Perempuan 12 Tahun Diduga Jadi Korban Tembakan OPM di Mimika, Kecelakaan Terjadi saat Warga dalam Perkumpulan
Perempuan 12 Tahunan Diduga Ditembak OPM – Kabupaten Mimika, Jumat (7/5/2026) – Sebuah kejadian penembakan yang menewaskan seorang perempuan berusia sekitar 12 hingga 15 tahun dilaporkan terjadi di wilayah Camp Wini Kalikuluk, Tembagapura MP 69, pada hari Kamis (7/5/2026). Menurut informasi yang diterima, aksi tersebut diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dipimpin oleh Guspi Waker, sebagai bagian dari upaya menunjukkan keberadaan mereka di tengah wilayah yang sedang dipantau oleh pasukan TNI.
Pengamanan TNI dan Kebutuhan Evakuasi
Sebelum kejadian, personel Tim Patroli TNI sedang menjalankan aktivitas pengamanan di wilayah MP 69. Selama patroli, mereka mendeteksi pergerakan mencurigakan melalui penggunaan drone. Saat sedang memantau, terdengar dua letusan senjata api dari arah Camp David yang terletak di seberang sungai. TNI menilai tembakan tersebut berasal dari kelompok OPM yang bertindak untuk menunjukkan kekuatan mereka.
“Berdasarkan keterangan salah satu korban luka bernama Irince Wandikbo, tembakan berasal dari arah Camp David di seberang sungai, saat warga sedang berkumpul bersama keluarga di dalam camp,” kata Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, Kapen Koops TNI, dalam konfirmasi yang dilakukan pada hari Minggu (10/5/2026).
Setelah kejadian, prajurit TNI mengambil langkah evakuasi terhadap warga yang terluka. Seorang perempuan diperkirakan dalam kondisi kritis akibat luka tembak di bagian bahu kiri, namun ia meninggal dunia saat dalam perjalanan ke tempat yang lebih aman. Selain korban meninggal, ada laporan tentang warga lainnya yang mengalami luka pada kaki kirinya. Saat ini, korban terluka masih dalam perawatan intensif, sementara sejumlah warga lainnya memilih untuk mengungsi ke area yang dianggap lebih aman hingga hari Sabtu (9/6/2026).
TNI Tetap Lanjutkan Pengamanan
Dalam situasi yang berlangsung, TNI memutuskan untuk terus melanjutkan operasi pengamanan, dengan tetap memprioritaskan keselamatan warga sipil. Tim patroli menghindari area pemukiman untuk mengurangi risiko korban tambahan. “Personel TNI tetap fokus pada upaya mengamankan masyarakat, meski menghadapi ancaman dari kelompok OPM,” jelas Wirya.
Kapten Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menambahkan bahwa kejadian penembakan terjadi saat warga sedang berkumpul di dalam camp. “Ketika tembakan terdengar, warga sedang berada di area yang ramai, sehingga korbannya tidak terhindar dari dampak langsung,” tuturnya. Ia juga menyebutkan bahwa OPM, khususnya kelompok Guspi Waker, terus berusaha mengganggu operasi TNI di wilayah tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun, letusan senjata api yang pertama terjadi saat tim patroli masih melakukan pemantauan. Setelahnya, kelompok OPM kembali melepaskan tembakan rentetan ke arah posisi personel TNI. “Tembakan kedua mengarah langsung ke posisi pasukan, memicu respons cepat dari prajurit,” imbuh Wirya.
Kontak Tembak dan Perkembangan Terkini
Menurut data terbaru, Praka Aprianus, seorang prajurit TNI, gugur akibat kontak tembak dengan OPM di Nduga, Papua Pegunungan. Kematian tersebut berdampak pada peningkatan ketegangan di sekitar area yang dianggap rawan. “Kontak tembak terjadi saat OPM mengambil inisiatif menyerang posisi TNI, meski dalam situasi yang dianggap tidak terduga,” jelas Wirya.
Selain korban meninggal, beberapa warga lainnya dilaporkan terluka dan sedang menjalani perawatan. “Ada warga yang menderita luka di bagian betis kaki kiri, dengan kondisi yang membutuhkan perawatan medis segera,” tambahnya. Dalam rangka menghindari korban lebih lanjut, TNI terus memperketat pengamanan dan melibatkan pasukan yang siap bergerak secara responsif.
Wirya juga menegaskan bahwa operasi di wilayah tersebut adalah bagian dari strategi TNI untuk mengurangi ancaman terhadap masyarakat. “TNI berupaya mengamankan wilayah dengan meminimalkan dampak pada penduduk,” katanya.
Penjelasan Tambahan dari Pangkogabwilhan III
Dalam keterangan tambahan, Pangkogabwilhan III memberikan konfirmasi bahwa prajurit TNI memang menembak mati anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Jeki Murib. Jasad anggota KKB tersebut kemudian diseret dan dibakar oleh kelompok OPM untuk menyembunyikan jejak kejahatan.
Wirya menjelaskan bahwa kejadian penembakan di Camp Wini Kalikuluk terjadi setelah kelompok OPM memperlihatkan keberanian mereka. “OPM melakukan aksi ini untuk memperlihatkan kekuatan, meski terjadi secara mendadak,” tegasnya.
Dengan kejadian tersebut, TNI mengambil langkah lebih lanjut dalam operasi pengamanan, termasuk memperketat rute evakuasi. “Personel TNI terus memantau lingkungan sekitar untuk memastikan tidak ada ancaman yang terlewat,” tambah Wirya.
Konteks dan Dampak pada Wilayah
Kasus penembakan di Mimika menggambarkan tingginya intensitas konflik antara TNI dan OPM di wilayah perbatasan. Dalam beberapa hari terakhir, terjadi serangkaian aksi teror yang mengakibatkan korban luka dan meninggal. “Korban yang meninggal adalah satu dari beberapa insiden kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini,” kata Wirya.
Ia menekankan bahwa TNI tetap berkomitmen untuk melindungi keamanan warga, bahkan dalam kondisi yang berisiko tinggi. “Kami tidak mengizinkan kelompok bersenjata menyerang masyarakat secara terus-menerus,” tegasnya.
Pada saat ini, kondisi di wilayah MP 69 masih tergolong rawan. Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke area yang lebih aman, sementara TNI terus berusaha memantau dan mengamankan situasi. “Kami menunggu perkembangan lebih lanjut dari pihak OPM untuk mengambil tindakan berikutnya,” tutup Wirya.
Dengan adanya korban yang meninggal, ke