Key Issue: Benjolan di Leher Bergerak saat Menelan – Tanda Kanker Tiroid yang Perlu Diwaspadai
Key Issue dalam kesehatan adalah benjolan di leher yang naik turun saat menelan. Dokter spesialis bedah onkologi dari RS Pondok Indah, Dr. dr. Diani Kartini, Sp. B, Subsp. Onk. (K), menegaskan bahwa kondisi ini sering kali diabaikan sebagai gejala sementara, seperti gondongan atau pembengkakan ringan. Namun, benjolan yang bergerak secara teratur saat menelan bisa menjadi tanda awal kanker tiroid, penyakit yang menyerang kelenjar di leher dan memerlukan penanganan dini untuk meningkatkan kesempatan penyembuhan.
Kelenjar Tiroid dan Peran Mendasar dalam Tubuh
Kelenjar tiroid adalah organ kecil yang berbentuk kupu-kupu, terletak di bagian depan leher dan berdekatan dengan trakea. Organ ini memainkan peran penting dalam mengatur metabolisme tubuh melalui produksi hormon seperti triiodotironin (T3) dan tetraiodotironin (T4). Ketidakseimbangan produksi hormon ini bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti hipertiroid atau hipotiroid. Diani menekankan bahwa benjolan di leher yang bergerak saat menelan adalah ciri khas kanker tiroid, yang bisa berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas pada awalnya.
“Benjolan yang bergerak selama menelan adalah indikasi utama bahwa kelenjar tiroid sedang mengalami perubahan struktur,” ungkap Diani dalam sesi media briefing di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/5/2026).
Perbedaan Jenis Kanker Tiroid dan Risiko pada Kelompok Usia
Kanker tiroid memiliki beberapa tipe, dengan papillaries dan follicular adalah yang paling umum. Kanker ini sering menyerang individu di usia 30-50 tahun, terutama perempuan. Meski kanker tiroid tidak selalu bersifat mematikan, keterlambatan diagnosis bisa memengaruhi prognosis. Diani menyoroti bahwa benjolan di leher yang menimbulkan Key Issue ini bisa berkembang dari ukuran kecil menjadi besar dalam waktu beberapa bulan, terutama jika tidak diatasi secara tepat.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, kanker tiroid menempati urutan ke-12 penyakit paling umum di Indonesia. Insidensinya empat kali lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki, yang mungkin disebabkan oleh faktor hormonal atau pola kehidupan. Diani mengimbau untuk tidak mengabaikan Key Issue ini, terutama jika benjolan tidak mengecil atau berubah bentuk dalam waktu lama.
Gejala Awal yang Sering Diabaikan
Gejala hipertiroid, seperti berat badan menurun meski nafsu makan tetap baik, tremor tangan, dan kecemasan, sering kali dianggap sebagai masalah sederhana. Namun, gejala ini bisa menjadi bagian dari Key Issue yang menunjukkan adanya kanker tiroid. Sementara itu, hipotiroid yang ditandai dengan kantuk berlebihan, penurunan energi, dan kelemahan otot juga perlu diperhatikan, karena bisa mengindikasikan ketidakseimbangan hormon akibat kanker.
Diani menambahkan bahwa Key Issue ini sering terlewat karena benjolan tidak selalu nyeri atau terlihat mencolok. “Banyak pasien datang dengan gejala seperti kesulitan bernapas atau batuk, tetapi benjolan di leher yang bergerak saat menelan justru adalah tanda yang paling penting,” jelasnya. Kondisi ini bisa terjadi karena pertumbuhan kanker yang mengganggu area trakea, sehingga perlu diidentifikasi sejak awal.
Pentingnya Pemeriksaan Rutin dan Deteksi Dini
Dengan Key Issue ini, deteksi dini menjadi kunci dalam pengobatan kanker tiroid. Pemeriksaan fisik oleh dokter atau penggunaan teknologi seperti USG (ultrasound) dan biopsi bisa membantu mengidentifikasi benjolan yang mencurigakan. Diani juga menyebutkan bahwa gejala seperti suara serak, kesulitan menelan, atau batuk berkepanjangan bisa menjadi tanda tambahan yang perlu diperhatikan.
Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Key Issue ini sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi. “Kanker tiroid bisa disembuhkan jika didiagnosis tepat waktu, tetapi ketidaktahuan masyarakat mengenai gejalanya membuat banyak orang terlambat memeriksakan diri,” tutur Diani. Selain itu, dia menekankan pentingnya gaya hidup sehat, seperti konsumsi iodin yang cukup dan pola makan seimbang, untuk mencegah risiko kanker tiroid.
