Bisnis

Meeting Results: Menkeu Purbaya Yakin BI Bisa Kendalikan Nilai Tukar Rupiah

Menteri Keuangan Yakin BI Bisa Stabilkan Kurs Rupiah Meeting Results - TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam sesi wawancara terkait pertemuan kebijakan moneter

Desk Bisnis
Published Mei 12, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Menteri Keuangan Yakin BI Bisa Stabilkan Kurs Rupiah

Meeting Results – TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dalam sesi wawancara terkait pertemuan kebijakan moneter terbaru, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan keyakinannya bahwa Bank Indonesia (BI) memiliki kemampuan untuk mengendalikan nilai tukar rupiah, terutama dalam menghadapi tekanan dari nilai dolar AS yang sedang mengalami penurunan signifikan. Kurs rupiah pada penutupan pasar spot Selasa (12/5/2026) mencapai Rp17.519 per dolar AS, yang menunjukkan pergerakan dinamis dalam pasar keuangan Indonesia.

Peran BI dalam Stabilisasi Kurs Rupiah

Menteri Keuangan Purbaya menjelaskan bahwa Bank Indonesia memiliki wewenang penuh dalam mengambil kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Bank Sentral. Ia menegaskan bahwa BI memiliki mekanisme yang matang, termasuk kebijakan kurs campuran dan intervensi pasar, untuk memastikan rupiah tetap seimbang di tengah fluktuasi eksternal.

“Meeting Results dari BI menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga stabilitas kurs, terutama dalam menjawab tantangan dari perubahan dinamika global,” ujarnya dalam wawancara dengan media.

Dalam menangani kondisi pasar, Purbaya menyoroti bahwa BI tidak hanya fokus pada nilai tukar, tetapi juga mengintegrasikan kebijakan makroekonomi secara holistik. Ia menekankan bahwa kebijakan moneter yang diambil BI selalu didasarkan pada analisis mendalam terhadap inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kondisi pasar internasional, sehingga memastikan stabilitas jangka panjang.

Kinerja Ekonomi dan Tantangan Eksternal

Meeting Results kali ini juga menyoroti dampak dari reboots MSCI yang terjadi hari ini, yang secara langsung memengaruhi kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia. Purbaya mengakui bahwa perubahan nilai tukar yang terjadi dalam beberapa hari terakhir memang memerlukan respons cepat, tetapi ia yakin BI telah memiliki strategi yang tepat untuk mengimbangi tekanan tersebut.

Kinerja rupiah yang melemah terkait dengan dinamika global, seperti kebijakan moneter Amerika Serikat dan perubahan aliran investasi. Purbaya menyatakan bahwa pemerintah akan terus memantau kondisi ini dengan ketat, dan BI sebagai lembaga independen akan bergerak berdasarkan kebutuhan pasar. “Meeting Results memastikan bahwa semua pihak tetap terkoordinasi dalam menghadapi situasi ini,” tambahnya.

Menurut Purbaya, stabilitas kurs rupiah juga bergantung pada kinerja ekspor dan impor, terutama dalam menghadapi kompetisi dari mata uang utama lainnya. Ia menyoroti pentingnya kebijakan yang konsisten antara BI, pemerintah, dan lembaga keuangan lainnya untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Di sisi lain, Purbaya mengingatkan bahwa pemerintah tidak akan mengabaikan kebutuhan internal, seperti inflasi dan daya beli masyarakat. Ia menyatakan bahwa kebijakan BI dan pemerintah akan terus di-update berdasarkan data terkini, sehingga memastikan keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi. “Meeting Results akan menjadi acuan utama dalam mengevaluasi kebijakan di masa depan,” tutupnya.

Leave a Comment