Pasutri Jepang Diduga Sekap Putrinya yang Penyandang Disabilitas, Korban Alami Malnutrisi
Imigrasi Proses Deportasi 26 WNA Korban Penyekapan di Bali, Jaringan Scam Masih Diselidiki
Pasutri Jepang Diduga Sekap Putrinya – Polisi dari Tokyo berhasil menangkap seorang pasangan suami istri atas dugaan menyekap putri remaja mereka yang memiliki disabilitas intelektual. Menurut informasi yang diberikan oleh sumber penyelidikan, tindakan ini dilakukan dengan mengunci anak mereka dalam ruang penyimpanan rumah, menggunakan perangkat logam untuk mengikat tubuh korban. Penangkapan terjadi pada Selasa, 13 Mei 2026.
Dua orang anak laki-laki dari pasangan tersebut juga dikenai tuntutan serupa. Saat ini, penyelidikan terus berlangsung untuk mengetahui apakah keluarga itu secara berulang menyakiti korban secara fisik. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya tanda-tanda cedera lama pada tubuh anak tersebut, termasuk bekas patah tulang yang sudah sembuh.
“Tujuanku adalah mengajarkan ‘etika’ kepada anak,” kata ibu korban kepada petugas kepolisian.
Ayah korban, yang berusia sekitar 40 tahun, membantah ikut campur dalam kasus penyekapan tersebut. Berdasarkan keterangan, korban diduga dikurung dalam ruang penyimpanan sempit berukuran panjang 172 sentimeter, lebar 82 sentimeter, dan kedalaman 80 sentimeter. Penyekapan itu terjadi sejak akhir bulan Januari lalu.
Kasus ini terungkap setelah ibu korban memanggil ambulans pada 28 Januari karena suhu tubuh anaknya turun drastis. Dokter yang menangani korban meragukan kondisi kekerasan yang dialami dan meminta bantuan petugas pemadam kebakaran untuk menghubungi polisi. Saat dibawa ke panti asuhan, korban ditemukan dalam kondisi berat badan kurang dari 40 kilogram serta didiagnosis menderita malnutrisi.
Walaupun sudah memasuki usia sekolah menengah pertama, korban hampir tidak pernah mengikuti pendidikan. Polisi Tokyo kini masih terus menyelidiki kejadian ini, mencari kebenaran lebih lanjut. (Kyodo News)
