Metropolitan

Key Strategy: Pasar Taman Puring Jakarta Selatan Diratakan, Pedagang Tagih Janji Gubernur Pramono Anung

ng Tagih Janji Gubernur Pramono Anung Key Strategy - Pasar Taman Puring di Jakarta Selatan menjadi sorotan publik setelah pemerintah setempat mengambil

Desk Metropolitan
Published Mei 23, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Key Strategy: Pedagang Pasar Taman Puring Tagih Janji Gubernur Pramono Anung

Key Strategy – Pasar Taman Puring di Jakarta Selatan menjadi sorotan publik setelah pemerintah setempat mengambil langkah strategis untuk meratakan lahan tersebut. Key Strategy yang dipilih dalam rencana revitalisasi ini memicu reaksi tajam dari para pedagang yang merasa janji Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tidak terpenuhi. Sejumlah pengusaha tradisional menyatakan kekecewaan mereka terhadap kebijakan yang dianggap mengabaikan aspirasi masyarakat yang selama ini bergantung pada pasar sebagai pusat ekonomi.

Janji Pemulihan Pasca Kebakaran

Kebakaran besar yang menghancurkan Pasar Taman Puring terjadi pada 28 Juli 2025, merusak ratusan kios dan menyisakan luka dalam komunitas pedagang. Sebelumnya, Key Strategy yang diusung Gubernur Pramono Anung telah menjanjikan pemulihan lahan tersebut dalam waktu sembilan bulan. Namun, tindakan meratakan pasar dianggap oleh para pengusaha sebagai penyimpangan dari rencana awal. Mereka memperjuangkan agar taman difabel bisa dikembangkan di lokasi yang lebih strategis, bukan di lahan eks pasar.

“Key Strategy yang dijanjikan oleh gubernur selama ini adalah untuk membangun pasar kembali, tapi kini lahan justru akan dibuat taman difabel. Kami merasa terluka karena keputusan ini tidak melibatkan pedagang secara langsung,” keluh Indra, salah satu pengusaha yang terdampak.

Kebayoran Baru menjadi pusat perdebatan setelah informasi tentang pembangunan taman difabel diumumkan. Camat setempat menyatakan bahwa perubahan ini bertujuan memenuhi kebutuhan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, tetapi para pedagang menilai kebijakan ini terlalu cepat dan kurang transparan. Mereka meminta pemerintah menyelesaikan masalah secara bersama-sama, bukan langsung mengambil tindakan tanpa konsultasi.

Perlawanan dari Komunitas Pedagang

Sejumlah pedagang melakukan aksi demonstrasi di kantor Camat Kebayoran Baru, menuntut penjelasan lebih jelas tentang Key Strategy yang diusung. Mereka menekankan bahwa pasar menjadi bagian penting dari kehidupan ekonomi warga sekitar, terutama yang tinggal di lingkungan perkotaan. Selain itu, mereka berharap ada solusi yang mampu menggabungkan kebutuhan aksesibilitas dan pertahanan usaha tradisional.

Kebijakan pemerintah ini juga memicu perdebatan antara pihak pemerintah dan masyarakat. Walikota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menegaskan bahwa Key Strategy yang diterapkan memiliki dasar kebijakan yang kuat, termasuk pertimbangan lingkungan dan kenyamanan warga. Namun, para pedagang masih bersikeras bahwa janji pemulihan pasar harus menjadi prioritas utama sebelum perubahan struktur lahan dilakukan.

Dalam upaya menyelesaikan perbedaan pandangan, sejumlah pedagang berencana mengajukan pertemuan dengan DPRD DKI Jakarta. Mereka ingin membahas Key Strategy ini secara lebih rinci, termasuk dampak sosial dan ekonomi terhadap para pengusaha. Di sisi lain, pemerintah menyatakan akan terus melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, meski penjelasan yang diberikan masih dianggap kurang memadai oleh sebagian pihak.

Leave a Comment