi dalam rangkaian kegiatan forum nasional, yang bertujuan meningkatkan daya tahan ekonomi perempuan melalui pendanaan yang lebih inklusif. Topik ini juga menekankan kebutuhan untuk menciptakan kerangka kebijakan yang mendukung partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan lingkungan dan pengembangan mata pencaharian yang berkelanjutan.
Kemitraan antara UN Women, PNM, dan KUMPUL mencakup pendekatan berbasis komunitas untuk memastikan keberlanjutan program. Topik yang dibahas mencakup pelatihan kapasitas, pengujian model pendanaan, serta pembentukan jejaring pengusaha perempuan. Dalam proses ini, lebih dari 6.000 pelaku usaha perempuan telah menerima dukungan finansial dan pelatihan teknis melalui kerja sama dengan PNM melalui Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).
Topik yang diangkat dalam forum ini juga menggambarkan keterlibatan aktif perempuan dalam membangun ketahanan iklim. Dengan akses pembiayaan yang lebih merata, perempuan dapat berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, perbaikan ekosistem, dan penguatan ekonomi lokal. Program ini mendapat dukungan dari Pemerintah Selandia Baru, Jerman, Swedia, serta Swiss, yang menjadikan keberlanjutan gender sebagai bagian integral dari kebijakan iklim nasional.
