Nasional

Important Visit: Rudianto Lallo Minta Jaksa Beri Efek Jera kepada Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Jual Beli BBM

Rudianto Lallo Minta Jaksa Beri Efek Jera dalam Kasus Penipuan BBM Important Visit - Sebagai bagian dari important visit ke Kejari Balikpapan, anggota Komisi

Desk Nasional
Published Mei 25, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Rudianto Lallo Minta Jaksa Beri Efek Jera dalam Kasus Penipuan BBM

Important Visit – Sebagai bagian dari important visit ke Kejari Balikpapan, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rudianto Lallo, menyoroti perlunya tuntutan hukum yang tegas terhadap terdakwa kasus dugaan penipuan dalam transaksi jual beli bahan bakar minyak (BBM) solar. Dalam kunjungan ini, ia menekankan bahwa tuntutan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) harus mencerminkan fakta persidangan dan keadilan bagi korban, serta memastikan efek jera yang memadai bagi pelaku kejahatan ekonomi.

Kasus Penipuan BBM yang Menyebabkan Kerugian Rp20 Miliar

Kasus ini menyeret Handy Aliansyah, seorang pengusaha hotel di Balikpapan, dalam dugaan penipuan dan penggelapan selama berlangsungnya kerja sama suplai BBM antara perusahaan korban dengan perusahaan yang dikendalikan terdakwa sejak 2010. Pada awalnya, transaksi berjalan lancar, tetapi mulai mengalami hambatan sejak 2013 hingga menumpuk menjadi tunggakan mencapai Rp20 miliar. Rudianto Lallo menegaskan bahwa kejahatan jenis ini perlu dihukum berat agar bisa memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Dalam berita persidangan, JPU menyebut terdakwa diduga melanggar pasal alternatif Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Bukti-bukti seperti invoice, PO, DO, dan dokumen transfer perbankan telah diserahkan selama proses persidangan. Selain itu, kasus ini mendapat perhatian publik karena terdakwa masih berstatus tahanan kota, sehingga menunjukkan keharusan untuk menegakkan hukum secara transparan dan konsisten.

Pengusaha Harus Diperlakukan Sama di Hadapan Hukum

Rudianto Lallo mengingatkan bahwa hukum harus diterapkan secara adil tanpa diskriminasi. Ia menekankan bahwa pengusaha yang terlibat dalam kejahatan ekonomi harus diberi sanksi yang sama seperti pelaku kejahatan lainnya, agar masyarakat percaya bahwa lembaga penegak hukum mampu mengatasi masalah bisnis yang merugikan. “Jangan sampai ada kesan hukum tajam ke bawah namun tumpul ke atas,” jelasnya, menjelaskan pentingnya important visit sebagai upaya memperkuat komitmen pihak penyidik.

Sebagai bagian dari important visit ini, Rudianto juga mengajak pihak-pihak terkait untuk memperhatikan proses pemeriksaan dan tuntutan yang dijatuhkan. Menurutnya, tuntutan yang proporsional tidak hanya akan menjaga integritas sistem hukum, tetapi juga bisa menjadi pelajaran bagi pelaku kejahatan lainnya. Ia menambahkan bahwa keadilan harus ditegakkan meskipun ada hubungan atau pemihakan dalam bisnis.

Menanggapi isu restorative justice (RJ), Rudianto mengatakan bahwa niat baik korban untuk memberikan ruang bagi pelaku menyelesaikan konflik harus didukung oleh tindakan konkret dari terdakwa, bukan sekadar janji. “Jika ada itikad baik, tunjukkan dengan mengembalikan kerugian yang telah terjadi selama bertahun-tahun,” tegasnya. Hal ini juga menjadi fokus dalam important visit yang dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap proses hukum.

Langkah-Langkah untuk Menegakkan Hukum yang Efektif

Rudianto Lallo menyarankan beberapa langkah tambahan untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum. Pertama, ia meminta JPU untuk melakukan analisis lebih dalam terhadap transaksi BBM yang dilakukan terdakwa, terutama dalam memahami pola penipuan yang terjadi. Kedua, ia menekankan perlunya mengajukan sanksi yang bisa dijatuhkan secara langsung, bukan hanya dengan penundaan atau pembuatan tuntutan yang tidak memadai. “Kita perlu memastikan bahwa hukum mampu menangani kasus-kasus besar seperti ini secara optimal,” kata Rudianto.

Sebagai pengusaha yang juga aktif di bidang hukum, Rudianto mengungkapkan bahwa proses tuntutan dalam kasus ini sangat krusial dalam menunjukkan komitmen lembaga hukum untuk menjaga kepercayaan publik. Ia berharap, selama important visit ini, pihak-pihak terkait dapat memberikan tuntutan yang mencerminkan keadilan, sehingga masyarakat terkesan bahwa hukum bisa memberikan efek jera yang nyata. “Kita harus memastikan bahwa keadilan terwujud, terlepas dari status sosial atau ekonomi pelaku,” pungkasnya.

Leave a Comment