Nasional

Main Agenda: Konjen Australia Tinjau Sekolah Inklusif bagi Siswa Berkebutuhan Khusus di SDN 1 Teros

Konjen Australia Tinjau Sekolah Inklusif di SDN 1 Teros Main Agenda – Mataram, TRIBUNNEWS.COM — Konsulat Jenderal Australia di Bali, Nusa Tenggara Barat

Desk Nasional
Published Juni 11, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Konjen Australia Tinjau Sekolah Inklusif di SDN 1 Teros

Main Agenda – Mataram, TRIBUNNEWS.COM — Konsulat Jenderal Australia di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Nusa Tenggara Timur (NTT), Jo Stevens, melakukan kunjungan ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Teros, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, NTB, pada Rabu (10/6/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari Main Agenda pemerintah Australia dalam mendukung reformasi pendidikan di Indonesia, khususnya dalam mendorong pendidikan inklusif bagi siswa berkebutuhan khusus. Jo Stevens menyatakan bahwa SDN 1 Teros menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan berbasis data dapat diaplikasikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih adil dan inklusif.

Pendidikan Inklusif Berbasis Profil Belajar Siswa

Sekolah SDN 1 Teros menerapkan pendekatan pendidikan inklusif yang berfokus pada Profil Belajar Siswa (PBS) sebagai dasar pengambilan keputusan. Sistem ini terintegrasi dengan Dapodik, platform digital yang dikembangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dengan PBS, sekolah mampu mengidentifikasi kebutuhan belajar setiap siswa secara spesifik, termasuk mereka yang memiliki gangguan penglihatan, disleksia, atau keterlambatan kognitif. Main Agenda ini mencakup pengumpulan data siswa, penganalisisan kebutuhan belajar, hingga penyusunan strategi pengajaran yang adaptif.

“Kerja sama antara Australia dan Indonesia dalam pendidikan inklusif akan memberikan dampak jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” kata Jo Stevens.

Jo Stevens menekankan bahwa pendekatan data adalah poin utama dalam inisiatif pendidikan inklusif SDN 1 Teros. Data ini digunakan untuk menyesuaikan metode pengajaran, menyusun kebijakan sekolah, serta mengukur keberhasilan program. Proyek INOVASI, yang merupakan kolaborasi antara pemerintah Australia dan Indonesia, turut mendukung implementasi Main Agenda ini dengan menyediakan pelatihan guru dan sumber daya teknis.

Adaptasi Metode Pengajaran di Ruang Kelas

Dalam kunjungannya, Jo Stevens mengamati kelas di SDN 1 Teros yang secara khusus dirancang untuk melayani siswa berkebutuhan khusus. Dalam Kelas 2B, terdapat tiga siswa dengan kondisi berbeda, seperti gangguan penglihatan, disleksia, dan keterlambatan kognitif. Meski memiliki tantangan belajar yang beragam, mereka tetap terlibat aktif dalam kegiatan belajar-mengajar. Main Agenda ini mengharuskan guru dan tenaga pendidik untuk menciptakan sistem pembelajaran yang fleksibel dan responsif terhadap perbedaan kemampuan siswa.

“Kami berusaha memastikan setiap siswa, termasuk yang berkebutuhan khusus, dapat berkembang secara optimal,” jelas Guru Kelas 2B, Kurrota Ayuni.

Sebagai contoh, Kurrota menjelaskan bahwa tugas belajar dalam kelas disesuaikan dengan level kemampuan masing-masing siswa. Untuk tiga siswa berkebutuhan khusus, diberikan tugas yang lebih sederhana, seperti menyusun potongan kata, sementara siswa lainnya ditugaskan menulis tugas secara mandiri. Main Agenda ini juga mencakup penggunaan alat bantu belajar, seperti aksesibilitas visual dan media audio, untuk memastikan semua siswa merasa diakui dan dijaga.

Dukungan Pemerintah Australia dalam Pendidikan Inklusif

Pemerintah Australia telah lama mendukung inisiatif pendidikan inklusif di Indonesia, dan SDN 1 Teros menjadi salah satu dari sekian banyak sekolah yang mendapat bantuan. Dukungan ini berupa pelatihan tenaga pendidik, pembelian perangkat pendukung, serta pengembangan kurikulum yang inklusif. Main Agenda kunjungan Konjen Australia kali ini juga bertujuan untuk memperkuat kerja sama dalam hal monitoring dan evaluasi program pendidikan tersebut.

Jo Stevens menyatakan bahwa SDN 1 Teros adalah bentuk perwujudan Main Agenda pemerintah Australia untuk memastikan pendidikan yang lebih merata. “Sekolah ini menjadi contoh bagus bagaimana pendidikan inklusif bisa diimplementasikan secara sistematis,” tambahnya. Selain itu, Jo menyoroti peran aktif pihak sekolah dalam mengadaptasi metode pengajaran, yang dianggap sebagai bukti keseriusan dalam memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia.

“Pendekatan berbasis data akan membantu pemerintah lebih memahami kebutuhan siswa dan merancang solusi yang tepat,” ujar Jo Stevens.

Manfaat dan Harapan dari Inisiatif Ini

Implementasi Main Agenda pendidikan inklusif di SDN 1 Teros diharapkan bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia. Dengan metode ini, siswa berkebutuhan khusus tidak hanya diberikan akses ke pendidikan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam proses belajar. Selain itu, program ini juga memperkuat kemampuan guru dalam menyusun strategi pengajaran yang bervariasi.

Jo Stevens menegaskan bahwa Main Agenda ini adalah bagian dari upaya jangka panjang pemerintah Australia untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. “Kunjungan kali ini adalah langkah awal dalam memastikan program ini berjalan efektif,” katanya. Diharapkan, keberhasilan SDN 1 Teros akan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk menyesuaikan sistem pendidikan mereka dengan kebutuhan siswa yang lebih luas.

Leave a Comment