Profil Moh Arif Faisal, Jabat Direktur Niaga dan Pengembangan PTDI
Meeting Results – Pada RUPS Tahun Buku 2025 yang berlangsung pada Selasa (26/5/2026), PT Dirgantara Indonesia (PTDI) melakukan penyesuaian struktur direksi. Perubahan ini mencakup pemisahan jabatan Direktur Niaga dan Pengembangan dari fungsi teknologi serta manajemen risiko. Moh Arif Faisal kembali menjabat sebagai Direktur Niaga dan Pengembangan, sesuai SK-106/MBU/05/2023 dan 006/KRUPS/LEN-PTDI/V/2023. Perubahan ini diharapkan memberikan dampak signifikan dalam mengarahkan strategi bisnis dan percepatan pengembangan produk drone nasional.
Penyesuaian Struktur Direksi dan Strategi PTDI
Meeting Results menunjukkan komitmen PTDI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat koordinasi antardepartemen. Dalam RUPS tersebut, selain penyesuaian jabatan Direktur Niaga dan Pengembangan, PTDI juga mengangkat Ony Arifianto sebagai Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko. Posisi ini bertujuan menyeimbangkan pengembangan teknologi dengan manajemen risiko, yang menjadi prioritas utama dalam era persaingan industri penerbangan semakin ketat. Sementara itu, jabatan Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Sumber Daya Manusia (SDM) dipisahkan menjadi Direktur Keuangan dan SDM, dengan Dhias Widhiyati tetap memegang perannya.
“Dengan restrukturisasi ini, kita dapat meningkatkan fokus bisnis dan penguatan ekosistem drone nasional,” jelas PTDI dalam pernyataan resmi setelah Meeting Results. PTDI menekankan bahwa keputusan ini bertujuan menciptakan arah yang lebih jelas untuk inovasi dan ekspansi pasar dalam jangka panjang.
Meeting Results juga menyoroti keberhasilan PTDI dalam memperkuat kerja sama dengan sektor swasta. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini aktif menggandeng mitra strategis untuk pengembangan drone, baik dalam produksi maupun pemasaran. Moh Arif Faisal, yang kini menjabat sebagai Direktur Niaga dan Pengembangan, dikenal sebagai tokoh yang mampu membangun hubungan bisnis yang produktif. Dalam peran ini, ia akan fokus pada penguatan ekspor dan peningkatan daya saing produk dalam negeri.
Jejak Karier Moh Arif Faisal dan Kompetensinya
Moh Arif Faisal memiliki latar belakang pendidikan yang solid, dengan gelar Sarjana Teknik Industri dari Universitas Pasundan pada tahun 1985. Ia juga meraih gelar Magister Manajemen Bisnis (Finance) dari Universitas Satyagama pada 2013. Kemampuannya dalam manajemen keuangan dan pengembangan bisnis membantu PTDI dalam menyesuaikan strategi ekspansi sesuai dinamika pasar global. Sebelum menjabat di PTDI, ia pernah menempati posisi Direktur Utama PT Garuda Daya Pratama Sejahtera pada 2020, yang memberinya pengalaman dalam mengelola perusahaan di sektor penerbangan.
“Moh Arif Faisal dikenal sebagai profesional yang mampu menyelaraskan visi perusahaan dengan kebutuhan pasar,” ujar salah satu sumber dalam laporan indonesian-aerospace.com. Pengalaman luar negeri dan penyesuaian keterampilan manajerialnya menjadi kekuatan dalam memimpin Departemen Niaga dan Pengembangan PTDI.
Meeting Results mengisyaratkan bahwa PTDI sedang dalam proses transisi strategis untuk menjadi lebih kompetitif. Dengan pemisahan jabatan, perusahaan dapat menekankan keahlian masing-masing departemen, termasuk pengembangan teknologi dan penguatan manajemen risiko. Moh Arif Faisal, yang telah menjabat sejak 2023, memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan keberhasilan program pemasaran drone nasional. PTDI juga berharap ini akan mempercepat laju inovasi dan integrasi ke dalam rantai pasok global.
Penyesuaian Struktur dan Tanggung Jawab Baru
Salah satu perubahan penting dalam Meeting Results adalah pembentukan jabatan baru yang lebih spesialis. Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko, Ony Arifianto, diberikan wewenang untuk mengembangkan solusi teknologi yang efektif serta mengelola risiko secara terpadu. Sementara itu, Direktur Keuangan dan SDM, Dhias Widhiyati, akan fokus pada optimalisasi sumber daya manusia dan manajemen keuangan yang berkelanjutan. Struktur ini diharapkan meningkatkan transparansi dan tanggung jawab dalam setiap fungsi organisasi.
Dalam wawancara terpisah, Moh Arif Faisal menyatakan bahwa Meeting Results menjadi momen penting untuk memperkuat posisi PTDI di industri aeronotika. “Perubahan ini membuka peluang baru untuk kolaborasi dengan mitra strategis, baik dalam pengembangan produk maupun peningkatan kapasitas ekspor,” katanya. Dengan penyesuaian ini, PTDI berharap mampu menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi dan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Meeting Results juga memberikan gambaran tentang arah kebijakan jangka panjang PTDI. Perusahaan menekankan bahwa inisiatif ini bertujuan mempercepat realisasi proyek drone nasional, termasuk pengembangan produk dengan standar internasional. Dengan fokus pada ekspor dan manajemen risiko, PTDI berupaya mengurangi ketergantungan pada pasar domestik serta menciptakan jaringan distribusi yang lebih luas. Moh Arif Faisal, dengan pengalaman di sektor penerbangan, dinilai mampu menjadi pilar utama dalam mencapai tujuan tersebut.
Komentar Ekspertis dan Harapan Masa Depan
Analisis dari para ekspertis industri penerbangan menilai bahwa Meeting Results menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi PTDI. “Perubahan struktur ini tidak hanya memperjelas tanggung jawab, tetapi juga meningkatkan responsif perusahaan terhadap dinamika global,” kata salah satu pemimpin industri dalam media terkait. PTDI, sebagai produsen drone nasional, harus mampu menjaga konsistensi dalam pengembangan teknologi sekaligus menyesuaikan model bisnis yang lebih modern.
PTDI menargetkan untuk memperluas pasar ekspor drone dalam lima tahun ke depan, terutama ke kawasan Asia Tenggara dan Afrika. Dengan dukungan dari Direktur Niaga dan Pengembangan yang baru saja diperkuat, perusahaan berharap dapat mendorong peningkatan daya saing produk di tingkat internasional. Moh Arif Faisal, yang akan memimpin arah ini, juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan dan ekosistem industri di dalam negeri.
